Jump to ratings and reviews
Rate this book

Projo & Brojo

Rate this book
Brojo melihat garis kematian, dan ia mendekat tanpa bisa menahan. Itu terjadi ketika bengkel tempat kerjanya digusur, dan dirinya menjadi penganggur. Wisuni, istrinya yang lugu, dikirim pulang kampung. Ceritanya belum sepenuhnya rampung, karena Brojo mendapat pekerjaan menggantikan Projo yang berada dalam penjara. Brojo sempat berlatih keras untuk menjadi Projo.

Namun ada yang tidak disiapkan. Bagaimana kekasih-kekasih Brojo yang menemui di penjara? Akankah dipacari juga oleh Brojo? Bagaimana dengan istri Projo, akankah diperistri juga, karena itu dimungkinkan terjadi di penjara?

Projo sendiri menemukan istrinya tidak sepenuhnya setia, justru dengan orang yang selama ini dianggap sahabat dan penolongnya.

Wisuni nekat dan datang ke Jakarta, untuk sementara malah tinggal bersama Projo. Dan ketika Projo menemukan kedamaian, bisa menerima apa yang terjadi selama ini dalam hidupnya, ia ingin kembali ke penjara.

Wisuni yang setia, tabah, mencintai suaminya, malah melarangnya. Setidaknya untuk beberapa hari. Kenapa?

Projo dan Brojo ditulis pengarangnya ketika berada dalam penjara, dengan bahasa yang irit dalam dialog. Kadang juga menyimpang apakah dialog itu diucapkan Projo atau Brojo, istri atau kekasih, sahabat atau pengkhianat, pembantu atau entah siapa. Mungkin bisa siapa saja. Apakah harus berbeda antara Projo dan Brojo? Yang tetap abadi ternyata cinta, juga ketulusan menjalaninya.

368 pages, Paperback

First published January 1, 1994

6 people are currently reading
51 people want to read

About the author

Arswendo Atmowiloto

120 books156 followers
Seorang yang sangat terkenal di bidang jurnalistik, penulisan dan sinetron. Lahir di Solo 26 November 1948. Sempat kuliah di IKIP Solo selama beberapa bulan, lalu mengikuti program penulisan kreatif di Iowa University, Iowa City, Amerika Serikat (1979). Prestasinya sungguh luar biasa. Banyak karyanya yang telah disinetronkan dan mendapat penghargaan, di antaranya Keluarga Cemara dan Becak Emak, yang terpilih sebagai Pemenang Kedua Buku Remaja Yayasan Adikarya IKAPI 2002. Bahkan karena prestasinya pula, dia sempat masuk penjara selama lima tahun!

Kini ia mengelola penerbitan sendiri yang diberi nama Atmo Group. Ia tinggal di Jakarta dengan seorang istri yang itu-itu saja, tiga orang anak yang sudah dewasa, seorang cucu yang lucu, seekor anjing setia, ratusan lukisan buatan sendiri selama di penjara, serta sejumlah pengalaman indah yang masih akan dituliskan.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
19 (15%)
4 stars
40 (32%)
3 stars
52 (41%)
2 stars
11 (8%)
1 star
3 (2%)
Displaying 1 - 30 of 38 reviews
Profile Image for Farhane.
29 reviews19 followers
February 14, 2016
kalau kalian tanya: "Seandainya kamu adalah penulis dari buku yang sudah diterbitkan, kira-kira buku apa itu?" saya bakal jawab buku ini. Projo dan Brojo. karangan Arswendo Atmowiloto. serius.

