Jangan berkedip, lihat ini baik-baik.” Hana menjulurkan kedua tangannya ke samping, mengibaskannya ke kepala Raka dan Tobi sekaligus. Maju, mundur, maju, mundur.
Samantha menelan ludah, ngeri melihat bagaimana tangan Hana berkelebat berkali-kali menembus kepala mereka! Itu bukan sulap, bukan pula tipuan mata...
Sehabis jatuh dari tangga, Samantha memiliki kemampuan melihat tiga roh: Raka, Hana, dan Tobi. Menyadari Raka cs bisa melakukan hal-hal tertentu tanpa dilihat siapa pun, Samantha “memanfaatkan” ketidakterlihatan me-reka bertiga untuk mengamati be-berapa hal untuknya. Salah satunya adalah: meminta Raka cs menyelidiki apakah Albert, cowok yang ditaksir Samantha, sedang menyukai sese-orang.
Samantha terpukul ketika mengetahui cewek yang ditaksir Albert ternyata Angela, sahabat Samantha. Informasi ini membuat Samantha memusuhi Angela sampai suatu hari Raka cs mengabarkan Angela berniat bunuh diri, padahal Samantha berada di sekolah.
Samantha harus bertindak cepat untuk menyelamatkan Angela. Bagai-mana caranya?
Novel fantasi yang menceritakan kehidupan Samantha setelah ia jatuh, dan mendapatkan kemampuan untuk melihat dunia yang tidak dapat dilihat oleh orang awam. Cerita dalam novel ini dikemas dengan baik. Dalam beberapa bagian, Raka terlihat mempunyai perasaan -yang seharusnya tidak mungkin- terhadap Samantha. Sayangnya, tidak diceritakan bagaimana hubungan cinta Raka -salah satu 'teman' Samantha- dan Samantha.
Sebenarnya hari ini janji pada diri sendiri mau puasa buka laptop krn mau baca buku. Tapi krn banyak uneg uneg setelah baca buku Samantha’s Secret ini, maka batallah puasaku. Nggak pengen bahas kalo uneg-unegku ini nggak terlalu besar, tapi krn ini udah nyinggung sesuatu yang penting-bagiku-aku jadi pengen share. Temanya tentang seorang cewek 16 an tahun, Samantha, yang sejak jatuh dari tangga di rumahnya, tiba-tiba memiliki kekuatan indigo, alias bisa liat roh orang mati. IMHO : 1. Terganggu dengan banyaknya tanda kurung ( ), ini subyektif aku nggak suka pake tanda ini kalo nulis. 2. Settingan di Medan tapi nggak berasa, sekali lagi, ini selera, aku suka novel yang kadang di dialog tokohnya mencerminkan kultur daerah yg jadi settingan tempat. 3. Penggunaan tanda koma setelah ellipsis, ada beberapa. Entah kelewat atau aturan dari sononya begitu. 4. Ada adegan yang agak aneh, ngobrol di perpus, beberapa kali ditegor petugas perpus yg super disiplin keliatannya karna ngomong sekalimat dua kalimat, tapi lama kelamaan ngobrol panjang lebar kok nggak ada teguran. Biarpun digambarkan suaranya sangat rendah, tapi namanya perpus sekolah, hening, di awal ucapan sekalimat aja di tegor, kok panjang lebar malah nggak dipermasalahkan. 5. Si Raka, hantu cowok 16 an tahun cerita, dia produk keluarga kaya di mana ortunya manjain dia dengan harta, termasuk ngasi credit card dan ngabisin begitu byk uang. Rasanya kelewatan, nggak masuk di pikiranku, atau emang ini kerap terjadi? Apakah merchant yg nerima pembayaran itu nggak bisa ngeliat bhw yg pake CC itu seorang remaja ingusan? Mungkin aku yang kudet? 