Jump to ratings and reviews
Rate this book

Auk

Rate this book
Bayangkan. Seorang pembuat teka-teki silang, yang membangun taman bacaan "nyempil di tengah pasar", diundang wawancara di teve. Tatkala sampai pada gilirannya, ia cuma mengatakan sepenggal "auk" -- satu kata dari bahasa lisan sebagai jawaban, tetapi sebetulnya tidak menjawab apa-apa. Inikah cerminan masyarakat yang sakit?

Itulah gaya Arswendo yang nakal namun amat piawai dalam bercerita. Diperkaya dengan pelbagai kisah yang agak karikatural seputar cinta dan rumah tangga, Auk berhasil dengan baik mempresentasikan absurditas, yakni situasi tatkala "kata tak bisa menjadi bahasa komunikasi".

170 pages, Paperback

First published January 1, 1994

18 people want to read

About the author

Arswendo Atmowiloto

127 books156 followers
Seorang yang sangat terkenal di bidang jurnalistik, penulisan dan sinetron. Lahir di Solo 26 November 1948. Sempat kuliah di IKIP Solo selama beberapa bulan, lalu mengikuti program penulisan kreatif di Iowa University, Iowa City, Amerika Serikat (1979). Prestasinya sungguh luar biasa. Banyak karyanya yang telah disinetronkan dan mendapat penghargaan, di antaranya Keluarga Cemara dan Becak Emak, yang terpilih sebagai Pemenang Kedua Buku Remaja Yayasan Adikarya IKAPI 2002. Bahkan karena prestasinya pula, dia sempat masuk penjara selama lima tahun!

Kini ia mengelola penerbitan sendiri yang diberi nama Atmo Group. Ia tinggal di Jakarta dengan seorang istri yang itu-itu saja, tiga orang anak yang sudah dewasa, seorang cucu yang lucu, seekor anjing setia, ratusan lukisan buatan sendiri selama di penjara, serta sejumlah pengalaman indah yang masih akan dituliskan.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (26%)
4 stars
7 (20%)
3 stars
16 (47%)
2 stars
2 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Ready.
Author 58 books19 followers
April 11, 2015
Kata-kata akhirnya memang bukan cuma soal teks melainkan juga konteks. Artinya, sebuah kata kemudian bisa saja menandai hal-hal yang berbeda, tergantung pada siapa yang memberi makna. Dan Arswendo, seorang yang sepanjang kariernya bergulat dengan kata-kata, paham benar soal inl. Maka, ia menulis “auk” sebagai suatu gambaran tentang sebuah kata yang sampai kapan pun tak pernah dapat kita kontrol benar maknanya. ~ “Kata dan Komunikasi Manusia”, Majalah Berita Buku, No. 53 Tahun VII, September 1995.
Profile Image for Citra.
9 reviews8 followers
December 28, 2014
Gimana reviewnya?
AUK
hahahaahaha... buku ini asik banget dibacanya. Kekeluargaan (soal istri-suami, ortu-anak, antar anak, ortu-calon besan & menantu - n keluarga besar), persahabatan, masalah sosial, hubungan bertetangga, penilaian masyarakat), dan sederet hal2 lain yg dibalut dengan ciamik sekali. Hampir terlarut hingga ingin menangis... meski akhirnya... AUK ah! Baca aja sendiri :D
Profile Image for Ipeh Alena.
543 reviews21 followers
April 24, 2015
Jangan ditanya bagaimana isi novel ini. jawabannya AUK. yang kemudian berkembang juga menjadi Auk-ah gelap. hehehe...penjelasannya keren


kata auk dijelaskan, diterangkan seolah kata itu tak mempunyai tenaga untuk menjelaskan sendiri. ~ hal44
Profile Image for Pulung.
68 reviews12 followers
Read
July 14, 2008
Belum bisa ngasi bintang...
Lupa detail ceritanya...
ha ha ha
Profile Image for Asri Wuni.
48 reviews7 followers
October 16, 2015
AUK. Sesuatu yang ada di tengah-tengah. Bisa iya, bisa tidak. Suatu bentuk kebingungan, padahal mungkin saja maksudnya adalah cari aman. Ah, AUK AH GELAP!
Profile Image for Maulida Raviola.
63 reviews6 followers
Read
December 18, 2010
Membaca ini.. susah rasanya membuat diri sendiri tidak tertawa dan terbenam di dalamnya.
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.