Tidak ada di tempat lain di Nusantara ini, di mana terdapat cerita-cerita lucu yang sekaya pada orang Sunda. Oleh karena itu siklus Kabayan pantas menjadi titik tolak untuk meninjau literatur lucu Indonesia. Aneka ragama lelucon dan daerah-daerah di mana diceritakan cerita-cerita lucu Indonesia, dapat ditemukan kembali dalam cerita-cerita Kabayan Sunda, seluruhnya atau sebagian. Kenyataan ini menyebabkan kita mesti membicarakan cerita-cerita daerah lain itu sebagai varian dari cerita-cerita Sunda.
Cerita-cerita yang ditampilkan dalam berbagai varian dan dibicarakan dalam buku ini, semuanya adalah cerita rakyat. Namun ada beberapa karya yang lebih bersifat literer, yang mengandung motif-motif cerita lucu. Khususnya ada Masyhudulhakku dan Abu Nawas dalam bahasa Melayu. Karena itu satu bab tersendiri dikhususkan untuk membicarakan masing-masing dari kedua cerita ini.
Buku ini merupakan terjemahan disertasi dari Lina Maria Coster-Wijsman, yang dibawakan di sidang Universitas Leiden pada 7 Juni 1929, berisikan cerita-cerita lucu di Indonesia, terutama di tanah Sunda. Terdapat peran Dr. Snouck Hurgronje sebagai pengumpul cerita lucu dari tanah Sunda: si Kabayan. Buku ini bisa menjadi acuan untuk mengetahui penelaahan kebudayaan Indonesia dari sudut pandang sarjana asing.