6. Ada kalimat yang memprovokasi pembaca (dan sialnya yg baca byk nya remaja pasti… ) : halaman 73 : Namun di bawah pengaruh shabu, prestasi Raka justru terlihat semakin cemerlang. “Shabu bikin aku pintar, terus gembira, bebas dari depresi, selalu siap menghadapi tantangan apa pun,” aku Raka. “Malah bisa dibilang aku nggak takut mati.” “Tapi akhirnya kamu mati juga!” celetuk Tobi seenak perut. Samantha dan Hana tercekat mendengar ucapan Tobi, takut Raka tersinggung bahkan marah. Untunglah cowok itu kelihatan tidak peduli. “Bagaimana kamu ketemu Gayatri?” “Kami kenalan di diskotek. Dia ngeganja untuk menghilangkan stres dan sedih gara-gara orangtuanya rebut tiap hari. Karena merasa senasib, kami pun dekat. Saking dekatnya, tiga bulan yang lalu kami memutuskan bunuh diri bareng pake shabu.” Dst dst dst…. “Yang kujalani sebenarnya masa depan orangtuaku. Aku kasih tahu ya, sebenarnya aku agak senang mati muda. Soalnya dengan kejadian memalukan yang kulakukan ini, aku sukses menampar kesombongan orangtuaku dst dst dst …
Biarpun di sana diceritakan tokoh Raka akhirnya mati, tapi cara penyampaian di atas bagiku sangat tidak mendidik. Di dalam tulisan itu,seorang remaja yang cenderung menelan apa yg dibaca/diliat nya mentah-mentah, akan punya pikiran bahwa : memakai shabu akan menyelesaikan masalah, menjadi alat balas dendam atau protes pada orangtua, bisa menjadi alat kalo mau bunung diri.
Andai di sana disampaikan juga rasa penyesalan sang tokoh karena telah pake shabu dgn tujuan yg nggak benar, maka lain masalahnya, pembaca akan langsung tahu bhw itu semua adalah nggak benar.
Cerita ini adalah fiksi, biarpun mungkin nggak pengen ada nilai moral, tapi paling nggak, tidak menyampaikan hal-hal yg memprovokasi ke hal negatif.
Remaja boleh aja baca buku ini, tp bagiku, perlu bimbingan orang tua utk menjelaskan mana yg benar mana yang salah. Untuk anakku, aku akan biarin dibaca, tapi nanti aku akan ajak dia utk diskusi.
7. Yang lainnya, Raka ini asumsi, umur 16 ketemu Gayatri, pacarnya, di diskotek. Umur 16 boleh masuk ke diskotek? Mau pake alesan duit sogokan atau pake KTP palsu? Bukan itu yg aku liat, tp ini ngasi contoh diskotek adalah tempat asik bagi remaja sbg tempat melarikan diri dari masalah, yang tanpa mereka sadari sebenarnya mereka mendatangi salah satu sarang dari masalah itu sendiri. Ok, ini kenyataan, aku tahu, semoga ini nggak bawa inspirasi bagi pembaca remajanya. 8. Baru denger tentang overdosis lalu mati karena Shabu. Kalo ada yg mau jelasin monggo. Penasaran, jadi buka Google, OD Shabu jarang terjadi. 9. Lanjut ttg point 7, ada dialog berikutnya : “Supaya orangtuamu tahu kenapa kamu bertindak goblok begitu, dan nggak mengulangi kesalahan mereka pada saudaramu.” Ini omongan tokoh lainnya menanggapi cerita si Raka yang bunuh diri itu. Kalo mau pakai ini sebagai pembenaran/koreksi point 7 tadi, aku ngerasa kurang kuat, dan tokohnya sendiri nggak menyesali apa yang telah dilakukannya. 10. Halaman 76 : “Ada sisi baiknya juga aku mati muda,” cetus Tobi mengagetkan Samantha. Emang di bagian bawah ucapan tobi itu mendapat protes. Tapi baca kalimat ini dari remaja umur 15 than, rasanya miris. Karena ngerasa ortunya nggak mampu biaya sekolah, maka lebih baik mati. Aduh. 11. Halaman 77 : Hana : “Aku bunuh diri, minum racun serangga gara-gara dilarang orangtuaku pacaran sama tetangga depan rumah. Padahal mereka melarang karena cowok itu pengedar ganja.” Dst dst… Duh. Di bagian bawah emang disebutin bhw itu adalah fakta mengerikan yg membuktikan betap raph dan dangkal