Jump to ratings and reviews
Rate this book

Fiqhud Da'wah

Rate this book
Isi Kitab ini berasal dari catatan-catatan atau diktat-diktat untuk kursus latihan calon mubaligh. Sudah berbilang tahun diktat-diktat itu tersimpan, bertebaran di tangan para pengikut kursus tersebut.
Maka dengan usaha yang tekun dan tak kenal lelah payah, Saudara Saleh Umar Bajasut telah berhasil menghimpunkan dan menyusunnya secara tertib, sehingga dapat merupakan sebuah kitab.
Sesuai namanya. isinya mengandung dasar-dasar pokok bagi da'wah serta penyelenggarannya, didahului oleh intisari dari risalah yang hendak dilanjutkan membawakannya oleh para pendukung da'wah. Sebagaimana dimaklumi, kaifiat pelaksanaan da'wah tidak dapat dipisahkan daripada isi dakwah yang hendak disampaikan itu sendiri.

295 pages

First published January 1, 1965

20 people are currently reading
191 people want to read

About the author

Mohammad Natsir

39 books39 followers
Merupakan seorang ulama, negarawan, dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka Indonesia. Di dalam negeri, ia pernah menjabat menteri dan perdana menteri Indonesia, sedangkan di kancah internasional, ia pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) dan ketua Dewan Masjid se-Dunia.
Natsir besar di Solok sebelum akhirnya merantau ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan kemudian mempelajari ilmu Islam secara luas di perguruan tinggi. Ia terjun ke dunia politik pada pertengahan 1930-an dengan bergabung di partai politik berideologi Islam. Pada 5 September 1950, ia diangkat sebagai perdana menteri Indonesia kelima. Setelah mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 26 April 1951 karena berselisih paham dengan Presiden Soekarno, ia semakin vokal menyuarakan pentingnya peranan Islam di Indonesia hingga membuatnya dipenjarakan oleh Soekarno. Setelah dibebaskan pada tahun 1966, Natsir terus mengkritisi pemerintah yang saat itu telah dipimpin Soeharto hingga membuatnya dicekal.
Natsir banyak menulis tentang pemikiran Islam. Ia aktif menulis di majalah-majalah Islam setelah karya tulis pertamanya diterbitkan pada tahun 1929; hingga akhir hayatnya ia telah menulis sekitar 45 buku dan ratusan karya tulis lain. Ia memandang Islam sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia. Ia mengaku kecewa dengan perlakuan pemerintahan Soekarno dan Soeharto terhadap Islam. Selama hidupnya, ia dianugerahi tiga gelar doktor honoris causa, satu dari Lebanon dan dua dari Malaysia. Pada tanggal 10 November 2008, Natsir dinyatakan sebagai pahlawan nasional Indonesia. Natsir dikenal sebagai menteri yang "tak punya baju bagus, jasnya bertambal. Dia dikenang sebagai menteri yang tak punya rumah dan menolak diberi hadiah mobil mewah."

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (52%)
4 stars
7 (17%)
3 stars
8 (20%)
2 stars
2 (5%)
1 star
2 (5%)
Displaying 1 of 1 review
Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.