Pernah satu saat ketika menolong seorang ibu melahirkan, aku dan Budi megang toa serta spanduk bertuliskan: "Ayo, Ibu! Kamu bisa!" Sementara itu, Evie lompat-lompat dan jumpalitan di depan si Ibu kayak cheerleader, lengkap dengan pompomnya, sambil ikutan teriak-teriak, "Ayooo, Ibu bisaaa!!! Tarik napassss!!! Doroooonggg!!! Doroooooonggg!!!"
Ibu yang sedang menjalani persalinan itu saking terharunya melihat usaha kami sampe teriak, "Doook! Huf...huf...huf.... Aduuuh... huf... huf... huf... dorong... dorong, saya jadi pengen pup! ... Huf... huf...huf!"
Tiba-tiba... Prrrooootttt!!! Si Ibu beneran pup! Alhasil, aku, Budi, dan Evie dihukum PPDS untuk membersihkan lantai kamar bersalin.
Ketemu lagi sama dokter dodol, Ferdiriva, yang akan membuat kalian jumpalitan ketawa lewat tulisannya. Banyak pengalaman lucu dibagi sama Riva, sewaktu ko-ass atau pendidikan lanjut mahasiswa kedokteran dulu. Mulai dari nanganin pasien yang ngejedot-jedotin stetoskop ke kepalanya sendiri, sampai dia sendiri yang ngejedot-jedotin kepalanya ngehadapin dosen.
Ferdiriva Hamzah adalah dokter spesialis mata tamatan FKUI dan saat ini praktik di rumah sakit mata ternama di Jakarta. Ia telah menerbitkan lima buah buku; Riva The Explorer: Petualangan yang Menggelikan, The Journeys (buku kompilasi dengan penulis lain), CADO CADO: Catatan Dodol Calon Dokter, CADO CADO Kuadrat: Dokter Muda Serba Salah, dan CADO CADO 3: Susahnya Jadi Dokter Muda.
Got this from my cousin who made up his room. Not really a fan of humor books but this one is not bad. Anyway, it also gives me insight about doctor's life in hospital.
Buku kedua karya Dokter Riva yang saya baca. Cukup menghibur tapi kadang juga jayus ya 🙂 hahaha... Tapi gapapa, sedikit banyak jadi tau suka duka kehidupan para ko as.
Buku yang oke aja masih satu line cerita sama buku pertamanya. Kayanya disini ada kisah horornya. Tapi namanya calon dokter kaya gak ngaruh aja sama dianya.
Baca ini saat kuliah sekitar tahun 2014. Bukunya lucu, walaupun penulis dan backgroun ceritanya tentang kedokteran tapi masih bisa dipahami dan komedinya dapet. Bacaan yg cukup ringan dan menghibur
Buku ini masuk ke dalam kategori nonfiksi dan komedi, mungkin masuk ke memoar kali ya, yang bercerita tentang pengalaman penulis selama menjalani masa studinya sebagai ko-ass atau calon dokter magang. Di halaman pembuka sudah dijelaskan--cukup membantu bagi pembaca awam--tentang bagaimana mahasiswa kedokteran bisa berstatus sebagai ko-ass.
Berisi beberapa part yang dibagi sesuai dengan bagian-bagian spesialisasi rumah sakit, berisi pengalaman penulis saat berada di bagian itu. Tidak hanya itu saja, juga ada banyak hal-hal tak terduga yang disampaikan penulisnya, entah berhubungan atau tidak, dengan tempat magangnya. Misalnya, saat bercerita tentang dokter jadul yang terjebak dalam masa lalu (...). Selain itu, tentu saja cerita yang dijual dalam buku ini menarik untuk dibaca. Tidak hanya itu saja yang disajikan, namun banyak pengalaman hidup yang bisa dipetik darinya.
Ada cerita lucu misalnya saat ko-ass di bagian bedah, atau saat bertemu dengan Bu Tuti--ibu pemilik rumah makan dekat rumah sakit yang masakannya enak--yang mau melahirkan. Atau saat mengerjai temannya sesama ko-ass bernama Gerald yang menyebalkan. Ada yang membuat haru, dan banyak pelajaran terutama untuk tidak memberikan harapan yang tidak bersesuaian dengan kondisi pasien. Dan masih banyak lagi.
