Sebagian kalangan masih berharap bahwa aktivisme filantropi--yaitu kegiatan komunitas yang tujuannya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, diantaranya melalui kegiatan memberi--dan ekspresi-ekspresi kesalehan sosial alinnya dapat memberikan kontribusi pada peningkatan taraf hidup masyarakat miskin.
Di tengah lemahnya peran negara, segudang pengalaman yang dimiliki kaum modernis Islam di Indonesia, khususnya Muhammadiyah, dalam mengekspresikan 'ideologi kesejahteraan' pun ditantang oleh masalah kemiskinan dan penyakit kerawanan sosial di negeri ini yang tak kunjung pulih paska krisis multidimensi
Bagaimanakah kultur dan struktur filantropi Islam kaum modernis di Indonesia? Dilema-dilema seperti apakah yang mereka hadapi dalam menjaga relevansi sosialnya? Sembari mencoba menjawab beberapa pertanyaan tersebut, buku ini mengurai rumusan visi kesejahteraan perserikatan Muhammadiyah dalam memasuki babak baru perjuagannya.
Selain itu, buku ini memotret dinamika gerakan filantropi Muhammadiyah: doktrin, wacana, kebijakan, praktik, proses mobilisasi, dan dilema pengorganisasiannya.