Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Fiersa Besari.
Showing 1-27 of 27
“Rasa yang tak berbatas takkan mempermasalahkan ketika tak berbalas.”
― Garis Waktu
― Garis Waktu
“Hidup adalah serangkaian kebetulan. 'Kebetulan' adalah takdir yang menyamar.”
― Garis Waktu
― Garis Waktu
“Aku, biarlah seperti bumi. Menopang meski diinjak, memberi meski dihujani, diam meski dipanasi. Sampai kau sadar, jika aku hancur.. Kau juga.”
―
―
“Pelajari sebelum berasumsi
Dengarkan sebelum memaki
Mengerti sebelum menghakimi
Rasakan sebelum menyakiti
Perjuangkan sebelum pergi.”
― Garis Waktu
Dengarkan sebelum memaki
Mengerti sebelum menghakimi
Rasakan sebelum menyakiti
Perjuangkan sebelum pergi.”
― Garis Waktu
“Kakimu bisa kau taruh di tempat tertinggi,
Tapi apakah hatimu bisa kau taruh di tempat terendah?”
― Garis Waktu
Tapi apakah hatimu bisa kau taruh di tempat terendah?”
― Garis Waktu
“Kau adalah imigran gelap yang menjelajah khayalku tanpa permisi, lalu singgah di ujung mimpi. Mantra apa yang kau taburkan sehingga aku menggilaimu seperti ini? Senjata apa yang kau pakai sehingga tamengku tidak sekuat dulu? Haruskah aku menyerah di hadapanmu? Atau perlukah aku berpura-pura tangguh? Apa mesti kau kuusir? Atau kubiarkan saja kau menetap?”
― Garis Waktu
― Garis Waktu
“Jarak hanyalah satu titik kecil tak berarti.
Rindu adalah satu koma yang takkan menghentikan kalimat tentang kau dan aku.”
― Garis Waktu
Rindu adalah satu koma yang takkan menghentikan kalimat tentang kau dan aku.”
― Garis Waktu
“Kakimu Bukan Akar, Melangkahlah. "Orang-orang seperti kita, tidak pantas mati di tempat tidur," ucap Soe Hok Gie suatu ketika.”
― Catatan Juang
― Catatan Juang
“Dulu kita selalu mengucap kata sayang di penghujung malam.
Kini kita tidak lebih dari dua orang asing yang merindukan masa lalu secara diam-diam”
― Garis Waktu
Kini kita tidak lebih dari dua orang asing yang merindukan masa lalu secara diam-diam”
― Garis Waktu
“Seandainya aku bisa membecimu, mungkin semuanya akan jauh lebih mudah. Ah, beberapa rasa memang diciptakan untuk dinikmati sendiri sebelum akhirnya terbunuh oleh waktu.”
― 11:11
― 11:11
“Maka, ikhlaskan saja kalau begitu.
Karena sesungguhnya yang lebih menyakitkan adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.”
― Garis Waktu
Karena sesungguhnya yang lebih menyakitkan adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.”
― Garis Waktu
“Sayangnya, banyak orang mengeluh saat diminta tolong menjadi A, karena merasa job desc-nya hanya B. Padahal, bukankah saat kita dipercaya melakukan sesuatu lebih dari satu pekerjaan, itu tandanya kita dianggap mampu? Bukankah itu menjadi nilai plus untuk diri kita sendiri? Siapa tahu, nilai plus ini memberi kita jenjang karier yang lebih cemerlang.”
― Catatan Juang
― Catatan Juang
“Perasaan bukanlah soal timbal balik. Apa yang kita berikan, belum tentu sama dengan apa yang kita terima.”
― Konspirasi Alam Semesta
― Konspirasi Alam Semesta
“Pernahkan kau ada di titik di mana hidupmu begitu terartur, melakukan segala sesuatu yang kau mampu untuk menjadi "seragam", berharap semua akan baik-baik adanya, namun tetap merasa ada yang hilang?
Seolah, ada satu kepingan puzzle yang tak juga melengkapi teka-teki yang kau ciptakan sendiri.”
― Garis Waktu
Seolah, ada satu kepingan puzzle yang tak juga melengkapi teka-teki yang kau ciptakan sendiri.”
― Garis Waktu
“Ternyata, makin tinggi kaki kita berpijak, makin kita menyadari betapa kecilnya diri kita. Gunung tercipta bukan agar kita bisa menaklukkan puncaknya. Gunung tercipta agar kita mampu menaklukkan ego kita sendiri.”
― Catatan Juang
― Catatan Juang
“Kalau saja aku tahu waktu itu adalah kali terakhir aku melihatmu, aku akan mengucapkan hal yang lebih baik”
―
―
“Jadi, untukmu calon pendampingku kelak, aku tidak tahu sampai kapan aku bisa jatuh cinta padamu. Tapi aku jamin, aku akan jadi orang yang terbangun di sebelahmu dan mengatakan 'Hidup akan baik-baik saja selama kita memiliki kita.”
― Garis Waktu
― Garis Waktu
“Hatimu sudah mempunyai pemilik. Lucu betapa kehidupan menganugerahkan kehangatan di saat yang tidak tepat. Haruskah aku membunuh perasaanku sendiri?”
― 11:11
― 11:11
“Semoga kita tidak lupa alasan kita bertualang. Lensa terbaik adalah mata. Kamera terbaik adalah otak kita. Jangan cuma foto yang tercipta, namun lupa untuk merangkai cerita.”
― Catatan Juang
― Catatan Juang
“Beberapa rindu memang harus dibiarkan menjadi rahasia. Bukan untuk disampaikan, hanya untuk dikirimkan lewat doa”
― Konspirasi Alam Semesta
― Konspirasi Alam Semesta
“Beradaptasilah. Hidup ini keras, buktikan dirimu kuat. Yang membedakan pemenang dengan pecundang hanya satu: pemenang tahu cara berdiri saat jatuh, pecundang lebih nyaman tetap ada di posisi jatuh.”
― Catatan Juang
― Catatan Juang
“Terjun langsung bukan berarti ngerecokin. Terjun langsung berarti mempelajari secara langsung, bukan berdasarkan data-data belaka.”
― Catatan Juang
― Catatan Juang
“Darinya, aku belajar bahwa hidup ini menyenangkan kalau kita melihat dari sudut pandang yang tepat. Bahagia cuma akan menjadi rumit kalau kita terlalu tinggi berharap.”
― Arah Langkah
― Arah Langkah
“Manusia terbentuk dari impian. Tanpa itu, kita hanyalah robot yang bergerak mengikuti hiruk pikuk dunia, tapi tidak mengiringi irama yang dilantuntan bumi. Dan impian bukan sesuatu yang absolut. Ia dapat berubah, bertambah, bahkan berkurang.”
― Konspirasi Alam Semesta
― Konspirasi Alam Semesta
“Lantas, jika kita sibuk menerima tanpa mempertanyakan, menyetujui tanpa meragukan, mengharapkan tanpa mengusahakan, dan menyakini tanpa tahu apa yang kita yakini, apakah itu menjadikan kita berpikir? Apakah itu menjadikan kita ada?”
― Catatan Juang
― Catatan Juang





