Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mahabharata

Rate this book
Epos Mahabharata yang secara lengkap diceritakan kembali ini memuat riwayat wangsa Bharata, dari nenek moyang yang menurunkan mereka, masa kecil hingga masa dewasa Pandawa dan Kaurawa, pecahnya perang Bharatayudha, sampai Pandawa moksa, naik ke Indraloka. Dari epos India yang sangat terkenal ini, kita bisa memetik banyak pelajaran berharga tentang nilai-nilai kejujuran, kesetiaan, persaudaraan, perjuangan membela kebenaran, dan kesediaan memaafkan demi kebaikan bersama. Kecuali itu, epos ini dengan jelas menggambarkan bahwa manusia yang berbudi luhur juga memiliki kelemahan; sementara yang berwatak buruk juga memiliki sisi baik. Tak ada manusia yang sempurna.

389 pages, Hardcover

First published January 1, 2003

37 people are currently reading
529 people want to read

About the author

Nyoman S. Pendit

8 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
134 (38%)
4 stars
126 (36%)
3 stars
69 (19%)
2 stars
11 (3%)
1 star
7 (2%)
Displaying 1 - 30 of 50 reviews
Profile Image for Priska.
60 reviews4 followers
November 27, 2007
Kisah pandawa lima emang gak ada matinya..Pertama waktu SD gw nonton filmnya..Tetep aja pas baca bukunya gw gak bosen.Malah makin ngerti tentang hubungan antar tokoh yang bejibun banget banyaknya. Oke..okee..Btw, pernah gw jadiin naskah drama waktu gw tingkat 1.Tapi judulnya diubah jadi mahaberantakan:p
Profile Image for Kukuh Samudra.
19 reviews
January 21, 2015
Kisah Mahabharata telah cukup akrab bagi saya. Apalagi sebagai orang Jawa, sejak sekolah dasar penggalan cerita ini selalu tercantum dalam buku-buku teks pelajaran Bahasa Jawa. Guru-guru ketika mengajar hampir selalu memberikan contoh dan personifikasi tokoh mahabharata disangkutpautukan dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, "Pandawa itu murid yang rajin, sepulang sekolah mereka akan membaca ulang apa yang telah diajarka oleh gurunya. Sedangkan Kurawa adalah murid yang malas." Pandawa selalu digambarkan sebagai sosok yang sebaik-baiknya, sedangkan Kurawa sebagai sosok yang seburuk-buruknya.

Saat ini penggalan-penggalan kisah Mahabharata dapat kita cari dengan mudah di internet, bahkan terkadang disertai dengan tafsiran si empu penulis ulang cerita atau pemilik blog. Sebagai contoh kisah Karna yang memilih untuk berada di pihak Kurawa meskipun tahu bahwa sebenarnya dia masih seibu dengan para Pandawa dan bahwa kelak kurawa akan kalah dalam perang Bharatayuda sesuai dengan ramalan. Sikap Karna dianggap sebagai sikap ksatria sejati yang teguh memegang prinsip kesetiaan.

Sisi menarik dari cerita Mahabharata adalah penjelasan karakternya yang sangat dekat dengan kehidupan nyata. Oleh karena hidup adalah suatu rangkaian peristiwa, maka suatu plot kehidupan tidak mungkin dapat lepas dari masa lalu. Saya merasa perlu untuk membaca cerita Mahabharata secara lengkap, agar dapat memahami dan memaknai cerita secara lebih utuh.

Dalam buku ini pada bagian-bagian awal dijelaskan asal muasal para tokoh Mahabharata. Hampir semua tokoh dijelaskan secara lengkap silsilah dan dharmanya, yang kelak pada suatu masa mendapatkan karmanya. Setelah itu bagian kedua buku ini lebih banyak menceritakan berbagai cerita-cerita syarat nasehat dan kisah kepahlawanan yang menyebabkan beberapa tokoh mendapatkan kedudukan yang terhormat. Sedangkan bagian akhir menceritakan perang Bharatayuda, yaitu perang keturunan bharata antara Pandawa vs Kurawa.