opemikiran remaja-remaja seusiannya. Ok, penulis ingin ngasi contoh, tp bagiku kurang tepat krn nggak disertai rasa sesal dan solusi yng seharusnya mereka dapatkan untuk meyelesaikan apapun masalah di dunia ini. 12. Hal 163 : ada kesalahan fatal penyebutan tokoh saat Samantha nelpon rumah sakit : Tangis ketakutan Samantha segera pecah ketika berbicara melalui ponsel. Suaranya…dst dst… Resepsionis kemudian meyakinkan Angela bahwa ambulans akan segera meluncur ke alamat tersebut begitu telepon ditutup. Setelah mengakhiri pembicaraan, dengan susah payah Samantha berhasil dst dst dst…. Seharusnya meyakinkan Samantha, bukan Angela. 13. Tindakan menelepon rumah sakit tentang Angela yg berusaha bunuh diri emang dramatis, tapi kenapa nggak nelpon orangtua/orang rumah Angela ya? Emang mereka ada masalah juga, tapi nggak diceritakan bhw di rumahnya itu Angela benar-benar tinggal sendirian. Mungkin krn nggak tau nomer telepon rumah Angela? Tapi mrk ternyata udah temenan 4 tahun. Harusnya dijelaskan biar kuat alasannya. 14. Hal 173 : beban ba-tin. Knp pake tanda min ya? Ada arti tersendirikah? 15. Hal 185 : ceritanya tuh Samantha jenguk Angela di RS, lalu pulang, sebelumnya pamit ke 3 kawan hantunya dan minta tolong ke 3 hantu itu utk jagain Angela. Trus ceritanya Samantha nyampe kerumahnya, makan , kembali ke kamarnya. Di dalam kamarnya ternyata udah ada 3 teman hantunya itu. Katanya tugas menjaga Angela mereka delegasikan ke hantu baru di rumah sakit. Dalam kamar itu tiba tiba salah satu hantu tanya gini ke Samantha : “Bagaimana kabar Angela?” tanya Hana. Dialah yang paling cemas dst dst …. Bukannya yg lebih uptodate itu mereka para hantu? Kok malah si hantu tanya ke Samantha yg jelas jelas pulang duluan.
Diluar semua itu, ceritanya lumayan menghibur, lumayan dapet ilmu nulis teenlit, hehehhe. Sekian reviewku, agak panjang, biar sekalian jadi catatan pas aku jelasin ke anakku, takut lupa ^^
Setelah membaca Peony's World, saya jadi pengen menjajal beberapa horor lokal, meski yah, pengalaman membaca cerita horor saya mentok di Woman in Black, years ago. Dan itu masih terbayang ketakutannya hingga beberapa waktu. Sempat membaca beberapa novel horor, ada yang saking seramnya hingga saya give up reading, macam Heart Shaped Box, tapi ada juga yang ngga kerasa horornya meski sudah digadang-gadang seram oleh si pengumpul horor stories-nya, Book of Roald Dahl's Ghost Stories. Emmmm...mungkin saya memang jenis manusia rumit ya, dikasih horor banget, takut, dikasih horor ngga serem, males hahahaha...
Tapi ternyata buku ini kelar-kelar aja bukunya. Ya iyalah, novel tipis, tapi ceritanya abege abisss..
Samantha, gadis SMA tiba-tiba bisa memiliki penglihatan akan hal-hal gaib setelah ia mengalami kecelakaan jatuh dari tangga. Kok bisa? Ya tanya saja sama penulisnya, gimana bisa terjadi hahaha... Untungnya dulu saya bolak balik kejeduk kepala saya waktu latihan Perisai Diri, saya ngga mendapatkan daya linuwih ini. Amit amit...
Ada 3 roh yang sering nongol di depan Samantha ini: Raka, Tobi dan Hanna. Mereka masing-masing memiliki kisah pilu hingga mereka mati muda dan kelayapan di dunia. Hanya orang-orang macam Samantha yang bisa melihat mereka, orang-orang yang pernah kejeduk hahaha... Samantha yakin, kemampuannya ini bisa dimanfaatkan. Dan itu terbukti...
