Jump to ratings and reviews
Rate this book

Lelaki Kabut dan Boneka

Rate this book
Kumpulan cerpen-cerpen pilihan Helvy Tiana Rosa, dalam dua bahasa.

188 pages, Paperback

First published January 1, 2002

1 person is currently reading
151 people want to read

About the author

Helvy Tiana Rosa

72 books948 followers
Helvy Tiana Rosa is widely recognized for her works in Indonesian literary and for her relentless efforts to encourage people, especially the young, poor and women, to write and publish their own works.

She was born in Medan, 2 April 1970 and had a bachelor and master degree of literature from Letters Faculty of University of Indonesia. She wrote more than 50 books, like Juragan Haji (The Juragan Hajj, 2014), Tanah Perempuan (The Woman’s Land, 2009), Segenggam Gumam (A Graps of Murmur, 2003), Mata Ketiga Cinta (The Third Eyes of Love, 2012) and Ketika Mas Gagah Pergi (When Mas Gagah Leaves, 1997). Some of her works were already translated in English, Japanese, Arabic, Swedish, German, French, and so forth. She was frequently invited to speak and read her works both in Indonesia and abroad, like Malaysia, Brunei, Singapore, Thailand, Hong Kong, Japan, Egypt, Turkey, and USA.

In 1990 she established Teater Bening as a director and script writer for the play performances. She was the former editor and the Chief Editor of Annida Magazine and later she involved intensively to help the emergence of writers from different social backgrounds in many cities in Indonesia and abroad through Forum Lingkar Pena (FLP) which was founded by her in 1997. Koran Tempo named her as Lokomotif Penulis Muda, A Locomotive of Young Writers, and The Straits Times named her as a pioneer for contemporary Indonesia Islamic literature (2003).

Helvy received more than 40 awards of national level in the field of writing and community empowerment, like A Literary Figure from Balai Pustaka and Majalah Sastra Horison (2013), A Figure of Books of IBF Award from IKAPI (2006), A Literary Figure of Nusantara Islamic Literary Festival (2016), A Literary Figure of Eramuslim Award (2006), Ummi Award (2004), Nova Award (2004), Kartini Award as one of The Most Inspiring Women in Indonesia (2009), and SheCAN! Award (2008). Her poem Fisabilillah was The Winner of Iqra Poetry Writing Competition of National Level in 1992, with the juries: HB Jassin, Sutardji Calzoum Bachri and Hamid Jabbar. Her short story Jaring-Jaring Merah was appointed as one of the best short stories of Sastra Horison Magazine in one decade between 1990 and 2000. Bukavu (LPPH 2008) was a nomination of Khatulistiwa Literary Award in 2008 and she became The Most Favourite Poet, and her work Mata Ketiga Cinta was chosen as as The Most Favourite Poetry Book of Indonesian’s Readers from Goodread Indonesia in 2012. She was arwaded an honour of Anugerah Karya Satya Lencana from the President of the Republic of Indonesia (2016).

She became a member of Jakarta Arts Council (2003-2006) and as the Founder and the Advisor of Bengkel Sastra Jakarta and also as a Member of The Southeast Asia Board of Literature (2006-2014). Now, she is a vice chair of Islamic Culture and Art Development Commision, The Council of Islamic Scholars of Indonesia, and a Member Social and Art Commision, The Council of Islamic Women Scholars of Indonesia.

Helvy then was listed in 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesia (33 People of The Most Influencial Literary Figures in Indonesia) written by Jamal D. Rahman et al (Gramedia, 2014). For nine years, from 2009 to 2017, She was also chosen out of 20 Indonesian people who were listed in 500 People of The Most Influencial Moslem Figures in the World, as research result conducted by Royal Islamic Strategic Studies Centre, in Jordan with several high rank universities in the world.

Recently, she took charge as a producer for two movies based on her novel 'Ketika Mas Gagah Pergi." The first movie was released in 2016 under the same name. The sequel 'Duka Sedalam Cinta' is planned to be released in 2017.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
128 (40%)
4 stars
68 (21%)
3 stars
98 (31%)
2 stars
18 (5%)
1 star
2 (<1%)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews
Profile Image for Krista the Krazy Kataloguer.
3,873 reviews331 followers
September 1, 2016
I found I could only read one or two of these stories at a time, as they're filled with such raw emotion. The stories are about the persecution of innocent Muslim women, children, and elderly people by various factions in Indonesia, Palestine, and Bosnia-Herzegovina. I hope to God these stories were not personally experienced by the author. Such suffering!

My favorite stories were "In Search of a Smile," which had the mystical quality of a Hermann Hesse tale, and "A Meeting in a Silent Garden," about a woman cheated on and beaten by her husband, with an interesting twist at the end. Several of the stories were confusing to me either because the translation wasn't clear or because I didn't understand the culture well enough.

The edition I read was in Indonesian and English. There is no indication of who did the translation, but since I know the author speaks English, I assume she did. The quality of the translations varies from story to story. In order for these stories to be fully appreciated by an American audience, the English needs to be smoothed over and more notes need to be added to explain references to things, places, and events that Americans might be unfamiliar with. An introduction explaining the history of Muslim persecution would also be helpful.

