Un expert de la police scientifique au service de la justice ! Adapté en série TV au Japon en 2019 ! Le département spécial de la police appelé "Institut d'enquête scientifique' est chargé de relever tous les éléments des scènes de crime qui pourraient aider à la résolution des enquêtes. C'est le premier jour de travail dans ce département pour Nonna. Elle est placée sous la direction de Reiji, un policier scientifique hors pair qui est dans le service depuis 8 ans. Ce dernier est peu sociable, mais c'est un technicien de talent. Il est entré dans ce département, car 23 ans auparavant, sa famille a été brutalement assassinée, et depuis, il n'a pour but que de servir la justice et arrêter les criminels. Dans ce premier tome, les enquêteurs sont devant deux cas sensibles : un viol ayant causé la mort in utero d'un fœtus et un meurtre où un fils aurait tué son père. On apprendra dans ce dernier cas que le père violait sa fille, que celle-ci l'a tué. Le frère a alors endossé la responsabilité du crime pour la protéger.
Saatnya porsi yang lebih banyak untuk membahas alur utama, tetapi saya malah kurang tertarik. Hahahaha. Beberapa orang di sekitar Reiji Mano ternyata punya peran, meski sedikit-sedikit, dalam kasus yang dialami oleh keluarganya.
Dari kasus Shimahara, saya jadi tahu bahwa DNA mitokondria diwariskan hanya dari ibu ke anak, tidak diwariskan dari ayah. Jadi, kita dapat melihat apakah seseorang memiliki kerabat dari garis keturanan ibu atau tidak dari DNA mitokondria.
Satu-satunya yang menarik dari volume ini, buat saya, justru adegan ketika Mano menghadiri resital piano dengan jas. Segar rasanya melihat perkembangan hubungan antartokoh, dalam hal ini Mano dan Sawaguchi, di tengah intensitas pengejaran Mano terhadap 'tersangka' pembunuh keluarganya.
At the beginning of the series, Seargeant Toramaru strongly suggested that Mano leave the investigation of his family's murder alone. Now we know why. Even though we've known from the beginning about a cover-up, it's so frustrating to see that higher up's have thwarted the investigation for years. It didn't just get buried, it was actively suppressed through the years.
The story of the piano player trying to identify her mother's body was touching, but again kind of bordered the line of being an excuse to show off Mano's mad skillz.
The ending was really strong, with Mano letting go of his talisman; ready to move on and take action.
Kali ini, pemeriksaan DNA seorang anak dengan satu jenazah yang diduga ibunya ternyata menunjukkan hasil yang tidak diharapkan. Untunglah penulis nggak berhenti sampai situ saja. Meski terasa agak "keluar" jalur, misal ikut serta urusan "mengapa hasil bisa berbeda dan menemukan kebenarannya", dari situ saya jadi tahu ada cara tertentu untuk memeriksa seorang anak dengan kerabat ibunya. Sesuatu yang 'pasti' ada dan terwariskan dalam kekerabatan sang ibu, dan tidak ditemukan dalam kekerabatan sang ayah.
Mulai diceritain sedikit2 tentang keluarga Mano yg ternyata salah satu kakaknya bukanlah kakak kandungnya. Lalu ada sedikit peringatan dari Toramaru kalau bisa saja ada hal yg tidak diinginkan jika Mano tetap bersikeras untuk mengungkapkan kebenaran tentang kematian keluarganya.
Berat banget pasti jadi Pak Toramaru buat lanjutin mecahin kasus atau keluarganya. Kata-katanya ke Mano buat jangan terlalu fokus ke masa lalu ada benernya juga.
Kasus yang berkesan menurutku tentang Ibu seorang pianis. Belum lega kasus tersebut kelar, udah dikejutin dengan fakta baru tentang status Yoshikazu maupun serpihan bukti keterlibatan Hiroki Dan di kasus kematian Nizuma.
Tidak banyak kasus episodik di sini. Adapun kasus terkait kematian ibu pianis terkenal, dan lebih mengedepankan sisi emosionil hubungan antar manusia ketimbang intrik kasus. Lagi dan lagi tetap masih menunggu perkembangan Mano vs Dan