Arswendo adalah satu dari tiga penulis lokal favorit saya. kebetulan, buku ini udah nangkring di rak sejak setahun lalu. tapi, karena terlalu sibuk sama buku-buku mancanegara, buku ini baru sempat saya baca sekarang.

kebetulan background pendidikan saya adalah FISIP. jadi, kasus yang diangkat beliau mudah sekali saya tangkap. mulai dari penjabaran kasus Projo, perlakuan Projo di penjara, sampai bagaimana Projo bertukar posisi sebagai Brojo. semuanya dibuat rumit, tapi asik.

untuk remaja yang menyukai topik politik, saya berharap goodreads menyediakan 6 bintang. karena buat saya, 5 tidak cukup untuk menggambarkan betapa sempurnanya buku ini.

salut.
Profile Image for Mandewi.
575 reviews10 followers
October 7, 2013
Disangka berkhianat padahal tidak. Disangka berbohong padahal tidak. Disangka rumit padahal tidak. Banyak yang menjadi kejutan di novel ini. Tokoh favorit saya: Wisuni, dengan segala kesederhanaannya. Saya pikir, orang-orang yang membuat/ merasa/ mengira hidup begitu rumit wajib belajar pada seorang Wisuni. :D
51 reviews
June 17, 2021
Part yang paling membuat saya merasa berpikir dangkal dan kurang menikmati hidup:
"Saya ingin menganggap bahwa apa yang terjadi padamu saat tertentu itu, karena kamu tidak mengenali siapa dirimu. " (Projo)
Jadi salut dan merasa tidak etis, bagaimana bisa masih ada orang yang memiliki kelapangan hati dan penerimaan yang besar saat ia sendiri krisis Identitas.
Profile Image for Sobat JO.
18 reviews2 followers
September 18, 2015
Jadi, beberapa hari yang lalu, Mimin dikasih buku sama teman. Baru aja selesai dibaca. Mumpung #RaBuku, Mimin share sekalian bukunya ya.
Bukunya bukan buku baru sih. Buku lama terbitan 2009 karyanya Arswendo Atmowiloto. Buku ini ditulis oleh penulisnya saat dia berada di dalam penjara. Mungkin ada yang sudah pernah baca Projo dan Brojo.
"Kebenaran ada dalam kesederhanaan" (Halaman 187)

Membaca buku ini tidak akan lepas dari pesan-pesan politis dari penulisnya.Tapi ada baiknya kita kesampingkan dahulu soal itu. Menikmati lembar dari lembar buku ini, sangat menyenangkan. Bukan novel yang butuh waktu lama untuk diselesaikan karena bahasanya ringan dialognya mengalir dengan cerdas, kadang ada beberapa saat pembaca akan dibuat berhenti sejenak untuk merenung karena sebuah dialog, dan ada juga beberapa saat di mana pembaca akan dibuat tergelak karena sebuah dialog

Projo dan Brojo sendiri adalah nama dua orang yang berbeda. Perbedaan kehidupan keduanya bagaikan bumi dan langit. Tapi, mereka punya satu persamaan yang akhirnya mempertemukan mereka berdua dalam kehidupan yang akan sangat rumit. Persamaan itu ada dalam bentuk fisik wajah yang sangat mirip. Projo sudah dua tahun mendekam dalam penjara karena terkena sebuah kasus. Brojo baru saja mengalami kesulitan ekonomi. Keadaan yang saling membutuhkan ini mempertemukan mereka dalam sebuah rencana yang telah diatur oleh orang kepercayaan Projo. Rencana itu adalah mereka harus bertukar peran. Brojo akan menggantikan Projo di penjara dengan bayaran yang besar dan Projo akan menjadi orang lain dalam penyamaran dengan tujuan untuk menyelidiki kasusnya, juga istrinya. Brojo yang di dalam penjara, walau mendapatkan semua yang dia butuhkan, juga memiliki permasalahan tersendiri. Ia harus menghadapi permasalahan Projo dengan para wanita-wanitanya juga kerinduan akan istrinya yang sangat sederhana, yaitu Wisuni. Bagaimana keduanya menghadapi keadaan ini dan bagaimana cara mereka mengakhiri cerita ini adalah bagian yang paling menarik dari buku. Wisuni sendiri menjadi sosok yang akan banyak menarik hati pembaca. Keluguannya,sikap nrimo-nya, kesederhanaannya, jg rasa percaya yang besar terhadap pasangannya menjadi penyeimbang di antara pusaran konflik yang sangat rumit antara kehidupan Projo dan Brojo.

