Pada suatu malam, tiba-tiba Miki mendapat telepon dari kakaknya, Mita, yang hidup terpisah. Di telepon, suara Mita mengharapkan pertolongan. Tanpa disadari, Miki telah terlibat dalam kasus pembunuhan...
Naaah! Saya... merasa sangat kagum pada Yoko Matsumoto sensei saat membaca karya ini. Soalnya, dia mangaka yang sama dengan Cinderella Express, bukan? Dari kisah komedi ala-ala begitu, ia juga membuat Missing Face dan Misteri Harta Karun. Hebatnya lagi, perasaan mencekam di komik ini membuat saya bergidik!
Lurus dan membuat penasaran. Saya suka plot dan penyelesaian Missing Face ini. Clue yang diberikan sangat cukup untuk menebak dan terombang-ambing dalam tebakan *eh*. Nilai plus-nya adalah... disini tidak memakai hantu, tetapi pelakunya memang lebih mengerikan dari hantu ^^.
Begitulah, saya membaca komik ini dan Misteri Harta Karun dalam kurun waktu berdekatan. Saya lebih suka komik ini, mungkin karena runtut penyelesaiannya yang terasa lebih pas. [8.2/10]
Seru dan mencekam. Sejak lembaran pertama, ketegangan sudah menyebar ke mana-mana. Ceritanya sendiri berkisah tentang Miki Darmawan yang pindah ke Perguruan Josei atas permintaan kakak perempuannya, Mita Darmawan yang mengaku diteror geng anak kaya pimpinan Anggi. (Pssst, agak heran saya dengan penamaan karakter di komik ini, kok berbau Indonesia begitu ya)
Oke, kembali ke cerita, untuk menolong kakaknya, Miki pun pindah ke Perguruan Josei. Setibanya di sekolah bergengsi khusus anak-anak orang kaya itu, Miki langsung dihujani teror dan musibah. Mulai dari kematian Mita (yang ditemukan tewas dengan wajah hancur penuh luka), sampai satu demi satu pembunuhan yang ironisnya menjadikan Miki sebagai salah satu tersangka utama.
Gambar : 4 bintang...aku suka, detil, bersih, dan seremnya dapet~
Cerita : 3 bintang...kadang pembahasan misterinya ada yang bikin, "Eh, kok bisa gitu?" atau "Rasanya kok rada aneh yaa..." Tapi secara keseluruhan: lumayanlah~ seru (^-^)
Ada juga cerita tambahannya, yang anak-2 pergi ke pulau dan terjadi kematian, satu demi satu..... ψ(`∇´)ψ