Cerita Mahabharata sendiri sejauh yang saya tahu memiliki banyak sekali versi. Cerita ini konon berasal dari India. Sedangkan di Nusantara sendiri, setahu saya setiap daerah memiliki 'modifikasi' sendiri terhadap cerita ini, walaupun secara garis besar hampir sama.

Saya coba ambil contoh dalam Mahabharata versi Jawa, terdapat tokoh Antareja dan Antasena yang merupakan anak dari Bima. Sedangkan Mahabharata versi India dan mungkin versi yang lainnya tokoh Antareja dan Antasena tidak dijelaskan.

Buku ini sepertinya lebih banyak mengambil versi Mahabharata India, meskipun terdapat beberapa cerita yang sebetulnya hanya ada pada versi nusantara. Misalnya cerita tentang Nawaruci (cerita bima bertemu dengan dewaruci). Setahu saya cerita tersebut hanya dikenal pada Mahabharata versi Jawa.

Meskipun buku ini tergolong lengkap, saya pikir bukanlah versi yang terlengkap. Terdapat beberapa cerita dan asal-usul tokoh yang justru lebih sering saya dapatkan di internet (sumber-sumber lain) namun tidak tercantum dalam buku ini. Misal cerita tentang asal-usul Krisna dan kakaknya, Baladewa (Balarama dalam buku). Lalu cerita Gathotkaca yang berhasil mengalahkan raksasa yang ditakuti bahkan oleh para dewa.

Boleh jadi karena cerita-cerita yang saya maksudkan tadi berasal dari versi lain, karena seperti yang telah saya sebutkan banyak versi dari kisah Mahabharata.

Secara teknis dalam buku ini saya pikir terdapat kekurangan yaitu dalam penjelasan nama tokoh. Dalam tokoh Mahabharata, satu tokoh memiliki beberapa nama. Sedangkan pengarang kadang menggunakan nama-nama yang berbeda untuk menyebutkan satu tokoh tanpa memberi keterangan terlebih dahulu. Pembaca harus jeli mengenai masalah ini.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui cerita Mahabharata, buku ini mungkin cukup lengkap untuk dijadikan referensi awal.
Profile Image for Fajar Partomo.
17 reviews1 follower
May 24, 2014
Buku ini mengisahkan tentang salah satu epos terkenal dari India, yakni Epos Mahabharata. Mahabharata ini diceritakan kembali oleh Nyoman S. Pendit dengan bahasa yang cukup sederhana dan berlatar belakang kehidupan kerajaan di India pada jaman itu. Kisah tersebut diawali dengan silsilah keluarga dari Pandawa dan Kurawa dan terdiri dari 55 bagian cerita.

Buku ini secara detil menggambarkan kehidupan Pandawa dan Kurawa sejak dilahirkan, masa kecil, masa belajar, sampai dengan awal terjadinya konflik yang cukup rumit dikarenakan adanya rasa iri dan dengki antar saudara. Buku ini secara garis besar menggambarkan pelajaran yang berharga tentang nilai-nilai kejujuran, kesetiaan, persaudaraan, perjuangan membela kebenaran, dan kesediaan memaafkan demi kebaikan bersama. Selain itu, buku ini juga dengan jelas menggambarkan bahwa manusia yang berbudi luhur juga memiliki kelemahan, sementara yang berkarakter buruk pun juga memiliki sisi baik. Sisi humanis, moral, budaya, agama, dan adat istiadat sangat kental dalam kisah Mahabharata ini. Bagaimana seharusnya anak muda menghormati orang yang lebih tua, kewajiban menjaga janji/sumpah, berjiwa ksatria, berperilaku adil, tidak sombong dan jumawa, dan masih banyak lagi pelajaran yang dapat dipetik.

