Menjadi pelawak tidaklah bisa dipaksakan. Bakat dan kreativitas wajib dimiliki untuk bisa bertahan di dunia profesi yg dianggap tidak serius dan bebas stress ini. Salah satu contoh grup lawak yg sukses di negara ini adalah Warkop DKI / Warkop Prambors.
Berangkat dari corong radio Prambors, lalu pelan-pelan menuju dapur rekaman kaset, menjadi bintang puluhan film Nasional dan akhirnya menjadi pemain sinetron di TV, inilah sebagian kisah mereka. Kita bisa membaca tentang jati diri para anggotanya, tentang siapa mereka sebenarnya sebelum menjadi pelawak profesional. Kesigapan mereka dalam menjalani dan mengantisipasi perkembangan bisnis ini dan menjaga keutuhan brand Warkop menjadi senjata mereka untuk bertahan dari tahun 70'an.
Yg paling asik adalah kita bisa mendengar lawakan mereka, yang direkam saat mengadakan pertunjukan "live show" di Palembang dan beberapa tempat lainnya. Mendengarkannya mengingatkan saya pada grup lawak Patrio, dimana jauh lebih lucu dan kreatif saat mereka masih tampil di Radio SK dibandingkan saat mulai tampil di TV (pendapat pribadi saya, dimana saya sebenarnya kurang suka film2 Warkop).