Samantha bisa meminta teman-teman rohnya ini memata-matai saingannya di pelajaran kimia di sekolah, para roh ini juga memberi info akan siapa cowok yang sedang ditaksir Samantha saat ini sedang naksir siapa. Sayangnya bukan Samantha. Coba misal Samantha bisa meminta para roh gentayangan ini mempengaruhi si cowok idola untuk naksir dia, saya pikir mungkin akan dilakukannya. Maklum, masih abege. Untung ngga bisa. :D
Yang terjadi selanjutnya sinetron banget lah. Mulai dari Samnatha yang benci sahabatnya, Angela, Angela yang tiba-tiba punya masalah keluarga, dan lain sebagainya. Karakter Samantha sama sekali ngga asik, saya malah lebih simpati pada para roh, terutama Tobi dengan diaklesia-nya yang parah. Dialeksia yang adalah plesetan dari disleksia cukup menghibur dan sempat membuat saya bertanya-tanya maksud Tobi sebenarnya. Selanjutnya ya gitu lah. Rupanya saya kudu nyari cerita horor yang lebih menggigit alih-alih roh gentayangan dengan penampakan bagus mereka. Sama sekali ngga ada darah atau genangan menjijikkan sekitar mereka, layaknya di film-film horor lainnya. Yah, tujuan dari penulisnya ini adalah kisah horor 'bersih' jadi ngga perlu ada penampakan seram atau genangan darah.
Sudah setahun lebih sepertinya aku nyelesaiin baca novel ini. Beri rate dulu di Goodreads haha. Dan baru sempat review sekarang. Oke ce-ki-dot!
Cerita bermula saat Samantha mengalami insiden jatuh dari tangga, yang menyebabkan kepalanya terbentur dan membuat seluruh badannya sakit. Sejak hari itu pula “hal” lain mulai terjadi pasa Samantha. Tapi Samantha belum menyadarinya, sampi suatu ketika Raka, Hana, dan Tobi membuktikan padanya.
Menutup buku ini dengan cukup puas. Tema yang diangkat unik, asik, dan berbeda dari teenlit lain yang pernah kubaca. Tingkah laku Raka cs seru, apalagi buat si Hana dan Tobi. Keseharian Samantha juga tak lepas dari mereka bertiga, bahkan ke sekolah mereka pun ikut. Pokoknya para roh itu jauh dari kata menakutkan. Malah jayus dan konyol, meskipun terkadang serius di beberapa bagian. Samantha juga meminta mereka untuk melihat salah satu teman sekelasnya yang nilai kimianya selalu unggul dibandingkan dirinya, sampai menyelidiki Albert, cowok yang Samantha suka ternyata naksir Angela, sahabatnya sendiri. Samantha memusuhi Angela berhari-hari, sampai akhirnya dia tahu kabar bahwa Angela berniat bunuh diri karena banyaknya masalah yang dihadapinya. Samantha harus cepat bertindak dan menyelamatkannya.
Kisah cintanya lebih sedikit tapi aku suka karena diganti dengan hubungan persahabatan yang lebih hidup. Dalam buku ini, semua dapat peran yang sesuai ukuran alias pas. Tidak melulu tentang masalah remaja, tapi juga konflik keluarga. Ada pesan yang didapat; jika masa remaja adalah masa-masa rentan untuk terjerumus dalam kejahatan, narkoba, perkelahian, dan pola pikir masih labil dan penyesalan selalu datang belakangan.
Keseluruhan aku suka dengan cara pengarang saat bercerita. Dibumbui sindiran2 bagi para orang “berduit” yang secara keperibadian dan moralnya kurang (kalau aku setuju2 aja, cuma menurutku terlalu banyak). Tak lupa candaan2 ringan juga diselipkan dalam cerita, jadi membacanya juga lebih enjoy.
Cuma satu yang mengganjal menurutku sih. Orangtua Samantha dan Simon kan menerapkan “Sikap Saling Menghormati Kepentingan dan Privasi Keluarga, tapi kenapa tidak diimbangi dengan cara sopan-santun memanggil nama anggota keluarga? Si Monyet, Si Monster (untuk Simon), bahkan Sampah (untuk Samantha). Ya mungkin itu ditulis dengan tujuan meledek, tapi menurutku agak kurang enak aja dibacanya.