Jika ada satu hal dalam buku ini yang harus dikomentari adalah masalah penulisan dialog karena jarang diikuti dengan nama pengucapnya, sehingga ada beberapa dialog yang agak membingungkan diucapkan oleh siapa, tapi tentu tidak berpengaruh terlalu banyak terhadap cerita. Mimin rekomendasikan buku ini untuk kalian yang ini membaca buku dengan bahasa yang ringan dan mengalir namun sangat padat dengan dialog yang tidak mudah untuk dilupakan, kesan sederhana yang begitu membekas, juga konflik yang diolah dengan tidak biasa.
Profile Image for Naomi Jayalaksana.
93 reviews
September 23, 2010
“Kebebasan itu mahal. Sedemikian mahal sehingga hanya sedikit sekali yang mampu membeli.”

Demikian cuplikan tulisan Brojo dalam buku milik Projo alias Don Sabdono Projokusumo, napi tertuduh korupsi yang digantikan olehnya. Delapan tahun bukan waktu yang lama untuk menebus kebahagiaan yang akan dirajutnya bersama Wisuni, gadis dusun yang baru beberapa bulan lalu dinikahinya. Toh, kehidupan di balik jeruji untuk seorang Projo ternyata lebih nikmat daripada hidup di luar dengan ketidakmenentuan nasib.

Di ruang berterali ini, Brojo bisa mendapat segepok gaji bulanan, rokok mahal, kasur empuk, bahkan punya waktu untuk 'jalan-jalan' keluar tembok. Sebaliknya, Projo alias Don, harus menahan panas hati terhadap dugaan perselingkuhan istrinya Lil dengan mantan bos yang membuatnya nongkrong di penjara. Dengan bantuan Zul, sahabatnya, ia nekat bersalin penampilan menjadi Brojo dan Dewi demi mencari jawab.

Ternyata, kesetiaan dan pengkhianatan hanya terpisah oleh membran tipis yang rentan koyak dan luluh kapan saja. Mampukah Projo dan Brojo bertahan dalam peran masing-masing?

Novel setebal 361 halaman ini merupakan salah satu karya terbaik Arswendo yang bisa menjadi pengobat rindu para pecinta sastra.
Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
October 28, 2016
Buku pinjaman melalui iJak lagi.

Banyak logika cerita yang bolong, dan kasus di balik tuduhan korupsi kepada Projo yang tidak terjawab. Sayang juga sebenarnya, mengingat kehidupan pengadilan dan penjara sudah pernah dialami sendiri oleh penulis buku ini.

Tokoh Brojo dan Wisuni asyik juga, bikin segar dengan keluguan mereka.

Tapi ya, tetaplah. Sebenarnya 2.5 bintang, dibuatkan ke atas deh.
Profile Image for Asmin Kurniati.
22 reviews5 followers
August 21, 2017
Buku garapan arswendo seperti biasa selalu sederhana namun mengena.
Seperti juga tokoh-tokohnya yang sederhana. Malah dengan kesederhanaan itu arswendo menceritakan beragam konflik dan alur. Tidak memperberat otak si pembaca karena mudah dicerna dengan bahasanya.

Pesan-pesan yang mengiringi tulisannya pun tersamar dengan manis, tidak terkesan sebagai nasehat sama sekali. Benar-benar semacam cerita dari sebuah pengalaman. Ya, sesederhana itu.
Profile Image for Irma Kartika.
24 reviews
December 30, 2020
pengalaman yang cukup menyenangkan ketika dibawa menghadapi kebatinan Projo, Brojo, Wisuni, Evi, Zul dan dapat pencerahan dari Kak Wisuni bahwa kalau hidup ya dijalani saja sebagaimana adanya, tak perlu pusing-pusing memikirkan hal tak perlu.
Profile Image for Gustia Mardalena.
26 reviews
December 26, 2021
Projo & Brojo karya Arswendo Atmowiloto ini merupakan novel dewasa. Dibuat pada tahun 1993. Terbit pertama kali tahun 1994.

Tokoh utama di sini adalah Projo. Brojo yang menjadi pembuka dari jalannya cerita dan saling terkait satu sama lain. Wisuni, istri Brojo, yang begitu lugu. Bagi saya, cerita yang diangkat di sini termasuk unik. Awalnya mungkin akan dibuat bertanya-tanya, "Bagaimana caranya?". Kemudian, "Kok, bisa?". Lantas akan berpikir, "Aneh, nih ....".

