Jump to ratings and reviews

Grasshopper

Bagi Prita dan Saras, masa remaja mereka nggak melulu hanya berisi kisah percintaan yang berwarna serba pink.
Mendadak mereka menjumpai kehidupan mereka berada pada persimpangan dua jalan: terus jadi remaja biasa, atau total terjun ke bulutangkis.

Sesudah tampil bagus di Kejurda Yunior Bulutangkis Kota Magelang, Prita didaftarkan secara misterius mengikuti turnamen seri Future Series, Jogjakarta Open, oleh seseorang yang mengaku bernama Pak Subur.

Saras yang juga ikut turnamen itu lolos audisi artis sinetron yang digelar agensi modellingnya bekerja sama dengan sebuah PH terkenal di Jakarta.
Pilihan tak menjadi mudah ketika Prita maupun Saras sama-sama bermain hebat di Jogja Open.
Adakah Prita rela mengorbankan masa remajanya untuk mengejar impian menjadi jagoan badminton kaliber dunia kayak Susi Susanti?

Mana yang akan dipilih Saras antara badminton dan sinetron?
Hidup pun mendadak jadi penuh kejutan saat Prita ketahuan memainkan Pukulan Belalang, jurus pukulan dropshot terdahsyat yang pernah menggemparkan dunia perbulutangkisan masa lalu.

Siapa dia sebenarnya? Ada hubungan apa antara ia dengan Bayu Ganda, pemain legendaris juara All England tahun 1990 yang menghilang secara misterius dan kariernya berakhir saat baru berumur 17 tahun?

Dan mengapa pula orang yang bernama Pak Subur itu selalu membantunya diam-diam?

328 pages, Paperback

First published November 15, 2010

Loading...
Loading...

About the author

Wiwien Wintarto

28 books36 followers
I was born on May 4, 1971, on a small village called Gedongan in Magelang County, the province of Central Java, Indonesia. Following the footsteps of my father who is a comicbook artist and cartoonist, I want to be a comicbook artist and a cartoonist too. Then, something happened that change my life completely.
In 1985, I became a member of Perpustakaan Keliling or Mobile Library, a service provided by the Local Government Public Library Office of Semarang to urge young people to read. The Mobile Library comes in a small truck fully loaded by books, especially teenage romance novels, children storybook, and detective novels. It arrives in my neighborhood once a week every Wednesday at 3 PM.
Through the Mobile Library I read books by Agatha Christie, Enid Blyton, and Indonesian legends such as Arswendo Atmowiloto and deeply impressed by them. Soon after, I switch my future dreams from comicbook and cartoon into literature and fiction. Then I swore myself to dedicate my life as a novelist like those big names.
I started my writing career as a freelance writer at Cempaka Minggu Ini family tabloid in 1992. Five years later I became an editor at Dharma news tabloid and in Tren teens tabloid in 2001. My first big break on publishing world came exactly 20 years after I enrolled to become the member of the Mobile Library. In 2005, I published my first novel, Kok Jadi Gini?Kok Jadi Gini, literally means How Come It Could be Like This in English.
To this day, I’ve written five novels which are all published by PT Elex Media Komputindo and 2 more which are published by Gramedia Pustaka Utama, both in Jakarta. Now I write novels and work as an editor at Gradasi teens magazine since August 2007.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (27%)
4 stars
7 (24%)
3 stars
13 (44%)
2 stars
1 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Aini.
60 reviews6 followers
January 13, 2011
baca awal ga konsen,soalnya lagi naik busway dan nunggu ijul...
trus malamnya lagi kumpul sama temen2..tambah engga konsen,selain engga pake kacamata lampunya kurang terang. jadi beberapa hari cuma di taruh di tas,engga di sentuh sama sekali.
pas sudah tanggal 4 ,di pesawat (3 jam ) aku langsung baca dan kadang aku engga bisa nahan senyum.dan puncaknya aku ngakak *untung sebelahku anak kecil umur 10 tahun jd pas dia kaget aku langsung bilang,kamu suka baca ga?lucu lo,dan dia cuma geleng2 kepala,mungkin dalam pikirannya aku orang gila yanag melarikan diri dari rumah sakit.*
kalau di pikir ini bukan novel komedi sih,tapi entah mengapa aku bisa ketawa begitu. mungkin karena aku sering ngobrol sama penulisnya,jd serasa mas ww sendiri yang sedang ngedongeng.
sory mas,novel yang serius ini menjadi sangat lucu bagiku.
Profile Image for nasya.
912 reviews
September 19, 2026
Setelah tampil memukau di Kejurda Yunior Bulutangkis Kota Magelang, Prita secara misterius didaftarkan untuk megikuti turnamen Future Series, Jogjakarta Open, oleh seseorang yang mengaku bernama Pak Subur. Saras yang tampil bersama Prita di Kejurda pun juga turut mendaftarkan diri. Bagi keduanya, bulutangkis hanya sekadar olahraga yang mereka gemari, keduanya tak menyangka ketika mengikuti Future Series banyak hal yang membuat mereka mengalami culture shock. Dan setiap mereka merasa kebingungan dengan turnamen itu, selalu ada bantuan tak terduga dari Pak Subur. Masalah kembali datang ketika Saras diterima oleh PH di Jakarta, walaupun keduanya memang bermain tunggal, tapi tanpa Saras di sisinya ketika pertandingan, membuat Prita mau tak mau kepikiran.

Penggambaran tentang bulutangkisnya detail banget, walau aku juga rada nggak paham sih hehe, cuma ya bayangin dikit-dikit masih aman lah. Aku suka ketika lagi main, POVnya itu jadi POV Prita dan Saras, walau di luar itu sebenernya fokusnya ke Prita aja, tapi jadi seru sih, kayak ngelihat dua pemain yang beda taktik tuh mainnya gimana. Terus excited juga pengen tau tentang masa lalu Bayu, taunya agak mengecewakan, hiks. Memang paling bener dirahasiakan aja wkwk.
Profile Image for Rie.
14 reviews
July 2, 2021
Sebagai pecinta bulutangkis saya sangat menikmati setiap kali Prita dan Saras sedang bertanding, saya bisa merasakan atmosfir penonton yang menyaksikan permainan memukau dari para atlit bulutangkis menyeruak, tak jarang saya juga ikut tegang. Sedikit mengobati kerinduan dengan turnamen bulutangkis selam pandemi ini.
Profile Image for ijul (yuliyono).
815 reviews972 followers
December 27, 2010
...2,5 stars sebenarnya..., yah, as usual, kisah perjuangan biasanya memang paling gampang ditebak kan ya, apalagi dengan satu momen pertandingan yang hanya tersedia dua opsi, menang dan kalah. Jadi, potensi untuk mendapat kejutan di ending-nya pun tidak terlalu besar.

Aku sangat tertarik untuk membaca novel ini karena aku adalah salah satu penggemar bulu tangkis. Sebagai penonton, sih. Tapi, tetap, I loooooooooveeeee badminton so much. Semoga dengan hadirnya novel ini dapat memotivasi banyak pemuda-pemudi usia potensial menjadi atlet dapat terjun ke dunia bulu tangkis, yang pernah begitu jaya mengangkat nama Indonesia ke pentas internasional.
Displaying 1 - 6 of 6 reviews