Dewasa ini, isu-isu tentang Hak Asasi Manusia semakin ramai dan seksi dibicarakan, baik oleh kalangan akademisi, politisi, militer, maupun aktivis. Konsep HAM yang berbeda tentu saja mengakibatkan praktik penerapan yang berbeda pula. Belum lagi beragamnya tafsir HAM yang semakin meramaikan perdebatan tentang apa saja dan bagaimana melindungi hak asasi.
Banyak literatur yang membicarakan tentang Hak Asasi Manusia. Kelebihan buku ini adalah mengkaji HAM melalui pendekatan sejarah. Ditulis dengan ringkas, cermat dan lugas, namun tidak membuat buku ini terkesan biasa saja. Pemaparan fakta, permasalahan dan solusi yang diambil, menjadikan buku kecil ini cukup mumpuni untuk dijadikan acuan ketika membicarakan HAM. Pemilihan gaya bahasa yang renyah, membuat buku karya Zeffry Alkatiri ini mudah dipahami. Tak salah jika buku ini diberi judul Belajar Memahami HAM.
Berasal dari keluarga campuran Arab, Pakistan, dan Betawi.
Menyelesaikan gelar kesarajanaan S1 tahun 1987 dari Jurusan Rusia FSUI dan menyelesaikan gelar kesarjanaan S2 tahun 1997 dari Kajian Wilayah Amerika UI. Profesi sebagai Dosen di Jurusan Rusia FSUI.
Buku yang sudah ditulisnya Manusia, Mitos & Mitologi (FSUI, 1998), Dari Pushkin Sampai Perestroika: Konflik Nilai Dalam Sejarah Perkembangan Sastra Rusia Abad 19-20 (FSUI, 1999). Buku kumpulan puisi pertama ditulis pada tahun 1998 berjudul Pintu, Etalase, Batavia Centrum. Tahun 2001 naskah buku Dari Batavia Sampai Jakarta 1619-1999 ini berhasil meraih penghargaan pertama dalam Sayembara Kumpulan Puisi Terbaik tahun 1998-2000 yang diselenggarakan oleh PKJ-TIM.
HAM (Hak Asasi Manusia) pada dasarnya adalah seperangkat hak dasar manusia dari lahir hingga meninggal. HAM disetiap tempat sangat dipengaruhi oleh budaya sehingga tentu akan banyak polemik tentang parameter HAM dalam suatu pandangan.
Harus diakui "barat" seakan-akan memaksakan paradigma HAM-ya ke timur yang jelas memiliki budaya yang berbeda sehingga mereka lupa bahwa pemaksaan ideologi pun merupakan pelanggaran HAM.
Indonesia yang sejak 1998 reformasi pun masih meninggalkan banyak sekali kasus HAM yang tidak terselesaikan. Ironisnya kasus HAM terberat justru dilakukan pemerintah.
Buku ini sangat baik bagi pembaca untuk para pembaca untuk mengenali HAM