Kata-kata akhirnya memang bukan cuma soal teks melainkan juga konteks. Artinya, sebuah kata kemudian bisa saja menandai hal-hal yang berbeda, tergantung pada siapa yang memberi makna. Dan Arswendo, seorang yang sepanjang kariernya bergulat dengan kata-kata, paham benar soal inl. Maka, ia menulis “auk” sebagai suatu gambaran tentang sebuah kata yang sampai kapan pun tak pernah dapat kita kontrol benar maknanya. ~ “Kata dan Komunikasi Manusia”, Majalah Berita Buku, No. 53 Tahun VII, September 1995.