Kesan saya saat membaca ini, seru, kocak, meskipun di awal saya jujur susah membedakan mana cerita yang sebenarnya mana yang dilebih-lebihkan (saya biasa menemukan perasaan ini saat membaca buku-buku komedi). Jadi, yang sekiranya memang berlebihan saya anggap itu hiperbola. Ada beberapa juga yang garing sehingga saya hanya bisa 'ha ha ha' sambil mengerutkan dahi. Tapi ini hanya terjadi pada sepersekian halaman awal. Selanjutnya, saya cukup terhibur dengan buku ini.
Setidaknya membuat saya tahu bagaimana situasi di balik layar pekerjaan dokter di rumah sakit. Yah sedikit menurunkan kadar kekakuan yang sempat saya pikirkan tentang dokter, hehehe. Sebagaimana guru saat di luar jam pelajaran di kelasnya, dokter pun ternyata sama.
Lucu, menjijikkan dan kadang menyentuh (ga tau bagian mana dah yang tersentuh). Ngakak guling-guling baca kehidupan si Bu dokter Riva(eh salah dink, Pak dokter) waktu menjalani koas. Meskipun cara baca saya terbilang aneh dengan membaca buku ketiga lalu kedua (maklum cari gratisan), saya tetep bener-bener puas bacanya. Memancing saya untuk beli buku pertamanya karena adik saya yang kuliah kedokteran tahun kedua ternyata cuman punya nomor dua dan tiganya. Lucu dan super menghibur.
Cerita yang paling nempel di kepala tentu saja yang super menjijikkan ketika lab patologi di mana harus kasih sampel ee. Aduh itu sebenernya mau baca males tapi lucu. Super menjijikkan dan selalu pengen teriak "Ewwwww...". Yah makasih dek Pak dokter saya jadi makin kepingin mendalami bidang ilmu patologi ini entah mengapa hahaha.
Buku-buku seperti ini emang terkadang dianggap sampah dan hanya untuk guyon-guyonan saja, tapi menurut saya buku ini benar-benar memberikan ilmu. Darimana ilmunya? Karena banyak curhatan dan cerita lucu nan nyebelin, kita jadi tahu sebenernya seberapa susah menjadi dokter itu. Dari curhatan orang dalam kita tahu gimana intrik-intrik yang terjadi. Dan bagaimana dunia perdokteran yang sebenernya ada di Indonesia. Dari buku ini kita tahu mengenai tingkatan-tingkatan untuk menjadi spesialis, gimana mereka bekerja dan tentu saja memaklumi dna mengerti apa yang terjadi apabila nanti kita yang menjadi pasien. yah mudah-mudahan aja deh ketemu koas yang unik nan lucu macam Riva ini.
Buku komedi personal literature pertama yang saya baca yang menggunakan kata ganti orang pertama "aku". Kebanyakan buku personal literatur yang pernah saya baca menggunakan kata ganti orang pertama "gue". Mungkin supaya terkesan kekinian dan ringan. Ternyata kata ganti "aku" tidak akan mengurangi tingkat komedi dalam sebuah buku. Sudah dibuktikan dalam buku ini.
Cado-cado. Judul ini sebenarnya sudah malang melintang di depan mata saya sejak masih SMA. Dulu sudah banyak teman-teman sebangku yang sudah baca buku ini. Dan saya sendiri 'kebetulan' baru baca sekarang. Dulu saya masih ingat pernah membaca beberapa paragraf dari serial Cado-cado tentang praktikum penelitian sperma (bukunya dipinjam beberapa menit dari salah seorang teman). Sekarang saya baru ingat ternyata buku bacaan yang pernah saya baca itu judulnya juga sama; Cado-cado, cuman dulu cover bukunya bergambar tengkorak pake masker.
Oiya, buku ini terbagi beberapa bab (menurut spesialis ko-ass nya). Beberapa yang paling lucu menurut saya; Ko-Ass Ilmu Bedah, Ko-Ass Obygyn dan Ko-Ass Ilmu Penyakit Dalam. Komedinya kebanyakan bersifat tragedi dan beberapa yang membuat saya 'ngakak' adalah adegan dimana menggambarkan seorang dokter yang benar-benar dodol (eh, kayaknya semua deh).
Overall, buku ini cukup menarik, lucu dan menambah pengetahuan dibidang kedokteran. Recomended buat calon-calon dokter.
