Aku berasa kayak melayang habis baca novel ini. Soalnya ceritanya sungguh mindblowing tapi juga... sangat ber-plot hole kurasa.
Jadi di buku ini Josh menyadari bahwa realitanya tidak sama dunia aslinya. Dunia paralel. Ini terjadi karena perjalanan waktu. Josh menyadari itu karena Tyler tak lagi akrab dengannya. Bahkan orang-orang di Ek Naab pun tak ada yang mengenal Tyler, mereka adalah Ixchel, Benicio, dan Montoyo. Selain itu ada hal yang lebih gawat, lembaran Codex Ix sebagian besar kosong. Mereka hanya memiliki terjemahan Codex yang didapat Josh dari Thompson. Ada dugaan bahwa Sekte Huracan melakukan sesuatu untuk menyabotase Codex. Maka Josh pun terpaksa pergi ke era Maya Kuno untuk mencegah orang sekte merusak Codex. Masalahnya, tadinya yang harusnya pergi itu Montoyo. Namun, Montoyo menipu Josh. Dan nyatanya memang Gelang Itzamna hanya bisa digunakan oleh Bakab. Ixchel pun enggak sengaja terbawa bersama Josh.
Nah, di sini hole-nya. Bagaimana bisa Josh tiba di dunia paralel? Di buku ketiga, dia melakukan perjalanan waktu hanya untuk bertemu dengan ayahnya di Area 51, lalu kembali ke markas Sekte di Swiss untuk menyelamatkan dirinya. Setelah itu dia kembali dan bisa menemui Tyler. Tyler bahkan ikut pergi ke Ek Naab. Jadi perjalanan waktu yang mana yang bikin realita Josh akhirnya berubah, wong tadinya baik-baik saja? Ini sama sekali enggak terjelaskan.
Tapi ya udah, tetap saja kuikuti petualangan Josh yang sangat menakutkan di era Maya Kuno ketika Raja Yuknoom dari Dinasti Ular masih berkuasa. Secara tak diduga, ia bertemu dengan Marius Martineau yang menyamar menjadi Pendeta Jaguar. Ixchel lalu dipisahkan dari Josh dan akan dikorbankan oleh Lady Kerang Hitam yang membelinya dari pasar budak. GILA!!! Horor banget, sumpah! Serial ini serial middlegrade paling menyeramkan yang pernah kubaca.
Marius menggunakan Josh untuk mengambil Codex Ix di Makam Bangsa Maya. Nah, anehnya, jalan menuju makam itu dipenuhi dengan ular berbisa. Gimana caranya orang Maya masuk ke sana buat naruh mayat dan Codex itu coba??? Aneh ih.
Tapi you wis, lanjut. Josh disuntik dengan obat oleh Martineau yang membuatnya bisa memerintahkan orang, bahkan ular, untuk melakukan yang ia mau. Haaaa? Tapi berapa lama efek obat ini berlangsung? Tak jelas, karena setelah lolos dari ular itu Josh tak menggunakan kemampuannya lagi.
Setelah Marius mendapatkan Codex Ix, Josh dan Ixchel kembali ke masa kini. Namun, realita sudah jauh berubah karena ternyata dunia sudah terkena efek perang nuklir!!! Hanya beberapa negara yang tak terkena efek nuklir. Salah satunya Meksiko. Tak ada Ek Naab. Tak ada teknologi seperti komputer, ponsel, dan TV. Dalam realita yang seperti itu, tentunya ancaman gelombang super tidak terlalu berpengaruh. Meskipun aneh juga kalau enggak bakal ngaruh banyak karena sebenarnya komputer tetap ada, hanya saja cuma ada beberapa dan untuk urusan-urusan sentral saja. Di buku ini kayaknya logika ceritanya beneran di-downgrade, deh. Josh dan Ixchel sempat berpikir bahwa mereka sebaiknya menghabiskan waktu berdua di realita yang ini. Karena toh mereka bisa bertahan dari uang penjualan perhiasan-perhiasan emas yang tadinya dipakaikan ke Ixchel sebelum dia nyaris dikorbankan.
Secara tak terduga, mereka bertemu lagi dengan Susannah St. John. Susannah dalam realita ini adalah seorang yang kaya raya. Dialah yang seharusnya membeli sisa perhiasan-perhiasan emas Ixchel. Mereka berdua mengenalnya dari seorang pengurus museum Meksiko. Dari Susannah lah mereka mengetahui soal inskripsi bergambar Gelang Itzamna yang ditemukan di situs bawah air di Izapa. Dari foto-foto inskripsi itulah Josh tahu di era mana ia bisa menemui Itzamna. Mereka menduga mereka harus menemui Itzamna untuk menyelamatkan Codex-Codex dari Marius.
Dan mereka beneran ketemu Itzamna, dong. Tapi ternyata Itzamna cuma penjelajah waktu yang nyasar karena enggak sengaja mengaktifkan gelang. Udah gitu gelangnya rusak pula sehingga dia enggak bisa kembali. Jadi, setelah menyuruh Ixchel dan Josh menyelesaikan salinan Codex Ix (yeah!!!), dia tadinya mau merebut gelang Josh untuk kembali ke masanya di abad 22. Pada abad itu, Sekte Huracanlah yang berkuasa pasca serangan gelombang energi dari luar angkasa. JDHAR!
Namun, sebelum Itzamna alias Bosch Zolts ini merebut gelang Josh, Marius datang. Dia rupanya sudah beberapa minggu sampai lebih dulu dan menyamar menjadi orang Maya. Kali ini samarannya berhasil karena kulitnya sudah secoklat orang Maya.
Dan akhirnya... Uwaaaah. Menegangkan, melegakan, tapi juga membingungkan!!!
Ah udahlah, langsung ke buku kelima aja. Tinggal misteri Bangsa Erinsi yang belum terkuak nih.