Inovasi sangat diperlukan dalam kehidupan. Tak perlu yang sulit-sulit atau berskala 'high tech', dalam pekerjaan ringan sehari-hari pun kita memerlukan inovasi. Misalnya bagaimana membuat selang air tidak terjatuh dari ember saat sedang diisi atau membawa durian dengan mudah tanpa melukai tangan kita. Tetapi bagaimana caranya bisa menjadi inovatif? Buku Keep Your Lights On! karya Yoris Sebastian ini mengemukakan rahasia menjadi kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah yang ada dalam keseharian kita. Dengan menampilkan contoh-contoh dari ajang kompetisi Black Innovation Awards (BIA), Yoris memaparkan tips dan trik menghasilkan karya inovatif yang dapat diajukan dalam kompetisi bahkan memiliki kesempatan untuk menang dan mendapatkan hak paten. Para juri BIA, seperti Emir Hakim, Nicholas Saputra, Sigi Wimala, Leonard Theosabrata, dan lain-lain, melengkapi buku ini dengan membocorkan rahasia untuk sukses berinovasi. Buku ini semakin bernas dengan adanya ilustrasi dan foto-foto pemenang BIA dari tahun-lahun yang lalu.
Yoris Sebastian adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang dikenal bergerak dalam bidang industri kreatif. Pada usia 26 tahun, Yoris terpilih menjadi GM (General Manager) Hard Rock Cafe Indonesia, menjadi GM termuda se-Asia dan termuda kedua di dunia. Pada usia 34 tahun, selepas keluar dari Hard Rock, ia mendirikan sebuah perusahaan konsultan kreatif OMG (Oh My Goodness).
Yoris terkenal dalam hal inovasi dan ide kreatif. Pria yang suka minum air putih ini menunjukkan konsistensinya dalam membuat ide-ide kreatif yang tidak biasa yang dalam bahasa Inggris dikenal juga sebagai berpikir "out of the box". Menurutnya, ide kreatif akan segera berkembang bila dimulai dengan hal yang kecil (start small).
Awal membaca judul, saya kira akan membaca semacam buku motivasi atau self-help, tapi ternyata tidak demikian. Buku ini mendeskripsikan acara 'Black Innovation Awards' atau kemudian disingkat menjadi BIA. Acara yang dimulai sejak 2007 hingga saat ini. Tanpa buku ini saya tidak tahu acara ini exist karena belum pernah menemukan iklannya di TV atau media lain (mungkin saya yang tidak sadar). Yang saya suka dari buku ini, banyak foto dan deskripsi singkat mengenai penemuan dari peserta BIA yang benar2 realistik. Tentu saja foto yang dipajang adalah produk para pemenang. Tambahan lagi, di buku ini juga dijabarkan banyak pandangan juri terhadap karya favorit mereka. Tak lupa dicantumkan juga persyaratan lomba dan harapan akhir produk untuk mendapat hak paten (atau hanya paten sementara, tergantung tingkatnya) agar calon peserta tidak main-main dan menghasilkan barang yg membantu kehidupan secara efektif, efisien, serta menjual. Kalau untuk diri saya sendiri, penulis seakan mengingatkan saya bahwa inovasi atau yang bahasa 'bule'-nya adalah 'innovation' sangat berbeda dengan 'invention'. Maksudnya, selama ini saya lebih sering menganggap kata inovasi berkaitan dengan hal yang benar-benar baru. Padahal, inovasi lebih dekat dengan 'penambahan' atas apa yang sudah ada, entah itu penambahan fungsi suatu barang atau modifikasi suatu bentuk barang.
atas nuh, soalnya udah lama bener Black innovation awards (BIA) bergulir. Dari 2007, buku udah terbit dari 2010. Tapi, okedeh. More.http://wp.me/pnNN4-RT