Semakin mengikuti bagaimana alur cerita itu dimainkan, semakin banyak pertanyaan yang muncul untuk mengetahui lebih jelas atas pertanyaan-pertanyaan sebelumnya.

Saya digiring untuk menebak-nebak pangkal dari masalah dan siapa dalangnya. Saya mungkin termasuk pembaca yang kurang peka dan awas dengan segala teka-teki yang bertebaran di sana-sini. Mungkin juga pembaca yang terlalu malas mengira-ngira bahwa sebenarnya ini adalah benang merah dari ceritanya.

Dengan segala kerumitan masalah politik dalam pekerjaan, tentang sahabat atau orang tepercaya, dan soal rumah tangga, saya banyak belajar dari semua problematiknya. Bagaimana seorang yang bisa dipercaya. Bagaimana menghadapi masalah. Bagaimana ketika terkungkung, namun mengharuskan memecahkan masalah. Bagaimana seorang suami dan istri berlaku. Bagaimana rumah tangga yang sehat. Bagaimana seharusnya bersikap. Dan banyak lagi.

Setiap karakter memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Selain saya menyukai karakter Iil, istri Projo, yang begitu kuat, sabar, dan tabah. Saya juga
terpesona dengan karakter Wisuni, orang yang begitu polos, yang dalam kepolosannya ada kesederhanaan, dan di dalam kesederhanaannya ada kebenaran. Semua karakter yang ada pada cerita ini memiliki keterkaitan dan saling melengkapi.

Akhir yang menurut saya sangat dramatik. Begitu hangat. Ah, ketika saya sampai pada titik terakhir, rindu pada mereka sudah begitu terasa sekali.

Kepada Bapak Arswendo Atmowiloto yang telah lebih dulu meninggalkan kita, terima kasih atas karyanya yang bagus dan luar biasa ini.
Profile Image for Taufan Sopian Riyadi.
29 reviews1 follower
March 22, 2020
Ingat Setya Novanto? Atau dengan Gayus Tambunan? Keduanya bisa plesiran meskipun dipenjara. Buku ini mungkin menjadi inspirasi mereka. Bahkan buku ininpun ditukis saat penukisnya berada di dlalam penjara.

Potret keluarga, perselingkuhan, persekongkolan, dan birokrasi yang mudah di suap menjadi bumbu di dlalamnya.

Tak lupa, kepolosan Suni membuat ketegangan seketika menjadi cair.
Profile Image for Alifa.
5 reviews
October 31, 2025
Ide cerita dan tokohnya sangat menarik. Penulisannya juga bagus sekali, cocok untuk saya pribadi. Buku Pak Arswendo pertama yang saya baca dan latar belakang penulisan novel ini juga sangat mengejutkan, karena ditulis saat penulis berada di penjara. Sayang sekali, saya kurang cocok dengan akhir novelnya. Seakan terpaksa di happy-ending-kan, mungkin.
4 reviews
November 17, 2020
Seru nih...
Apalagi dengan karakter Wisuni, yang mampu mengejutkan...
Profile Image for Salman Saizi.
7 reviews
January 30, 2021
Buku yang cukup, bahkan sangat bagus. Saya belajar banyak hal dari buku ini, terlebih tentang kotornya dunia politik di balik jeruji.
22 reviews16 followers
May 29, 2021
Tidak semua tahanan yang ada di penjara itu penjahat. Dan tidak semua penjahat mendekam di penjara.
5 reviews
June 20, 2024
Untuk awal hingga mendekati akhir, ceritanya seru. Namun saya merasa kurang sreg dengan akhir ceritanya, seakan Projo saja yang jadi tokoh utama, dan peran Brojo kurang dihargai. Berani saya bilang kalau ditambahkan 1 bab tambahan saja di akhir, maka novel ini mendekati sempurna.
Profile Image for Rowena.
141 reviews12 followers
October 15, 2025
Sangat memukau, membuat sulit untuk berhenti... Arswendo mampu untuk menggambarkan sudut pandang berbagai orang dari berbagai latar belakang dengan sangat menarik.
Author 5 books8 followers
June 5, 2016
"Kebenaran ada dalam kesederhanaan" (Halaman 187)