Helvy Tiana Rosa is clearly a talented writer. I would love to see her stories published in the U.S.
Profile Image for Ronidin Sukat.
21 reviews
March 19, 2008

Buku ini ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Isinya sungguh berbeda dengan kumpulan cerpen kebanyakan. Helvy mengajak kita merenung dengan sangat dalam lewat berbagai simbol dan metafor yang indah juga penuh luka. Buku yang sangat bagus!
Profile Image for Muhden.
5 reviews
March 2, 2008
saya sudah tamat membaca buku kumpulan cerpen karya mbak Helvy Tiana Rosa ini. sejak saya masih duduk di bangku SMA. saya suka dengan cerpen yang berjudul Jaring-jaring Merah, dan untuk Lelaki dan Boneka sempat saya kupas bersama teman-teman saya belum lama ini di kampus. untuk memenuhi mata kuliah apresiasi prosa fiksi. ada kebingungan dalam tokoh sunyi dan amarah. yang membuat saya sebagai pembaca harus dengan detail mengupasnya.
3 reviews
March 4, 2008
Bu helvy ini saya yudi murid 1D buku ini yang berjudul lelaki kabut dan boneka sangat bagus apalagi ibu yang menceritakan minggu kemaren hebat baget dah bu. gak ada duanya.
Profile Image for wulandanwulan.
1 review
February 21, 2025
Bacaan selingan di tengah bacaan yg agak berat. Yg menonjol dari kumpulan cerpen ini, seringnya penggunaan latar peristiwa sejarah baik di dalam/luar negeri. Menarik bukan. Penggunaan bahasa daerah pun menambah warna dimasing2 judul cerpennya.
Profile Image for Faj.
238 reviews
August 29, 2023
Kumpulan cerita pendek pilihan Helvy Tiana Rosa dalam dua bahasa yang menggugah hati.
Profile Image for ayanapunya.
338 reviews13 followers
October 6, 2010
Lelaki Kabut dan Boneka berisi 10 cerpen mba Helvi yang dimuat di beberapa media dalam kurun waktu 1995 - 2001. Selain versi bahasa Indonesia, sepuluh cerpen tersebut juga ditranslasikan ke dalam bahasa Inggris. Saya sendiri baru menyelesaikan 1 versi bahasa inggrisnya. Dan yah, buat ukuran orang dengan bahasa inggris yang pas-pasan seperti saya, cerpen versi bahasa inggrisnya cukup mudah dimengerti.

Beberapa cerpen dalam buku ini ditulis dengan latar berbagai peristiwa di negeri kita. Cerita pertama, Jaring-jaring Merah, bercerita tentang kehidupan seorang gadis yang mengalami gangguan kejiwaan setelah kehilangan seluruh anggota keluarganya pasca Daerah Operasi Militer berakhir. Cerpen ini dinobatkan sebagai salah satu cerpen terbaik majalah Horison dalam kurun waktu 1990-2000. Lalu ada juga Darahitam yang berlatar tragedi Sampit beberapa tahun yang lalu, ada pula Ze, kisah seorang anak Timor Leste yang hanya menginginkan kedamaian di negerinya yang sedang sibuk memilih antara integrasi atau kemerdekaan, serta Sebab Aku Angin, Sebab Aku Cinta yang berkisah tentang tragedi Ambon tahun 1999 yang lalu.

Selain 4 cerpen di atas, kita juga akan diajak untuk Mencari Senyum, sebuah cerpen berbentuk naskah drama yang cukup menarik dinikmati. Seorang lelaki tua berkelana ke berbagai tempat untuk mencari senyum yang telah menghilang di kotanya. Beberapa orang berusaha menolongnya dengan berbagai cara, namun pada akhirnya mereka juga harus mencari pertolongan untuk mencari senyuman yang hilang di wajah mereka.

Ada juga Lorong Kematian , cerpen berlatar perang di Bosnia Herzegovina yang berhasil membuat saya bergidik. "Menyaksikan" bagaimana tentara Serbia dengan kejam membantai dan membunuh warga Bosnia, dan menelantarkan mereka di jalan dengan pakaian Serbia sungguh membuat saya ngeri. Belum lagi membelah perut para perempuan hamil. Ah, benarkah semua itu?

Ibadah Haji juga menjadi salah satu sumber inspirasi mba Helvi. Dalam Juragan Haji diceritakan tentang Mak Siti yang hanya bisa terkagum-kagum mendengar cerita sang majikan yang akan menunaikan ibadah haji untuk ke empat kalinya. Cerita yang kalo boleh saya katakan satu jurusan dengan cerita Emak Ingin Naik Haji ini berusaha menggambarkan sebuah ironi dari orang-orang kaya yang berkali-kali menunaikan ibadah haji namun melupakan orang-orang di sekitarnya.

Cerpen yang dijadikan judul dalam buku ini sendiri, yakni Lelaki Kabut dan Boneka, bercerita tentang seorang lelaki bernama Angkara yang ingin memusnahkan negerinya sendiri. Lelaki yang digambarkan tiada mempunyai wajah tetap ini memiliki ribuan boneka yang membantunya dalam menghancurkan negerinya.