Ada beberapa quote yang menarik perhatian saya, seperti berikut.
“Tak ada orang bijak yang kuat untuk selalu berbuat kebaijkan seumur hidupnya. Tak ada orang durhakan yang selamanya hidup berkubang dosa. Hidup ini ibarat jaring laba-laba. Di dunia ini, tak ada orang yang sama sekali tak pernah berbuat kebajikan, tak ada pula yang sama sekali tak pernah berbuat kejahatan. Setiap orang harus memikul akibat perbuatannya sendiri. Janganlah engkau memberi jalan untuk kedukaan.” – Bagawan Wyasa.
“…..untuk bisa berbuat baik kebajikan dan mempunyai budi luhur, orang harus berusaha selalu berbuat baik dan menghindari perbuatan buruk. Pengetahuan tentang baik-buruk harus benar-benar meresap dalam jiwa seseorang dan tercermin dalam perbuatannya sehari-hari. Hanya dengan jalan demikian seseorang dapat disebut bijaksana dan berbudi luhur. Pengetahuan yang kita peroleh hanya merupakan keterangan yang akan menimbuni pikiran kita dan membuat kita tidak bijaksana. Semua itu ibarat pakaian luar yang diperlihatkan kepada orang lain tetapi sesungguhnya bukan bagian diri kita.” – Resi Lomasa.

Keunggulan: Bagi saya, kelebihan dari buku ini adalah penggambaran kisah peperangan antara Pandawa dan Kurawa disajikan dengan jelas dan runtut dengan bahasa yang mudah dipahami. Kisah pewayangan yang selalu menarik minat saya untuk membaca dan mengingat kembali dongeng-dongeng dari kakek dan nenek saya sewaktu saya kecil. Buku ini bukan hanya sekedar buku bacaan, namun juga memberikan pelajaran yang berharga bahwa sebagai manusia ada nilai-nilai luhur tertentu yang harus dijaga karena nantinya perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban. Selain kisah Mahabharata itu sendiri, buku ini juga menggambarkan bagaimana budaya Hindu pada jaman dulu berlaku di India: poliandri, mengenal beberapa dewa, upacara pembakaran mayat, dan inkarnasi.

Kelemahan: Dikarenakan buku ini diangkat dari sebuah wiracarita atau kisah yang aslinya berasal dari Kitab Mahabharata, bahasa dan alur yang digunakan cenderung kaku, tidak terdapat “permainan bahasa” seperti halnya majas (gaya bahasa) sehingga dari segi bahasa tidak begitu memancing emosi dari pembaca. Justru kisah Mahabharata itu sendiri yang menimbulkan daya tarik tersendiri untuk membuat pembaca semakin penasaran akan kelanjutan kisahnya. Beberapa gambar ilustrasi menurut saya pribadi, kurang menarik dan kurang begitu jelas.
Profile Image for Monica.
12 reviews
February 28, 2022
Mahabaratha bercerita tentang Pandawa dan Kurawa yang masih berhubungan darah (saudara sepupu). Pandawa melambangkan kebajikan dan Kurawa melambangkan kebathilan
Diceritakan bahwa Pandawa (Yudhistira, Bhimasena, Arjuna, Nakula dan Sadewa) memiliki kesaktian luar biasa sehingga dicintai rakyat serta para dewa karena selalu berkelakuan sesuai dharma. Hal ini membuat Kurawa (Duryodana dan 99 adiknya) sangat iri pada Pandawa
Seharusnya, Pandawa mewarisi kerajaan Hastinapura tetapi karena sifatnya yang serakah, Duryodana ingin memiliki tahta kerajaan tersebut. Para sesepuh kemudian sepakat utk membagi 2 kerajaan Hastinapura menjadi Hastinapura yang dipimpin Duryodana dan Indraprastha yang dipimpin Yudhistira. Melihat Indraprastha yang makmur, Duryodana tertarim untuk memilikinya sehingga dengan bantuan Sangkuni berhasil merebut Indraprastha melalui judi permainan dadu serta mengusir Pandawa untuk mengasingkan diri selama 13 tahun. Setelah masa pengasingan selesai, Pandawa menuntut kembali haknya atas kerajaan tetapi Kurawa menolak sehingga terjadilah perang di lembah Kuruksethra. Perang ini kemudian dikenal dengan nama perang Bharathayudha
.
Sebenarnya ada banyak sekali buku yang menceritakan Mahabaratha tetapi buku yang ditulis Nyoman S. Pendit dituturkan dengan sangat jelas dan seakan diajak utk masuk dalam perang Bharathayudha. Dari cerita ini pula dapat diambil pelajaran bahwa kebencian dan iri hati akan membawa dampak buruk, baik secara rohani maupun jasmani
Profile Image for Febyan Kafka .
478 reviews15 followers
October 3, 2021
Banyak kisah yg terlewat. Seperti perkawinan Gandari dengan Dristarastra. Untuk karakter vilain lebih terpusat pada Duryudana. Entah bagaimana,peran Shakuni sangat kurang kecuali di cerita Pandawa dadu. Tapi buku ini memuat banyak kisah detail mengenai kehidupan Pandawa selama pengasingan di hutan. Hal yg jarang diangkat di pengisahan kembali Mahabharata. Hal yg kurang ku suka adalah penggambaran karakter Karna, yg sangat menekankan kesombongannya. Dan dalam banyak hal, buku ini kurang mengekspos kesalahan pihak Pandawa.
Profile Image for Rizki.
9 reviews
November 24, 2021
Baca buku ini karena ofc harus baca, dan juga ini kisa favorit mamah dan bapak hhe..
Dulu mereka pacaran nonton nya kisah mahabrata dan bapak selalu excited kalau bahas kisah ini..
Ternyata emang bener se-seru itu, meskipun udah tau kisah nya dari acara TV tetap saja baca dan imagine sendiri itu beda rasanya...
Baca buku ini seru abis, meskipun bikin pegel tapi worth sekali....
Oiya baca buku ini juga karena nama karakter disini (Pandawa, Kurawa, Rama, Shinta, Aswatama dll) sering disebut Laut di kisahnya (Buku "Laut Bercerita") buat pengandaian orang atau situasi yang terjadi/ dia rasakan.
Profile Image for Karavella.
102 reviews2 followers
October 24, 2023
“Sungguh mulia orang yang dengan sabar menerima caci maki. Orang yang dapat menahan amarah ibarat kusir yang mampu menaklukkan dan mengendalikan kuda liar. Orang yang dapat membuang amarah jauh-jauh seperti ular yang mengelupas kulitnya. Orang yang tidak gentar menerima siksaan akan berhasil mencapai cita-citanya."