Membaca buku ini tidak akan lepas dari pesan-pesan politis dari penulisnya. Tapi ada baiknya kita kesampingkan dahulu soal itu. Menikmati lembar demi lembar buku ini, sangat menyenangkan. Bukan novel yang butuh waktu lama untuk diselesaikan karena bahasanya ringan dan dialognya mengalir dengan cerdas, kadang ada beberapa saat pembaca akan dibuat berhenti sejenak untuk merenung karena sebuah dialog, dan ada juga beberapa saat di mana pembaca akan dibuat tergelak karena sebuah dialog.

Projo dan Brojo sendiri adalah nama dua orang yang berbeda. Perbedaan kehidupan keduanya bagaikan bumi dan langit. Tapi, mereka punya satu persamaan yang akhirnya mempertemukan mereka berdua dalam kehidupan yang akan sangat rumit. Persamaan itu ada dalam bentuk fisik wajah yang sangat mirip. Projo sudah dua tahun mendekam dalam penjara karena terkena sebuah kasus. Brojo baru saja mengalami kesulitan ekonomi. Keadaan yang saling membutuhkan ini mempertemukan mereka dalam sebuah rencana yang telah diatur oleh orang kepercayaan Projo. Rencana itu adalah mereka harus bertukar peran. Brojo akan menggantikan Projo di penjara dengan bayaran yang besar dan Projo akan menjadi orang lain dalam penyamaran dengan tujuan untuk menyelidiki kasusnya, juga istrinya. Brojo yang di dalam penjara, walau mendapatkan semua yang dia butuhkan, juga memiliki permasalahan tersendiri. Ia harus menghadapi permasalahan Projo dengan para wanita-wanitanya juga kerinduan akan istrinya yang sangat sederhana, yaitu Wisuni. Bagaimana keduanya menghadapi keadaan ini dan bagaimana cara mereka mengakhiri cerita ini adalah bagian yang paling menarik dari buku. Wisuni sendiri menjadi sosok yang akan banyak menarik hati pembaca. Keluguannya, sikap nrimo-nya, kesederhanaannya, juga rasa percaya yang besar terhadap pasangannya menjadi penyeimbang di antara pusaran konflik yang sangat rumit antara kehidupan Projo dan Brojo.

Jika ada satu hal dalam buku ini yang harus dikomentari adalah masalah penulisan dialog karena jarang diikuti dengan nama pengucapnya, sehingga ada beberapa dialog yang agak membingungkan diucapkan oleh siapa. Tapi tentu itu tidak berpengaruh terlalu banyak terhadap cerita. Saya rekomendasikan buku ini untuk kalian yang ingin membaca buku dengan bahasa yang ringan dan mengalir namun sangat padat dengan dialog yang tidak mudah untuk dilupakan, kesan sederhana yang begitu membekas, juga konflik yang diolah dengan tidak biasa.
Profile Image for Ime'... Imelda.
96 reviews15 followers
June 13, 2010
Gue beli buku ini karena menurut gue, ringkasan cerita yang ada di bagian belakang buku ini cukup menarik. Tapi, setelah selesai membaca buku ini, gue jadi bingung sendiri. Setidaknya, selesai gue membaca buku ini, gue nggak se-excited ketika gue selesai membaca ringkasan ceritanya. But yah, setidaknya, gue udah membaca buku ini sih.

Projo dan Brojo bercerita mengenai dua orang dengan wajah yang mirip abis, tapi beda nasib. Projo, seorang mantan direktur bank, yang ditahan karena kasus kredit macet, sedangkan Brojo, adalah seorang pendatang di kota metropolitan, penganten baru, dari kampung, tapi harus berhenti bekerja, lantaran bengkel tempatnya bekerja terpaksa tutup. Kedua situasi ini kemudian dipertukarkan, demi membawa Projo keluar dari penjara.