Dua cerpen lain dalam buku ini yakni Hingga Batu Bicara, yang dilihat dari judul pun mudah sekali ditebak bercerita tentang apa serta Pertemuan di Taman Sunyi yang berkisah tentang seorang istri yang dikhianati suaminya juga layak mendapat acungan jempol.

Membaca kumpulan cerpen karya Helvy Tiana Rosa ini membuat saya semakin terkagum-kagum pada beliau. Bagaimana beliau membalut berbagai kejadian di sekitar beliau dalam sebuah cerita benar-benar memberi inspirasi, terutama bagi para penulis pemula. Bahwa ada begitu banyak hal yang bisa dijadikan ide dalam menulis cerita.
Profile Image for Bai Ruindra.
42 reviews1 follower
September 14, 2014
Sebuah karya sastra yang bernilai dari seorang sastrawan muslim, tidak hanya itu, beliau merupakan penggagas Forum Lingkar Pena yang tersebar di seluruh Indonesia dan perwakilan beberapa negara.
Lelaki Kabut dan Boneka merupakan sebuah cerpen yang tidak hanya berbicara soal rasa dalam menulis tetapi mengedepankan kaidah kesopanan dalam sebuah karya. Helvy sangat piawai dalam menciptakan semangat di setiap karya. Dalam kumpulan cerpen ini, Helvy telah memotret sisi lain dari kehidupan yang telah memainkan peran penting dalam membawa ke arah baik maupun tidak baik dalam konsep kesempurnaan.
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books64 followers
July 12, 2013
Lelaki Kabut dan Boneka adalah salah satu judul cerpen yang ada di buku ini. Kurang lebih ada 10 cerpen yang disajikan dalam dua bahasa (dialih bahasakan oleh mbak Femmy). Beberapa cerpen sangat menarik. Tapi beberapa penuh metafora yang sayangnya kurang bisa aku tangkap secara utuh maksudnya (maaf ini murni kesalahan pembaca hehehe).

Helvy TR adalah salah satu penulis fav saya. Bahkan sampai sekarang Ketika Mas Gagah Pergi-nya masih teringiang-ngiang di kepala :)
Profile Image for za.
130 reviews21 followers
September 5, 2007
Aku beli buku ini di Bandung. Di Salman, sewaktu ada pameran buku. Di masa-masa aku selalu konsisten beli buku. Buku ini merupakan kumpulan cerpen-cerpen Helvy. Ditulis dalam bentuk bilingual, Indonesia-Inggris. Aku sudah lupa, isi cerpen-cerpen dalam buku ini. Buku ini sekarang aku tinggal di Jakarta.
Profile Image for Nurul.
2 reviews5 followers
July 6, 2007
the books is so amazing.. ada terjemahan English-nya and I was really motivated to translate what I've been read. Unfortunatelly, saya belum sempet tuh :) Kapan2 saya review ttg isinya, coz udah pada lupa gitu...
Profile Image for Puji Lestari.
88 reviews21 followers
October 30, 2012
Aku penasaran sekaligus kagum dengan tokoh Sunyi, kupikir ia bagian dari diri lelaki kabut.
Sepertinya cerita ini butuh dicerna ulang. Aku tak bisa langsung paham dengan hanya sekali membacanya.
Tentang perang... rakyat... dan penguasa...
Profile Image for Ummu.
27 reviews
August 9, 2007
gift from mba dee...thanks yah...when my wedding day :)
63 reviews59 followers
March 27, 2008
saya belum pernah baca buku dalam dua bahasa di satu kemasan. selain baca kumpulan cerpennya yang menggugah sekaligus belajar bahasa inggris.

saya baca buku ini tahun ketika zaman kuliah
Profile Image for Windy Y..
10 reviews
March 31, 2008

Cerpen-cerpen yang dalam dan diksinya gilaaaa keren banget. Must read!
3 reviews
May 27, 2008
cerita ini bisa dikatakan sebuah puisi dalam cerpen.
simbolis yang sangat menarik.
Profile Image for Kartika.
11 reviews2 followers
Read
August 17, 2011
tiap judul cerpennya membuat rasa yang berbeda
Profile Image for Tini Julaeha.
7 reviews2 followers
March 2, 2012
Awal yang membingungkan, tapi di situlah letak menariknya dan membuat penasaran untuk baca sampai akhir.
Author 2 books2 followers
March 18, 2012
Kumpulan cerpen bilingualnya mbak Helvi Tiana Rossa yang mengangkat tema sosial. Banyak metafora!
Profile Image for Wirda Suzli.
6 reviews1 follower
August 9, 2012
novel pertama mbak helvy yang dibaca, suka banget cerita dibagian yang menceritakan tentang Aceh
Profile Image for Ismadi.
21 reviews2 followers
Read
October 24, 2007
kumpulan cerpen yang bagus...sembari melatih kecakapan dalam bberbahasa inggris.....
Displaying 1 - 26 of 26 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.