Tak sembarang orang bisa memahami makna cinta dan kebahagiaan. Demikian pula dengan Mutiara. Ia begitu tertatih memaknai cinta.
Sejak biduk mama dan daddy-nya hancur, Mutiara menjelma menjadi sosok dingin dan sinis dalam memaknai cinta itu. Seluruh gulananya tertumpah dalam puisi, cerpen, dan artikel. Tidak itu saja, ia mengukir "prestasi" lain dengan mencampakkan banyak lelaki yang mengejar-ngejar cintanya.
Akan tetapi, ada seseorang yang telah memikat cintanya, hingga Mutiara terjebak oleh perasaannya sendiri. Ia seperti memasuki dunia lain yang sungguh berbeda.
Apa sesungguhnya yang dicari Mutiara? Siapa pula yang telah memikat cintanya?