Cak Nur (1939-2005) dikenal sebagai pemikir Islam paling kontroversial. Pandangannya tentang: sekularisasi, Islam yes partai Islam no, tidak ada negara Islam, hingga pluralisme, telah menyulut perdebatan panjang. Ia mendobrak kebekuan politik dengan seruan oposisi, Pancasila ideologi terbuka, dan pencalonan dirinya sebagai presiden dengan modal pikiran. Belakangan ia dikenal sebagai Guru Bangsa lantaran seruan-seruan moralnya yang memberi arah masa depan bangsa. Buku ini merekam perjalanan hidup seorang visioner, petualangan intelektual, obsesi, kesahajaan, dan sikapnya dalam menghadapi badai kritik, hujatan, dan fitnah. Dalam sejarah Islam, para pemikir besar memang seringkali adalah mereka yang dibenci dan dikucilkan. Tetapi mereka berani mengambil risiko itu karena jiwa mereka telah dibakar ”api” Islam yang ingin mereka perjuangkan.
Seorang Ahmad Gaus menghadirkan kerendahan jiwa Cak Nur dalam sebuah buku. Jiwa visioner sangat menginspiratif ini patut dicontoh bagi kawan-kawan yang benar ingin kemaslahatan kaum beragama dalam negara.
ketika banyak yang terpenjara oleh simbol-simbol, cak Nur mengajarkan esensi Agama, Cak Nur adalah pemikir yang visioner, petualang intelektual, bersahaja.