Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Criminalisation of People Smuggling in Indonesia and Australia

Rate this book
This book offers an ethnographically informed critique of the hyper-politicised debate on the facilitation of irregularised migration for people seeking asylum between Indonesia and Australia. While state authorities decry such facilitation as “people smuggling” and push for its criminalisation, the book’s focal points are the need for unsanctioned passages for people seeking asylum and the detrimental consequences of the criminalisation of “people smuggling” for both the facilitators and the people seeking asylum. Drawing on court verdicts and interviews with convicted facilitators and law enforcement officials in Indonesia, this book provides a unique and holistic picture of the causes, conditions, procedures and intricacies surrounding the facilitation of irregularised maritime journeys between Indonesia and Australia covering almost four decades. It scrutinises the micro-level operational and place-specific characteristics of people smuggling and the consequences of anti-people-smuggling policies in Indonesia and relates those consequences to changes in the macroenvironment, which include relevant legal, political, social and economic factors that determine the overarching conditions of irregularised mobility. Compared to other states in the Global North, Australia has claimed to be more “successful” with its comprehensive approach to eliminate unsanctioned migration at sea by combining punitive, communicative–reventive and interceptive measures. This book challenges key achievements and objectives in regard to criminalising the facilitation of irregularised migration by foregrounding the many negative side effects that have emanated from “stopping the boats”. The book will be of interest to researchers in the fields of anthropology and sociology, law and criminology, Asia-Pacific Studies, Southeast Asian Studies and international migration.

224 pages, Hardcover

Published April 22, 2022

1 person is currently reading
5 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (22%)
4 stars
5 (55%)
3 stars
1 (11%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (11%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Anton.
157 reviews10 followers
August 3, 2025
Tema penyelundupan manusia mungkin terasa jauh dari sebagian besar orang Indonesia. Setidaknya bagiku. Namun, buku ini membuka mata bahwa Indonesia ternyata berperan penting dalam proses perpindahan manusia dari negara-negara konflik menuju Australia. Posisi Indonesia menjadi penghubung, tetapi juga benteng Australia agar "terlindung" dari kedatangan manusia yang sebenarnya mencari kehidupan yang lebih baik tersebut.

Sebagai tempat transit, Indonesia menyediakan banyak tempat bagi migran dari negara-negara yang sedang mengalami perang atau konflik, termasuk Afghanistan dan Sri Lanka. Misalnya di pesisir selatan Jawa, pulau terluar Nusa Tenggara Timur, dan pesisir Sulawesi Tenggara. Karenanya, warga Indonesia pun banyak yang terlibat dalam rantai penyelundupan manusia ke Australia tersebut baik sebagai fasilitator maupun pembawa kapal.

Langkah yang kian hari kian ditentang Australia, baik pemerintah maupun sebagian besar warganya.

Buku ini membahas mulai dari ambiguitas Australia terhadap imigran. Negara ini lahir dari migrasi besar-besaran orang Eropa, tetapi kemudian menolak migran lain yang datang belakangan, termasuk dari China, Vietnam, dan saat ini Asia Selatan dan Timur Tengah. Bagian lain membahas mata rantai penyelundupan manusia ini, terutama orang-orang Indonesia yang terlibat, baik sebagai pelaku bisnis ilegal maupun sekadar pengantar yang bahkan tidak tahu (si)apa yang sedang mereka antarkan.

Disusun berdasarkan ratusan putusan pengadilan dan dokumen terkait migrasi, lebih penting lagi adalah cerita dari lapangan, buku ini membawa sisi lain penyelundupan manusia sebagai sebuah kejahatan negara yang tidak mau menerima manusia lain yang sedang ingin memperbaiki hidup mereka.
Profile Image for Ms.TDA.
244 reviews5 followers
January 19, 2026
“Mafia penyeludupan manusia dan segala sistem nya!”. Ya, mungkin itu kalimat yg pas setelah aku selesai membaca buku ini. 🛶Cukup unik dengan segmentasi yg jarang di soroti oleh berita, karena bisa dibilang sering ketutupan oleh kasus2 influencer maupun artis dg tujuan membungkam berita kemanusiaan yg ternyata sangat kompleks utk di kulik. 😮‍💨😵‍💫

Penyeludupan manusia tidak terjadi dg sendirinya atau dalam ruang hampa politik; ia muncul sebagai respons terhadap kesenjangan global dan rezim migrasi yang sangat membatasi. Belum lagi dg gejala dari kebijakan migrasi dan suaka yg cacat. 🫨🫥

Dengan penyajian data 143 kasus pengadilan di Indonesia yg dikumpulkan lebih dari 8 tahun, penulis sangat berupaya dalam memberi pandangan bahwa ketidakadilan penegakan undang-undang anti-penyeludupan manusia yg relatif baru di Indonesia: lebih banyak fasilitator miskin dan tersisih secara sosial yg dihukum dibanding yg kaya. 💥

Disini tercantum juga argumen yg kuat dimana industri perbatasan yg di gerakkan negara dan industri penyebrangan perbatasan yg digerakkan migran tidak pernah beroperasi “secara terpisah satu sama lain, namun saling terkait erat dalam proses dan produksi industri2 ini; keberadaan yg satu mendorong pertumbuhan timbal balik dari yang lain.” 💯😔
10 reviews
October 23, 2025
Antje menjelaskan sesuatu hal baru tentang migrasi orang-orang pengungsi melalui kasus Indonesia-Australia yang dapat mengubah cara pandangmu terhadap pengungsian atau bahkan 'penyelundupan'
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.