Novel Samantha's Secret ini adalah novel pertama karya Kak Shandy yang aku baca. Ceritanya menarik. Bahasanya yang mudah dipahami dan dicerna. Konflik yang datang silih-berganti meramaikan novel ini. Bagian yang paling ku sukai adalah bagian ketika penyesalan orangtua Angela karena suatu kejadian. Mau tahu? Silakan baca sendiri. Terselip juga humor jadi dinamika alurnya tidak monoton. Menurutku, Kak Shandy sudah cukup bagus mengeksekusi penggunaan sudut pandang (PoV) 3. Kalian pasti mengira Angela mau mengakhiri hidupnya karena sikap Samantha yang acuh tak acuh kepadanya, tetapi di dalamnya kita akan menemukan kejutan. Kak Shandy terus mengisi ruang kosong yang ada dengan konflik jadi pembaca pun tidak merasa bosan. Aku agak geli dengan kejadian Samantha bisa melihat roh ketika jatuh dari tangga dan menjadi sebaliknya ketika jatuh dari tangga kembali. Jadi, don't try this at home ya. Ini hanya fiksi. Okay? ;-)
Well, ini novel yang ku rekomendasikan. Ayo, dibeli dan dibaca! Buruaannnn! Serbuuu!!! :-D
everything happens for a reason. ada alasan kenapa Sam tiba2 bisa melihat roh. Itu untuk menolong sahabatnya yg mencoba melakukan percobaan bunuh diri. buku ini bagus. pas bgt waktu nya ketika aku sedang dalam keadaan mumet karna skripsi, pelarianku adalah membaca buku ini.
buku ini mengajarkan aku bahwa hidup itu layak untuk diperjuangkan. sesulit apapun masalah yg dihadapi, jangan pernah berpikir bahwa bunuh diri adalah jawaban dr masalah kita. hidup itu memiliki warna dan dunia roh itu hanya ada kehampaan. dan penyesalan.. selalu datang terlambat. seperti Raka cs yg menyesali tindakan bunuh diri mereka, dan mengubur masa depan mereka.
crita ttg life after death sangat menarik utk dibahas. apa lg buku ini berbau ttg persahabatan. aku bahkan menangis saat membaca, Angela dan Sam saling memaafkan pasca Angela siuman. Sam benar. cerita2 yg berbau ttg persahabatan pasti mendapat perhatian khusus do hati pembaca. begitu jg aku.
Hmm menurutku ini novel yg bagus dan cocok bgt buat di baca. alurnya seru, ada lucunya juga, ada gregetnya jg, dsb. mulai dari si sam kaget tbtb bisa ngeliat roh, sampe dia mencegah tawuran dan angela yg berniat bunuh diri krn ada mslh. hmm dan persahabatannya jg berasabgt disini. tp yg bikin sedih yg pada akhirnya sam gabisa liat raka, tobi, sm hana lagi. ku kira gabakal ada sekuelnya ternyata ada. dan buku ini bahasanya komunikatifbgt, dannn klo menurutku mending baca sendiri deh, soalnya isinya jg bagusssbgt!^^v
Sehabis jatuh dari tangga , Samantha memiliki kemampuan melihat tiga roh : Raka, Hana, Tobi . Samantha memanfaatkan kelebihan yang dimiliki oleh ketiga teman tak terlihatnya tresebut untuk menyelidiki Albert, cowok yang ditaksirnya, sedang menyukai seseorang atau tudsak . Samantha terpukul ketika mengetahui baaw Albert menyukai Angela, sahabat Samantha.
Pengen baca sequelnya banget. Nggak terlalu banyak unsur cinta, tapi kesannya seru aja. Ini marga penulisnya "Tan", jangan-jangan saudaranya Ilana "Tan". -_-
Suka banget sama interaksi Sam sama Raka cs. FYI, novel ini gak melulu romance, malah nilai persahabatan Sam plus Angela yang punya porsi dominan. Bagus banget, jadi pengen baca sekuelnya.