Risalah yang cenderung tipis, membawa pembaca meliuk ke labirin lapis batin manusia. Kiai mushonnif dlm pendahuluannya, menyebut tujuan buku ini utk mengenalkan konsep-konsep religio perennis, kesepadanan inti batin seluruh tradisi spiritual, dari peneropongan thd ajaran tasawuf.
Setelah dianter melihat2 jeroan batin manusia dari pancang awal soal derajat keimanan (haqq, ain, ilmul yaqin), kemudian disodori berbagai analog2 bagaimana jeroan batin manusia itu ternyata sebagai jagad cilik menemukan kesepadanannya dengan jagad gede. Ga lupa jg diceritakan bgmana kesepadanan doktrin dan metode tasawuf dg berbagai tradisi spiritual selain islam, semisal soal khatam nabiyullah sulaiman/seal of solomon, kristianitas, asror sughro-kubro/lesser-greater mysteries yunani/grika & romawi, dao de jing, dst.
Uraian2 beliau sifatnya cenderung simbolik, kyk karya2 simbolik para sufi di genre doktrin tasawuf (aspek falsafinya). Selain ringkas, tingkat kedalamannya juga cenderung ga terlalu dalam shg lebih memudahkan utk menikmatinya scr rileks (dlm arti bisa dibaca agak sambil lalu tanpa mikir terlalu berat/keras kl dibanding karya2 yg bener2 mendalam). Dg catatan, tentu sj akan lebih mudah utk "menikmati" alur paparan2 beliau, umpamanya pembaca sdh terbiasa baca teks2 tasawuf falsafi. Umpamanya belum terbiasa, mungkin karya ini kurang bisa dinikmati, tp kl mau dicoba pun ga ada salahnya (kalau berat, nyerah, ya bisa milih antara sabar supaya makin terbiasa atau geser ke karya lain yg lebih bisa dibaca rileks).
Saking menikmati keringkasan dan berbagai parabel beliau, berhubung jg banyak berkaitan dg kosa kata bhs arab, sy jg pakai versi bhs arabnya sbg pembanding beberapa uraian dan kosa kata ttntu. Konon di pendahuluan, awalnya kiai mushonnif jg ga nyangka buku ini bakal diterjemah terbitkan ke bahasa eropa, makanya versi bhs arabnya menurut sy kurang lebih cukup membantu scr pemahaman makna teks & detil kosa katanya. Seru juga sih baca kutipan2 kitab suci lain lewat bhs arab heuheu. Sekian review~