Di China Bebas tak beragama Orang-orangnya santun Saat menentang Agama
Di Kita Agama sedikitnya lima Orang-orangnya beringas Saat membela Agama
Di China Pemimpinnya keji Saat memberanras korupsi Tak segan menmbak mati
Di Kita Para pemimpin baik hati Berderma dari hasil korupsi Pergi haji berkali-kali
Di atas adalah salah satu dari sekian banyak puisi keren karya Nugroho Suksmanto. Bahasanya tidak terlalu rumit namun mengena. Di buku ini Nugroho menulis puisi-puisi dengan tema berbeda-beda. Ada puisi perihal Tuhan & Agama; perihal Pahlawan, Bangsa dan Kebebasan; perihal Keluarga dan Perasaan; dan perihal Alam dan Kehidupan.
Sajak-sajak Nugroho Suksmanto pada antologi puisi ini dapat dikatakan sebagai karya yang jujur. Jujur dalam arti penggunaan kata dan bahasa yang lugas, sederhana, terkesan blak-blakan dan tanpa tedeng aling-aling, seperti kalimat yang langsung terucap berasal dari benak pikiran. Meski begitu, sajaknya tetap menarik bibir kita untuk menyunggingkan senyum, menjentik benak kita untuk berpikir, juga merenggut hati kita untuk turut merasai peristiwa yang tergambar pada setiap kata dalam puisinya.
Sajak-sajaknya tidaklah terkesan 'berat' dan filosofis. Namun sebaliknya, sajaknya menyajikan berbagai peristiwa sederhana yang terjadi pada hidup kita sehari-hari. Tentang keluarga, tentang masyarakat, dan juga tentang Tuhan beserta alam semesta. Justru karena menceritakan peristiwa sehari-hari, sajaknya terkesan sederhana, ramah, dan sekaligus menarik karena dapat memberikan pandangan,kesan maupun penghayatan yang sama sekali baru terhadap peristiwa yang sesungguhnya telah lekat dengan kehidupan.
Di balik kesederhanaan kata-kata pada puisinya, Nugroho menyimpan sebentuk makna yang tak terungkap, yang sepertinya lebih besar dibanding peristiwa itu sendiri serta sebongkah akhir yang sulit diduga sehingga menimbulkan interpretasi berbeda bagi setiap pembacanya. Bahkan tampaknya kata-kata yang ia gunakan dapat juga memberi arti berbeda. Karya yang sangat menarik!!