Hal yang baik diserap, yang buruk dibuang.
3 reviews
December 15, 2017
I love Indonesia and I love wayang so much. ini adalah buku pertama ttg pewayangan yg ak baca. Buku yg oke bagi mereka yg pengen tau kisah pewayangan mahabharata versi lengkap tapi ckup mudah dipahami
Profile Image for Gammarion.
19 reviews
December 26, 2022
Kisah yang epik lalu dikemas secara apik, bagian demi bagian, peristiwa demi peristiwa. Sayangnya, ada beberapa peristiwa yang kurang atau malah tidak dijelaskan seperti pernikahan Drestarasta dan Dewi Ghandari.
Profile Image for Victoria Tunggono.
Author 10 books32 followers
May 9, 2017
It has a complete story of Mahabharata, more from Indian version.
Profile Image for Gus Sur.
1 review1 follower
January 1, 2019
Sebuah kisah yang berujung pada kalimat klise: kebajikan menang melawan kebathilan.
Profile Image for Efraim Ariesandy.
4 reviews
May 27, 2021
Read this book since I was 10 years old. Dad gave it to me.

The story and learning becomes “a bible” to me. Such a personal book for me.

The bhagawad gita chapter is so good.
Profile Image for Zara.
3 reviews
December 29, 2023
Novel sejarah pertama yg aku suka bgt. Sampe hafal cerita mahabharata. Ngebantu bgt pelajaran sejarah 🫶
Profile Image for astrin.
16 reviews
February 10, 2015
Seru.

Sebuah epos yang memang sangat menyenangkan untuk diikuti kisahnya.
Terlepas dari apakah ini adalah cerita nyata atau hanya mitos, saya sangat menikmati detil-detil yang disampaikan dalam cerita ini.

Permusuhan Duryodhana dan Karna terhadap Pandawa membawa banyak pelajaran yang baik untuk direnungi. Ketabahan, keteguhan hati, iri, dengki, dendam, kesabaran, kesetiaan, kepatuhan, kejujuran, dan keikhlasan menjadi nilai-nilai yang diangkat sepanjang kisah ini.
Sebuah epos yang dahsyat biasanya memang tak lepas dari hal-hal magis. Sebut saja Kutuk-Pastu yang banyak dilontarkan di dalam cerita. Sumpah-sumpah yang diucapkan dan wajib dipenuhi. Lalu juga ada keajaiban-keajaiban yang diturunkan oleh dewa-dewi kepada manusia.

