Ken Kawan Soetanto keluar dari Indonesia untuk belajar di Jepang. Lalu melakukan penelitian di Amerika dan kembali lagi ke Jepang untuk mengajar di perguruan tinggi baru. Bangga dan senang ia. Namun, tantangan ternyata baru saja dimulai!
Ia harus berhadapan dengan 80% mahasiswa yang sudah tidak senang belajar. Semangat mereka telah "layu". Berbisik-bisik atau tidur di kelas, terlambat datang, bolos, tidak membawa diktat adalah kebiasan mereka. Beberapa pengajar sudah angkat tangan dengan kondisi itu, Lalu, apa yang Soetanto lakukan?
Ia mulai bertindak, mencari metode tepat, bukan cara Amerika, bukan juga dengan cara Asia. Tapi dengan caranya sendiri, dengan metode "Soetanto Effect" yang ternyata berhasil. Bahkan, metode itu kini diakui internasional. Seperti apa kisahnya? Baca buku ini, dan siap-siaplah termotivasi untuk lebih maju, dan maju lagi!
Pertama baca deskripsi dan review singkat di Majalah Kick Andy, aku langsung tertarik dan mewajibkan diriku untuk membeli. Aku suka tema tentang motivasi dan pendidikan. Apalagi buku-buku yang spesifik tentang bagaimana mengubah seorang siswa yang malas-malasan menjadi siswa yang memiliki motivasi intrinsik dan semangat juang.
Buku ini menceritakan itu semuanya, ditambah dengan secuil kisah hidup Ken Soetanto selama di Indonesia dan perjuangannya ke Jepang dan Amerika hingga saat ini. Buku ini layak dibaca oleh para pendidik dan calon pendidik, juga bagi orang-orang yang concern dengan dunia pendidikan. Dibuku ini dibahas secara singkat bagaimana Pak Ken Soetanto mengubah siswa-siswa yang malas menjadi pribadi yang tangguh dan banyak dilamar oleh perusahaan. Di buku ini juga disertakan bagaimana komentar siswa-siswanya tentang metode mengajar Ken Soetanto.
Namun yang membuat aku sedikit kecewa adalah beberapa pembahasan (terutama di bagian tengah-tengah) seperti melebar kemana-mana dan bahasanya juga sangat sulit dipahami. Seperti diterjemahkan dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia dengan google translate. Untuk inspirasi dan referensi motivasi dan pendidikan, masih bolehlah.
Tapi kalau bisa bahasa Jepang atau Mandarin atau Inggris dengan lancar (bahasa tulisan), mungkin akan lebih baik juga untuk merujuk ke website Ken Kawan Soetanto.
Saya tahu nama Ken Sutanto baru beberapa bulan belakangan. Pertama membaca kisahnya, saya langsung tertarik dan berharap bisa bertemu dengan Pak Ken. Pucuk dicinta ulam pun tiba, saya diminta ikut membantu Interantional Summit 2010 dan bertemu langsung dengan beliau.
Buku ini, meski banyak kekurangan di sana sini, adalah buku yang bermanfaat bagi pendidik. Banyak pelajaran dari Pak Ken dan pendekatan luar biasa dalam mendidik mahasiswa; yang dalam bahasanya sendiri disebut sebagai 'orang buangan jadi orang rebutan'. Bacalah...
Soetanto Effect menceritakan kisah perjuangan Ken Soetanto saat mengajar di Jepang. Beliau harus mengajar di sebuah universitas yang siswanya memiliki semangat belajar yang rendah. Keadaan diperburuk lagi dengan sikap para pengajar yang mengabaikan keadaan tersebut. Tapi Ken memiliki pendirian yang berbeda dari rekan sejawatnya.
Ken memasukkan unsur motivasi dalam kuliahnya. 'Memaksa' para muridnya belajar dan berpikir. Membuat semangat belajar mereka perlahan-lahan tumbuh. Pada akhirnya, murid-muridnya, yang selama ini dianggap terbelakang, berhasil menjadi orang-orang yang dicari oleh perusahaan-perusahaan besar.
Inspiring. Buku ini tak hanya harus dibaca oleh para pelajar, tapi juga untuk para pengajar.