Nyaris tanpa residu. Semuanya murni madu. Sangat pantas seorang GM dihadiahi buku ini di hari jadinya yang ke 80. Rakyat negeri sastra dengan royal, bebas, dan mahal mengulas tulisan-tulisan GM, idola-idolanya, kapasitasnya sebagai wartawan, aktivis, filsuf, penyair.
Sebagai seorang pengagum GM, saya merasa akhirnya menemukan kata dan kalimat yang selama ini gagal saya temukan tapi efeknya saya rasakan. Seperti kata mbak Ayu Utami di halaman 92 : "Pemikiran GM tentang filsafat yang rumit ditulis dengan bahasa yang membumi, indah, berhias, puitis. GM menghantarkan saya pada pengalaman estetik dan intelektual sekaligus dan kesadaran bahwa keduanya bisa tak terpisah. Yang intelektual bisa estetik sekaligus." Kehadiran yang konkret (tokoh, suasana) membuat suatu wacana intelektual menjadi pengalaman estetik
Maka setiap kalimat di buku ini terasa sangat memuaskan dibaca karena seolah orang-orang ini memberitahu saya apa nama gejala -gejala yang saya rasakan selama membaca buku-buku GM.
Apakah semua tulisan ini bisa saya cerna? Tentu tidak 🤣. Especially when it comes to names, ideas, theories, sudahlah. Tapi bagi siapapun yang sudah pernah membaca caping-nya bung GM, ini sangat ajib markojib. Rasanya seperti duduk-duduk ngopi sambil menggosipkan caping sang maestro.