Menurut saya, ini termasuk cerita yang sangat klasik, yang memegang teguh nilai perbuatan yang bisa dibedakan menjadi Hitam dan Putih. Adil dan Tidak Adil. Baik dan Jahat. Tinggi Hati dan Rendah Hati. Ingkar dan Setia. Walaupun di beberapa bagian cerita juga ada kejadian yang masih dalam area abu-abu.

Saya sendiri merasa sangat tertarik untuk terus mengikuti kisah Pandawa dan perjuangan mereka dalam mencari jalan damai untuk mencapai keadilan dan demi kemaslahatan orang banyak. Dan tentu saja kisah tentang sifat Duryodhana yang berkebalikan dengan para Putra Pandu tersebut.
Paparan kisah peperangan di Kurukshetra menjadi bagian yang paling seru, mengharukan dan menegangkan. Kematian demi kematian, kekalahan demi kekalahan, kesedihan demi kesedihan, kemenangan demi kemenangan, kecurangan demi kecurangan, dan semua hal yang terjadi selama perang menimbulkan pemikiran bahwa Perang Memang Tak Pernah Baik.

Sebetulnya cerita ini sendiri begitu rumit. Selain terlalu banyaknya karakter yang ada, setiap karakter bahkan memiliki satu atau lebih nama julukan lain. Dan tak jarang karakter tersebut dipanggil menggunakan nama julukannya.
Belum lagi nama tempat yang cukup banyak, juga hubungan tiap karakter yang saling berkaitan atau bahkan berkerabat jauh dan dekat. Membaca epos ini sambil melihat diagram silsilah keluarga, akan memudahkan untuk mengerti hubungan kekerabatan mereka.
Dan saat sudah memahami semuanya, kita akan merasakan betapa besar dan luasnya epos ini.

Dalam cerita ini saya menyukai karakter Arjuna dan Abhimanyu. Ayah dan anak yang tangguh dan hebat. Ada kalimat yang selalu membuat saya 'nyess' saat membaca kalimat ini ,'Abhimanyu, putra kesayangan Arjuna', terutama saat perang Kurukshetra berlangsung.
Profile Image for Alifia.
60 reviews
July 26, 2015
selengkapnya di http://alivia-awin.blogspot.com/2015/...

"Kakek yang kuhormati, aku tahu aku ini anak Dewi Kunti, bukan anak sais kereta. Tetapi, aku berutang budi kepada Duryodhana, aku hidup dan makan dari hasil bumi milik Kaurawa. Aku harus jujur kepadanya dan menepati janjiku sebagai kesatria. Tidak mungkin bagiku untuk menyeberang ke pihak Pandawa sekarang. Ijinkan aku membalas jasa Duryodhana dengan jiwaku. Ijinkan aku melunasi utangku terhadap kepercayaan dan cintanya kepadaku. Engkau pasti memahami ini dan memaafkan aku. Aku mohon restumu," kata Karna kepada Bhisma.

Bhisma memahami jiwa besar dan keluhuran budi Karna. Ia membenarkan apa yang diucapkan Karna dan berkata, "Jika memang demikian ketetapan hatimu, lakukan sebaik-baiknya. Sebab itulah yang paling pantas kaulakukan."


Novel ini cukup lengkap menceritakan epos Mahabharata yang sejatinya adalah sebuah karya sastra kuno India, mulai dari kisah para leluhur Pandawa dan Kaurawa hingga perang Bharatayudha di medan Kurukshetra. Meski di beberapa bagian saya merasa seperti ada blackhole di antara keseluruhan cerita, namun hal itu sama sekali tidak menghilangkan benang merah yang menghubungkan keseluruhan cerita.