"Pelit" ini keren... One thing that i wanna tell you, some books would might be your moodbooster. At the morning, when i get drop, down, then I read this book. I feel better. Yeah, this books prove it. it works.
buku ini bakal ngasih kamu kemungkinan jawaban 'gimana sih kalo mau jadi dokter' dari mantan calon dokter (dodol). di buku ini, lo bisa nemuin bagian terjorok (pas jalanin ritual gulung kolor, nempel upil di pintu bangsal), lo bisa juga rasain ngenes (pas cado-nya ngasih harapan palsu ke pasien, dan nggak lama pasiennya udah meninggal grgr penyakit yg dianggap sepele sama cado). kalo lo mau nanya bagian mana yang paling lucu, gue pikir lo mesti baca sendiri. sumfeeh, buku ini high-reccomended apalagi buat mahasiswa kedokteran yang stress sama kehidupan kampusnya :p
Menurut saya, buku ini cenderung masuk ke genre pengetahuan. Sebenernya, buku ini membuat saya nggabisa berenti baca sampe halaman terakhirnya. Dan tau-tau aja udah selese. Tapi, selama membaca, saya ga menemukan sesuatu yang bisa dibuat ketawa--oke, kecuali mungkin yang bab Dokter Cabul, sama yang ibu-ibu jualan mie jadi baik hati.
Saya belum pernah ngebaca buku cado-cado sebelumnya, dan ini yang pertama saya baca. Banyak banget pengalaman yang di-sharing. Jadi tau kalo bercita-cita dokter itu sesusah apa. Meriksa eek, nyentuh payudara, tiop kateter (eh, benerkah nulisnya? Kateter?)
Enjoy dengan penulisannya, tapi ga ketawa sama sekali. Mungkin karena saya bercita-cita jadi dokter ya, makanya penasaran sama pengalaman dokter yang satu ini? Entah. Intinya enjoy aja. Mblr.
ngakak guling2 kebayang muka pak dokter Prediripa dalam menjalani semua itu,, beda dengan PeLit yang pernah kubaca sebelumnya (Raditya Dika's), aku ga bs milih cerita mana di cado2 yang paling aku suka,, karena - meskipun terdiri dari cerita2 pendek - dari awal sampai akhir ada alurnya dan jadi satu cerita utuh,, baca ini mulai dari senyum - ah biasa aja, ketawa - lucu juga, ngakak - sengakak-ngakaknya, sampai berdehem - yea naluri dokter yang wise keluar akhirnya,, buku ini cocok dibaca untuk mahasiswa jurusan apaa saja, terutama mahasiswa tingkat akhir! *ngaca* XD
Buku mengenai perjuangan yang dibalut dalam humor. Ya, menjadi seorang dokter bukanlah perjuangan yang mudah, banyak hal yang harus dilalui. Tetapi seorang Ferdiriva Hamzah dapat menunjukkan sisi lucu dan menyenangkan dalam proses itu.
Bagi seorang calon dokter, buku ini bisa menjadi penyemangat, penghibur, sekaligus pengubah sudut pandang atas segala kesulitan yang sedang dialami.
Bagi orang awam, buku ini cukup mudah dimengerti karena penyampaiannya yang ringan dan tidak terlalu berbau medis. Menambah sudut pandang tentang dunia seorang dokter.
Buku ini menceritakan pengalaman-pengalaman "lucu" yang dialami oleh penulis selama dia menjalani ko-ass. Genre yang diusung oleh novel ini secara jelas dinyatakan sebagai komedi. Selama membaca buku ini saya sama sekali tidak mengeluarkan tawa maupun hasrat untuk tertawa. Hanya sebuah cengiran kecil dan kernyitan di dahi. Bisa dikatakan saya sama sekali tdak menemukan 'kelucuan' dalam buku ini. Tapi saya menikmati pengalaman sang penulis sebagai ko-ass; 'jabatan' yang tidak semua orang bisa merasakan pengalamannya).
Masih seru seperti buku sebelumnya. buku ini sukses membuat saya tidak beranjak sedikitpun saat membacanya. kelebihan buku ini dibanding buku komedi lain adalah kita bisa sekalian belajar tentang istilah istilah kedokteran. bagaimana proses diagnosa seorang dokter. bagaimana etika seorang dokter. sampai bagaimana sudut pandang sang dokter terhadap ilmu kedokteran itu sendiri. selain itu, tentu saja buku ini juga masih menjelaskan suka duka duka seorang dokter muda saat menjalani masa ko-ass yang penuh ujian maha dahsyat nan menegangkan urat syaraf.
dibalik tahap-tahap pembelajaran yang dilalui seorang mahasiswa mulai dari preklinik hingga klinik,siapa yang menyangka di tengah beratnya tugas-tugas dan beban seorang koas (dokter muda) yang seringkali dianggap sebagai posisi terendah dalam dunia pendidikan dokter, terselip juga humor-humor yang dilalui Ferdiriva Hamzah di tengah-tengah pengalamannya sebagai masa koas adalah masa terberat namun paling berkesan dalam perjalanan menjadi seorang dokter.
