Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Road to the Border

Rate this book
Mavis had grown accustomed to the fact that men found her glamorous sister Aline more attractive than her nondescript self. But when David MacAuchie came on the scene, for once she felt like competing with her sister.

She had got off to a head start, since her first meeting with David led her to travel with him by road to Scotland -- a long journey that gave her plenty of time to get to know him --and to fall in love with him.

But what chance would Mavis ever have of gaining his love once Aline decided that this was yet another man who would not escape her clutches?

186 pages, Mass Market Paperback

First published July 1, 1974

Loading...
Loading...

About the author

Elizabeth Ashton

102 books18 followers
Elizabeth Ashton was a British writer of romance novels to Mills & Boon from 1969 to 1990.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (18%)
4 stars
8 (21%)
3 stars
15 (39%)
2 stars
4 (10%)
1 star
4 (10%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Christy Stewart.
Author 12 books329 followers
November 29, 2010
It shocked me that I liked this book. I saw that it had a lot of women's lib commentary and immediately thought the worst but the author represented the two leading ladies so well that although they were personifications of the naive extremes of the debate of the time they were relatable (even at their most offensive.)

Other than that, Mavis and David were a WONDERFUL couple. I wished the best for them even knowing that is was inevitable.
Profile Image for Kassidy.
4 reviews11 followers
August 2, 2015
I found this book in a thrift store, and I loved it. The beginning was hard for me to get into, but only a chapter or so in, I found myself dreading the number of pages I continued to turn and was hoping for it to be longer. It was a great read.
Profile Image for Fiona Marsden.
Author 37 books148 followers
July 6, 2013
I remember reading this book back in the seventies and was pleased to find it again. Mavis, a fairly typical, naive young woman of nineteen meets a mature man of around thirty, David MacAuchie.

Most of the conflict was based around her certainty that he couldn't possibly be serious about her especially when confronted by her far more attractive sister Aline.

We get an enjoyable tour from Norfolk right through to the highlands and a hero who enjoys caravanning.

The women's lib patter and conflict around the permissive society is fairly typical of the time. The hero is adorable and the HEA sweet and satisfying.
Profile Image for Fiary.
244 reviews16 followers
June 3, 2011
Novel ini, aku baca pertama kali sewaktu masih sma pinjam di perpustakaan…(makasih ya perpus sma ku yg punya koleksi novels, dongeng, ensiklopediyg lengkap, ….).

Ringkasan Cerita

Mrs Meredith menerima tawaran berlibur ke desa tempat sahabat masa kecilnya, Margaret Alexander tinggal, desa Peebleshire, yang berjarak 18 mil dari Edinburgh. Rupanya Mrs Meredith berencana menjodohkan Aline, putrinya yang jelita dengan anak sahabatnya, James Alexander, seorang pengusaha.
Perjalanan mereka akan menumpang kendaraan Gordon, pria yang tertarik pada Aline yang juga berencana ke Scotlandia. Sayangnya Gordon pergi tidak sendirian, ada temannya juga yang akan menumpang sehingga kendaraan Gordon yang kecil tak akan muat bila harus ditambah dengan 3 orang (Mrs Meredith, Aline & Mavis).

Mavis, sang adik mengalah dan akan naik kereta ke sana. Mavis bercerita kepada Timothy, rekan kerjanya di bengkel tentang rencananya pergi ke Scotlandia dengan naik kereta. Oleh karena ada kereta gandeng yang harus diantar ke Scotlandia, Tim menawarkan agar Mavis dapat menumpang dengannya membawa kereta gandeng.
Pada hari keberangkatan, pemilik kereta gandeng datang dan Tim tidak jadi mengantarkan ke Scotlandia. Bingung Mavis, mau ngejar kereta udah gak keburu, dan dengan agak malu dia bertanya pada si pemilik kereta gandeng agar dia bisa ikut numpang.

Sang pemilik kereta gandeng, David Mc Auchie, seorang bangsawan tanah tinggi Auchie, aristocrat tampan, yang memandang curiga kepada Mavis yang diduganya semula adalah pria. Setelah bersitegang, dan setelah David mengetahui tujuan Mavis akan berkunjung ke rumah bibi & sepupunya, Mavis diijinkan menumpang.

Perjalanan kedua orang asing ini tidaklah mudah. Rupanya David punya pendirian yang tegas dan memandang kaum perempuan adalah makhluk yang harus dilindungi, memandang kesucian itu perlu. Sementara Mavis, dengan pengaruh seminar yang pernah dia kunjungi, menyatakan bahwa dia menganut faham kebebasan.

Perjalanan dengan membawa kereta gandeng tidaklah bisa cepat, sehingga mereka harus bermalam. Paniklah Mavis, bagaimana mungkin dia akan tidur dalam kereta gandeng dengan David. Sedangkan David, dengan tenangnya bilang katanya menganut kebebasan, jadi gak apa-apa kan tidur bersama. Ternyata terhadap dirinya sendiri, Mavis tidak siap menerapkan faham kebebasan tersebut. Rupanya David hanya menguji Mavis, sebab malam itu, David tidur di luar ditemani dengan taburan bintang.