Baca novel historical (apalagi berdasarkan sastra kuno) emang bikin njelimet dan pusing sendiri. Butuh waktu sekitar dua hari bagi saya untuk menyelesaikan novel ini, terlalu banyak flashback, sumpah, dan kutuk. Kalau kata adek saya inti cerita Mahabharata itu "semua saling sumpah, semua saling bunuh, semuanya mati". Adek saya sarkasnya emang kebangetan.
Profile Image for Putra Mulia.
12 reviews4 followers
July 9, 2016
Kisah Mahabharata merupakan salah satu epik paling terkenal yang pernah tertulis dalam sejarah. Mahabharata sendiri tediri dari 18 kitab. Kisah aslinya ditulis oleh Begawan Wyasa, dan menurut para ahli dibukukan sekitar tahun 300 SM. Mahabharata memuat sejarah bangsa Bharata yang kemudian mewarisi kerajaan Kuru yang berpusat di Hastinapura. Mahabharata awalnya diceritakan oleh Waishampayana, seorang murid Wyasa, kepada raja Hastinapura yaitu jayamejaya, setelah sang raja gagal melakukan upacara pengorbanan ular.
Diceritakan keturunan raja Sentanu, salah satu raja Hastinapura, memiliki dua orang cucu, yaitu Pandu dan Drestarasta. Pandu memiliki 5 orang anak yang lebih dikenal dengan sebutan Pandawa, yaitu Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa. Sedangkan, Drestarasta memiliki 100 anak yang dikenal dengan sebutan Kurawa, dan dipimpin oleh anak tertuanya Duryodhana.
Mahabharata menghadirkan kisah perjalanan kehidupan dan konflik antara Pandawa dan Kurawa dan kemudian berujung ke perang besar, Bharatayudha. Perang itu dimenangkan oleh pihak Pandawa, lalu Yudhistira dinobatkan menjadi raja Hastinapura dan memerintah selama 36 tahun dengan adil. Akhir kisah diceritakan kelima Pandawa mencari kedamaian dan berkelana ke Himalaya bersama istri mereka, Draupadi. Sedangkan kerjaaan Hastinapura diwariskan ke cucu Arjuna, Parikesit.
Profile Image for Yogi Saputro.
143 reviews7 followers
March 12, 2015
One word for this book: Epic!

Ini adalah kisah klasik yang tidak lekang oleh waktu. Diceritakan kembali secara turun temurun dalam berbagai versi. Yang ada di dalam buku ini hanyalah segelintir kisah pokok berorientasi pada keluarga Pandawa dan Kurawa. Kisah aslinya jauh lebih besar.

Membaca kisah seperti ini membawa kita pada pencerahan nilai kehidupan manusia. Kebijaksanaan sudah muncul sejak berabad silam. Mahabharata adalah contoh yang bagus dalam menyebarkan nilai budaya ke seluruh dunia. Bagi saya kisah ini setara dengan kisah legendaris negeri lain seperti 1001 malam atau kisah tiga kerajaan.



Lihat semua review buku di blog saya, Kompilasi Perkara Yogi Saputro
Profile Image for Reisa.
62 reviews
June 15, 2016
Ada beberapa cerita yang tidak dicantumkan, seperti kisah asal mula nama Indraprastha (bagian dari Hastina yang dikuasai Pandawa), kisah Ekalaya, kisah eksil Arjuna selama 12 tahun setelah tidak sengaja menginterupsi waktu pribadi Drupadi dan Yudhistira (yang berakhir dengan Arjuna mengunjungi kahyangan lalu dikutuk jadi banci, yang diceritakan secara singkat di buku ini), juga Drupadi yang mengakui bahwa dia memendam cinta pada Karna. Tapi all in all buku yang cukup lengkap untuk mengetahui secara runtut peristiwa Mahabharata.

Note pribadi: suka banget sama Yudhistiranya, manusiawi banget. Meskipun kesatria yang menjalankan dharma, dia tidak luput dari khilaf dan dosa (dosa2 besar pula). reminds me of my own certain prince hahaha
Profile Image for Aqmarina Andira.
Author 3 books10 followers
January 3, 2013
I'm sure Pandawa deserves to be loved and adored by people all around the world. But I still think this war is mean and ruthless. If winning means that it is okay to lie and disregard the rules, then I personally prefer to die gracefully like Bhisma, Drona, and Abhimanyu then live in victory as well as regrets like Pandawa and Krishna. But it is just me.

The book and the story itself is great. It made my heart race while reading it. It is probably the simplest way to understand the great Mahabharata Epic. The words and the sentences are pretty easy to understand. Additional detail explanation about the characters will definitely be very helpful.