Walaupun begitu, Projo tidak keluar dari penjara untuk menyamar menjadi Brojo. Ia keluar dari penjara, untuk mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang mondar-mandir di pikirannya selama di penjara. Sedangkan Brojo, hanya dengan modal mendekam di penjara, ia bisa memodali lapangan sepak bola yang cukup lengkap, hingga niatan untuk memodali istri, sangat mungkin untuk tercapai.

Namun, isi buku ini lebih didominasi oleh kegiatan Projo di luar penjara. Plus, cerita luar biasa mengenai kesederhanaan Wisuni, istri Brojo, dalam menghadapi Projo di luar penjara. Buku ini pun ditutup dengan kondisi Projo yang masih menikmati kehidupan di luar penjaranya.

Gue sih, belajar mengenai kesederhanaan Wisuni yang bisa membungkam Projo dan kembali mempertanyakan eksistensinya. Kesederhanaan Wisuni membuat segala sesuatu menjadi begitu mudah, yang tadinya terkesan ribet tak berujung. Tapi, gue nggak ngerti gimana dengan si Brojo-nya; dibahasnya nggak banyak-banyak amat. Ya udah sih, yah...

Well anyway, gue suka beberapa quote-quote yang dituliskan. Terutama mengenai kesederhanaan berpikir manusia. Cuman, jujur aja, gue kurang suka endingnya. Gue pikir, akan ada pembahasan mengenai ketidaksetujuannya Wisuni saat Projo ingin bertukar dengan Brojo. Ternyata, nggak ada, gitu aja. Simple.

Atau mungkin, itu yang dituju oleh sang penulis? Ndak usah dibahas. Sama saja. (mengikuti pola pikir Wisuni)

ime'...
Profile Image for Marina.
2,042 reviews359 followers
December 12, 2014
** Books 125 - 2014 **

Novel ini menceritakan kisah dua pria yang bernama Brojo dan Don Sabdono Projokusumo/ Projo.

Brojo
seorang pria desa yang kerja di bengkel dengan hidup pas2an tinggal bersama istrinya yg bernama wisuni

Projo
seorang pria yg mantan direktur utama yg terjerat oleh kasus korupsi dan sedang menjalani kurungan penjara 10 tahun..

apes nasib Brojo itu yang dipikirkannya.. dia masih dikatakan penganten baru dengan istrinya, Wisuni sekarang dia harus berhenti kerja di bengkel tempat dia bekerja karena alasan digusur. suatu saat tawaran menggiurkan datang kepadanya dari Pak Zul ia akan bisa mendapatkan uang dengsn cara bertukar tempat di penjara menjadi Projo.. apa yg sebenarnya dicari oleh Projo? bagaimana Brojo menghadapi evi, wanita yang dekat oleh pak Brojo? dan bagaimana Projo menghadapi Wisuni istri brojo yg lugu sekaligus mencari tahu apakah istrinya, Il benar berselingkuh dengan bos atasannya?

Kebebasan itu mahal. sedemikian mahal sehingga hanya sedikit sekali yang mampu membeli. Akan tetapi, yang lebih mahal dari harga kebebasan juga ada. yaitu persahabatan. persahabatan menjadi mahal karena tak banyak lagi yang memiliki.. (Brojo, halaman 35)

Novel ini cukup menarik dan menceritakan tentang kisah kehidupan dua pria yg berwajah sama nsmun berbeda nasib dan masalah yang dihadapi. novel ini saya beri 3,1 dari 5 bintang! :)
Profile Image for Rayya Tasanee.
Author 3 books23 followers
June 15, 2016
Akhirnya selesai juga membaca novel yang ditulis pada tahun 1993 ini.

Saya tertarik membaca karya Arswendo Atmowiloto setelah membaca Kau Memanggilku Malaikat yang sangat bagus.

