What do you think?
Rate this book


225 pages, Paperback
First published January 1, 2010
Karena cinta itu adalah ruh. Bapak yang mencintai anaknya, apabila ia meninggal dunia, sesungguhnya tidak pergi meninggalkan anak-anaknya, melainkan pergi bersama anak-anaknya juga. Karena, anak-anaknya itu adalah cinta juga bagi dirinya, yang melebur dengan dirinya sendiri ikut pergi bersama ruhnya. Menjadi sama abadi, di sana sampai selama-lamanya.
Dan anak yang mencintainya, ketika bapaknya meninggal dunia, maka sesungguhnya ayahnya itu tidak pergi, melainkan tetap selalu bersama dengan ruh si anaknya. Sebab, begitulah cinta. Selalu bersama-sama, termasuk ke mana pun si Anak pergi, di mana pun si Anak ada. Ayah yang dicintainya menjadi bagian dari ruh anaknya itu.
Jadi, ayahmu akan langsung hadir di ruang manapun yang bersesuai dengan kebutuhanmu. Akan hadir, juga dalam memorimu, kecuali engkau melupakannya. Akan hadir di dalam hati sanubarimu apabila engkau dirundung rindu kepadanya, termasuk rindu oleh sebab sedang merasakan kembali dampak dari kasih sayangnya selama dia “ada” bersamamu. Dan bahkan, dia hadir untuk ikut mengalir bersama air matamu, ketika engkau menangis.
Aku bisa menatap mukanya, itu adalah pilihan untuk mengetahui refleksi jiwa dan perasaanku serta bisa mendengar suara di dalam kepalaku: itulah dia bagaimana keadaanku. Apabila aku menjadi orang yang mengagumi dirinya, aku akan mendapati diriku membuang waktu berlama-lama dengannya. Apabila aku menjadi orang yang tidak suka dengan keadaan dirinya, aku akan tidak suka juga bertemu dengannya.
Tentu saja, aku berharap akan selalu menyukainya untuk aku akan suka bertemu dengannya. Atau apakah aku terlambat jika aku katakan: cintailah dirinya untuk mencintai dirimu, hargai dirinya untuk menghargai dirimu. Dan aku ingin apakah dia tampan atau tidak, tapi mari tetap kuhadapi dia, aku tidak ingin peduli untuk bisa tetap menghargainya. Nyatanya aku selalu akan mendapatkan hasil terbaik jika aku tersenyum kepadanya, jadi tidak perlu lagi melempar dirinya, selain aku jadi harus membeli cermin baru, juga merusak dirinya dan merusak keadaan diriku sendiri
"Uanglah yang seharusnya membutuhkanmu"
Bagaimana bisa?
"Sampai engkau memiliki kualitas diri yang menyebabkan uang yang akan membutuhkanmu mendatangimu.