It is great!
Profile Image for afifah dyah.
34 reviews10 followers
June 7, 2015
wow finally i finished reading this epic story. i would love to thank Nyoman S. Pendit for compiling the whole story into the simple one without the erasing point of the story. i still don't understand why Pandawa is so overrated. there is no such hero and villain in this story, i don't think Kurawa is perfectly bad and i don't think all of Pandawa is kind-hearted. and yes Karna is still my favorite character here. i would love to make a further analysis or write a journal based on this story. mahabarata is sure will never get old
Profile Image for Sabrina Zee.
Author 6 books30 followers
August 21, 2011
Lebih suka yang ini dibanding Ramayana. Mungkin karena ceritanya lebih seru namun tidak jauh-jauh dari ajaran moral dan hidup sesuai dharma. Walaupun terkadang saya suka mengerutkan dahi membaca dialog-dialognya yang kuno dan aneh, saya sangat menikmati bagian perang dan perasaan iri dengki Kaurawa terhadap Pandawa. Bagian paling menonjol dari cerita klasik ini adalah mengenai karma. Nasib semua tokohnya sudah diatur sedemikian rupa sesuai dengan tindakan dan perbuatannya selama hidup.
Profile Image for Naranobel.
13 reviews4 followers
June 10, 2012
buku yang bagus, buku ini menceritakan tentang pandawa dan kurawa, lengkap dengan beberapa ilustrasi gambarnya.
namun sayang pembahasan tokoh karna yang menjadi idola saya ada yang terlewatkan, atau mungkin sengaja dilewati. dibuat sedemikian rupa, agar mendapat kesan karna yang begitu luhur.
7 tahun yang lalu saya membaca buku ini, mungkin review ini kurang baik, karena hanya ingatan yg saya jadikan acuan.
Profile Image for Marina.
2,038 reviews359 followers
August 20, 2014
** Books 225 - 2014 **

Buku ini saya berikan 4 dari 5 bintang!
lebih detail dari Cerita Mahabharata versi Chitra Banerjee Divakaruni yang berjudul The Palace of Illusions sudah begitu bahasanya lugas dan ringan jadi lebih mudah dipahami.

Bagus untuk memahami Mahabharata yang aslinya setebal dan sepanjang 18 kitab! *__*
Profile Image for mono.
7 reviews3 followers
August 4, 2007
salah satu masterpiece sastra dunia yang tetap awet sampai skarang. buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia dari mahabharata asli india karya vyasa yang menceritakan kisah pandawa melawan para kurawa. banyak berisi filosofi2 kehidupan yang tidak hanya bersifat ke-hindu-an tapi juga universal.
Profile Image for Zeta Bookshelves.
9 reviews
August 30, 2007
Selain mengingatkan saya pada mantan kekasih,
[dia menyanyikan Perang Baratayudha dalam versi Peterpan]
buku ini juga memiliki signifikansi lain bagi saya.

Sejak kecil saya terpesona pada kisah Kurawa-Pandawa
sampaisampai susah sekali untuk menemukan karakter kesukaan,
karena semua karakter dibangun dengan sangat rinci
[masingmasing memiliki kelebihan dan kekurangannya, tentu].
9 reviews1 follower
October 22, 2009
Mahabharata adalah kisah sarat unsur filosofis, padat akan pengalaman spiritual. Buku ini bukan hanya menceritakan perjalanan hidup 5 (lima) Saudara; Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa, tapi lebih dari itu buku ini adalah tentang bagaimana nilai-nilai dipertahankan dan diinternalisasi kemudian diderivasikan..buku ini sangat layak untuk dibaca..
2 reviews2 followers
August 5, 2011
Buku yang bagus, sangat cocok sebagai konsumsi pembaca yang masih muda. Nyoman S. Pendit menyajikan Mahabharata dengan bahasa yang mudah dimengerti. Hanya saja perpindahan cerita dari satu tokoh ke tokoh lain agak membuat pusing, untungnya dalam buku ini disediakan silsilah Kaurawa dan Pandawa sehingga dapat membantu pembaca mengenali peranan tokoh tersebut dalam kisah Mahabharata.
Displaying 1 - 30 of 50 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.