Perjalanan menuju perbatasan itu cukup membuat Mavis jatuh cinta, sayangnya David mengatakan bahwa dia telah terikat!

Informasi yang diberikan James, mengenai David membangkitkan rasa ingin tahu Aline. Aline ingin sekali berkenalan dengan David! Kesempatan itu datang pada suatu sore saat Mrs Meredith, Aline dan Mavis sedang berjalan-jalan di kota. Di mata Mavis terlihat dengan jelas bahwa David terpesona kepada Aline dan di lain pihak Aline bertekad untuk memikat David. James yang mengetahui hal tersebut merasa uring-uringan, sebab keinginannya untuk mengenal lebih dekat dengan Aline terhambat.

Mavis hanya bisa menatap kedua pria yang berusaha mencari perhatian Aline. Mavis merasa diabaikan. Tapi Aline tak bisa disalahkan, karena dia memang cantik dan gemulai. Apa yang diinginkan selalu didapat. Para pria terkagum-kagum padanya. Sedangkan dirinya tomboi, dengan wajah yang menurutnya biasa saja. Mavis sempat mengatakan kepada Aline, bahwa David telah terikat, tapi Aline tak peduli.

David tidaklah begitu saja mengabaikan Mavis. Dalam setiap kegiatan, misalnya menonton karnaval, mengunjungi lembah Auchie, Mavis selalu diikutsertakan. Yah, sebagai pelengkap supaya ada 2 pasangan, batin Mavis.

Karena tak tahan melihat kedua sejoli, sewaktu mereka menginap di lembah Auchie, James menyarankan ke Mavis agar mereka pergi berdua menjelajahi lembah dan desa. Tanpa berpamitan kepada David, mereka pergi berkeliling….hingga akhirnya kehabisan bensin dan terpaksa harus menginap di rumah penduduk.

Dengan sikap James yang agak sembrono, Mavis menyadari tak mungkinlah dia berharap bahwa James akan menjemputnya kembali setelah bensin terisi. Maka kegembiraannya meluap manakala David lah yang menjemputnya. Sambutan dan pelukan hangat David menenangkan Mavis.

Dalam perjalanan, David cukup marah dengan sikap Mavis yang pergi tanpa menunggunya, padahal dia bermaksud mengenalkan lembah Auchie . Secara tak sadar Mavis bilang bahwa dia tak tahan melihat kedekatan David dengan Aline. Bingung David, sebab menurutnya dia tidaklah tertarik dengan Aline tetapi kagum dengan kecantikannya. Lalu Mavis bertanya kalau begitu siapa perempuan yang telah terikat dengan dirinya. Dengan lugas David bilang bahwa perempauan itu dia, Mavis. David bilang bahwa dia jatuh cinta pada Mavis dan dia juga tau perasaan Mavis.

David bilang pada Mavis, agar segera memberitahukan kepada keluarganya bahwa mereka bertunangan. Rasa tak percaya melingkupi Mavis. Apa iya ? Jangan-jangan mungkin karena David ditolak oleh Aline. Mavis belum siap memberitahu pertunangan mereka dan dia juga tidak akan tega melihat Aline patah hati. Dia meminta David menunggu. David kesal dan menurutnya tak ada yang perlu ditunggu. Sikap Mavis yang selalu membela Aline menjengkelkan David. David mengultimatumnya agar Mavis segera menetapkan hati. Menyampaikan kabar pertunangan atau mereka putus!
Dengan keras hati Mavis bilang kalau David tidak mau menunggu, maka hubungan mereka putus! Saat Mavis mengatakan hal itu, dia tidak melihat ekspresi David. David telah berjudi dan…kalah.

Sayangnya pengorbanan Mavis dalam melindungi Aline sia-sia. Sebab tidak terlihat Aline patah hati dan dengan mudahnya Aline mengatakan bahwa dia tidak bisa hidup di desa serta segera berpaling dari David kepada James. Aline telah mantap akan menjadi Mrs Alexander!

Kini yang ada penyesalan dalam diri Mavis. Masih mungkinkah dia mendapatkan kembali David ?

(dari kumpulan reviewku juni 2008)
Profile Image for Andy.
2,128 reviews
May 25, 2026
This one really didn't work for me. There was a scene at the beginning between David and Mavis that soured me on David. After that I had a hard time seeing him with romantic potential. So, the book kind of fell flat for me pretty early on and never redeemed itself. I did like the setting in Scotland.
1 review1 follower
September 27, 2014
I really like this book, I was read this book when I was in junior high school, lol
Profile Image for Diamond.
817 reviews
Read
May 19, 2016
لعبة الحب و القدر - إليزابيث آشتون


الاسماء في الترجمة العربية مختلفه عن القصة الاصلية
Displaying 1 - 7 of 7 reviews