Hmm... Yang masih membuat saya bertanya-tanya, bagaimana dua orang bisa mempunyai wajah yang sangat persis kalau bukan kembar identik? Kalau bukan kembar, Projo dan Brojo pasti punya perbedaan ciri wajah. Sejak awal cerita saya terganggu dengan identitas Projo dan Brojo. Apakah mereka memang kembar? Bagaimana bisa orang-orang terdekat Projo tidak bisa membedakan bahwa yang dipenjara untuk sementara adalah Brojo? Hanya Wisuni yang bisa membedakan mana Brojo, mana Projo. Apalagi ketika Projo menyamar sebagai Dewi. Mengapa Iil, istri Projo sendiri tidak bisa mengenali suaminya? Kalaupun sudah ditutup dengan make up (di novel Projo berdandan sendiri, bukan oleh make up profesional), semestinya Iil sangat mengenali garis wajah Projo. Hmm...

Ceritanya penuh intrik. Penyelesaian konfliknya logis. Karakter yang saya sukai adalah Wisuni. Sederhana dan polos.

Mungkin karena saya merasa penyamaran-penyamaran tsb seperti sinetron, saya jadi kurang menikmati ceritanya.

2 of 5 stars.
Profile Image for Lopi Rumengan.
18 reviews
November 25, 2012
Terserah mereka akan bilang saya Perez atau apa... Tapi aselik! Buku ini keren banget. Kalo katanya anak gahoel, buku ini KECE BADAI! :) Sangat-sangat direkomendasikan.

Buku ini memang pelit penjelasan. Tapi buat saya, ibarat cowok, buku ini adalah cowok. Keren, tegas dan gagah. Awalnya membosankan memang mengenal cowok ini, tapi kalo sudah berhasil menggalinya lebih dalam, dijamin bakal jatuh cinta.

Dan dia... juga misterius. Endingnya gak terduga. Ah, siapa pula yang mampu menolaknya? ;)
Profile Image for Adek.
195 reviews4 followers
September 29, 2013
Officially gw jadi fansnya Arswendo. Novel ini lahir pas doi di penjara sehingga penjara dijadikan sebagai latar utama di sini. Posisi Projo di lapas digantikan oleh pemuda penganten baru yang mukanya sangat mirip, Brojo.

Kalimat dialognya lugas bener, narasinya gw bayangin Arswendo yang langsung ngomong, nyablak dan lucu. Pokoknya keren deh.

Sosok Wisuni yang sangat menginspirasi, membuat kita benar-benar harus kembali kepada kesederhanaan. Kebenaran ada dalam kesederhanaan. ~187
Profile Image for Ayu Welirang.
Author 12 books93 followers
August 18, 2012
Sebenarnya buku ini sudah selesai dibaca sejak dua minggu lalu. Hanya saja, baru sempat diupdate sekarang. Buku hebat, tentu saja dari penulis yang hebat pula. Saya kadang berpikir, kasus pertukaran napi yang sempat marak setahun lalu, mungkin saja diinspirasi dari buku ini. Detil yang digambarkan Arswendo sangatlah tidak terduga. Buku hebat, sungguh. Silakan baca sendiri jika tak percaya. :)
Profile Image for Erri Kartika.
6 reviews1 follower
December 1, 2012
Saya selalu suka sama buku-bukunya Arswendo, selalu tentang social life, dan terutama keluguan karakter2 utamanya yang biasanya dari kalangan masyarakat bawah. Membaca buku ini seperti cerminan bagaimana para napi di penjara Indonesia bisa ditukar tukar karena kurang ketatnya pengawas dan betapa bisa dibayarnya para penjaga untuk pelayanan ekstra.
Profile Image for Faaqih Irfan.
35 reviews4 followers
January 7, 2013
Buku yang unik dari penceritaan. Tentang manusia dari dua kehidupan. Gaya penulisannya juga unik. Cerita sederhana tetapi kitanya tidak melulu dibawa serius. Ada kepolosan juga kebohongan. Semua demi menyambung hidup
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
January 30, 2015
Saya akhir-akhir ini baca buku bagus melulu deh (yah, at least bagus menurut saya personal ya).


Projo & Brojo's included indeed.

Dialog-dialognya renyah dan enak dibaca. Narasi-narasinya juga nggak picisan. Mantap lah.
Profile Image for Pulung.
68 reviews12 followers
July 11, 2007
Ini juga cerita sederhana yang lucu dan mengharukan, pokoknya khas Arswendo! He he he...

-Ria-
Displaying 1 - 30 of 38 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.