Nameless Detective.
Tokoh detektif tanpa nama. Dari awal saya menemukan review yang membahas serial Nameless Detective ini, saya langsung tertarik dengan konsep tokoh detektif yang tidak dibeberkan siapa namanya itu. Yang membuatnya lebih menarik adalah, menilai dari dialog antar tokoh di dalam novel, karakter-karakter in-universe tahu siapa nama Nameless Detective ini. Hanya saja kita, pembaca, tidak diberi informasi/petunjuk tentang namanya itu.
'So when Dancer had mentioned my name to them, the consensus was that it might not be a bad idea to have somebody around who was both a detective by profession and a knowledgeable pulp collector by avocation.'
'When I told him my name, he smiled broadly, letting me see an uneven set of dentures, and pumped my hand as if the two words were a hot tip on an Italian horse.'
' "Call me Lloyd. Glad you could come. I've heard about you -- before Russ Dancer mentioned you'd be coming, I mean. Spotted your name in the papers a few times. Like to see your collection one of these days. Got any good duplicates for trade?" '
Bikin kesel kan? Who the hell is his name, dammit?!
Well, that's it for introduction.
***
Premis cerita dari Hoodmink ini sendiri diawali dari permintaan salah satu teman Nameless yang merupakan seorang penulis pulp fiction untuk menyelidiki sebuah surat ancaman pemerasan. Dalam surat tersebut Russ Dancer dituduh telah memplagiat sebuah naskah novellette berjudul 'Hoodwink' ke dalam naskah film box-office yang cukup laku beberapa tahun sebelumnya. Tak hanya itu, surat ancaman pun dikirimkan ke beberapa rekan Russ sesama penulis pulp fiction yang tergabung ke dalam sebuah grup 'The Pulpeteers' yang jaya sekitar 30 tahun yang lalu.
Untuk menyelidiki permasalahan ini, Nameless mengunjungi acara 'Western Pulp Con'. Acara konvensi untuk pecinta pulp fiction. Nameless, yang juga seorang fanboy sekaligus kolektor majalah pulp fiction menerima tawaran pekerjaan dengan senang hati.
Hanya saja perkara yang dihadapinya menjadi rumit ketika terjadi sebuah pembunuhan lengkap dengan misteri ruang tertutup di sebuah kamar hotel tempat konvensi itu berlangsung. Permasalahan semakin rumit ketika penyelidikan Nameless menuntunnya pada pembunuhan kedua yang juga adalah sebuah misteri ruang tertutup.
***
Novel ini ditulis dengan gaya penulisan tipikal cerita-cerita private eye dengan sedikit nuansa hard-boiled di dalamnya. Saya jarang membaca novel hard-boiled karena memang bukan selera saya. Tapi bukan berarti saya memiliki masalah dengan penulisan semacam ini, hanya saja yang saya cari dalam sebuah novel detektif adalah misteri yang menarik dan juga fairplay. Novel hoodwink ini sendiri, meskipun ditulis dengan gaya hardboiled mampu menyuguhkan misteri yang menarik sekaligus fairplay. And i like it..
Terlihat sangat jelas bahwa Bill Pronzini adalah seorang yang mengaggumi misteri a la golden-age novel. Struktur misterinya benar-benar tipikal misteri a la golden-age. Terlebih lagi dengan dua misteri ruang tertutup dalam satu novel. Benar-benar nilai plus bagi saya.
But.. There's always a but(t).
Misteri ruang tertutup yang disuguhkan tidak memiliki solusi yang 'wow', terutama bagi saya. Misteri yang pertama cukup bisa dipahami, variasi dari solusi yang biasa muncul. Yang kedua.. meh.. terlalu teknikal dan kurang mengena.
Yah, kedua hal tadi memang bisa dimengerti karena novel ini tidak fokus pada misteri ruang tertutup. Beda dengan novel2 JDC atau Paul Halter, yang berfokus pada hal tersebut.
Tapi secara overall, Hoodwink menyuguhkan misteri yang cukup menarik, fairplay, dan ditulis dengan gaya penulisan yang segar untuk dibaca. 3 Stars!