Buku yang membuat saya tak bisa menahan tawa saat membaca halaman demi halaman,ada-ada saja kelakuan dokter yang satu ini. Buku ini sedikit menghilangkan ketakutan saya akan Koass, seberat apapun koass yg nanti akan saya jalani toh ada juga yang bisa menyelesaikannya dengan santai bahkan penuh humor seperti dokter yang satu ini. Buku ini memancing saya untuk membeli seri yang lainnya dari karya ferdiriva Hamzah, karena justru buku kedua dari seri Cado-Cado ini yg miliki pertama.
Baru kali ini saya membaca karya Ferdiriva Hamzah dan sumpah deh, gak kuat menahan tawa!
Bercerita tentang pengalaman Riva selama ko-ass, dari bertemu dokter super jadul sampai teman yang sedikit-sedikit "Dok, papa kirim salam." Favorit saya adalah ketika Riva dkk harus membawa faeces. Asik banget buat penghilang stress!
saya rasa memang benar jika buku tertentu dibuat untuk usia tertentu dan kalangan tertentu. baru setengah membaca buku ini, saya tidak kuat membacanya. rasanya kurang pantas saja menertawakan pasien yang sedang kesakitan. mau dibilang namanya juga koas, ya tetap saja sangat kurang profesional kalau apa yang menimpa pasien kita dijadikan lelucon masal
Awalnya iseng beli buku ini karena aku beli dengan harga diskon lumayan gede. awal baca belum ada selentingan atau sentilan sentilan yang bikin ketawa. tapi buku ini mampu membuat saya melanjutkan terus membacanya (mungkin karena penasaran dimana lucunya) udah mau bilang "ini bukan tipe saya" tapi makin ke halaman belakang. petjah. petjah petjah dan petjah. ratting 3.5
Oke, ini buku aku baca pas insomnia sedang kambuh dan bukan obat yang baik. Soalnya bacanya sambil ketawa, gimana mo bisa tidur. Masih dengan kedodolan si Riva calon dokter yang lagi ko-ass. Tetap mengihibur dengan cerita yang aneh selama ko-ass itu. Tapi ada juga sisi kemanusiaannya.
Sangat ringan, menghibur, lucu, dan selain banyak situasi konyol, ada beberapa--lumayan banyak--kalimat bagus tentang kehidupan yang bisa ditelaah maknanya. Intinya, kehidupan ini keras, butuh perjuangan, tapi hadapi dengan tenang. Keep writing doc!
cerita tentang calon dokter ketika KO-AS.. memang kadang ada becandaan2 yang "lokal" yang sepertinya ditujukan untuk para dokter/ calon dokter di luar sana..
tapi pada akhirnya, cara bertutur riva yang suka "lebay" ternyata cukup menghibur..
baru tahu malah klo buku ini justru buku keduanya seri cado-cado dokter ngocol.
menghibur, cara ferdiriva bercerita menarik kok. Jadi inget cerita-cerita temen yang dokter dan ceritanya malah lebih menarik sih kalo mau dibukukan. Dokter juga manusia :)
Overall, ceritanya bagus & susunan kalimatnya juga OK. Cukup membuat ketawa-ketiwi sendiri, tapi ada beberapa (banyak sih) yang terkesan lebay, namun masih dalam taraf OK.
Buku ini OK. tidak bagus, juga tidak jelek. namun pas. :)
Asli ngakak!!! Ini lebih lucu dari OVJ, atau PAS mantap.. Sebenernya ini sekuel dari buku Cado-Cado yang pertama. Buku ini disusun tiap subbab dengan cerita yang lucu banget. Menggambarkan koas secara garis besar. Pelepas stres banget. Coba pasti ketagihan..
gak nyampe 3 jam udah kelar baca dan ngakak banget! sumpah, buku ini hiburan banget setelah kemarin cukup lama terkapar karena sakit. udah lama banget gak baca buku komedi yang lucu banget. gak nyesel beli dan baca buku ini :)