Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Desi Anwar.
Showing 1-11 of 11
“Our learning is a journey, both individually and collectively. But then life too is a journey. A journey where the ride is more important than the destination.”
―
―
“Engkau boleh saja membual tentang kaki telanjangmu
Yang telah menempuh jutaan mil.
Gaya kupu-kupu mu yang mengarungi laut penuh hiu,
Atau kebolehanmu memanjat tebing-tebing terjal
Dengan sepotong tali terikat di pinggangmu.
Namun jika kau tak pernah menjelajah ke dalam batinmu sendiri,
Engkau bagaikan tak pernah pergi ke mana pun.”
― Romantic Journey: Notebook of a Traveller
Yang telah menempuh jutaan mil.
Gaya kupu-kupu mu yang mengarungi laut penuh hiu,
Atau kebolehanmu memanjat tebing-tebing terjal
Dengan sepotong tali terikat di pinggangmu.
Namun jika kau tak pernah menjelajah ke dalam batinmu sendiri,
Engkau bagaikan tak pernah pergi ke mana pun.”
― Romantic Journey: Notebook of a Traveller
“... kebahagiaan adalah menginginkan, menikmati, dan mengapresiasi apa yang sudah kita miliki.”
―
―
“We live in never-ending fear of missing out because deep down we feel inadequate and insecure about who we really are”
― Going Offline: Menemukan Jati Diri di Dunia Penuh Distraksi
― Going Offline: Menemukan Jati Diri di Dunia Penuh Distraksi
“Sometimes, to get ahead in life, one must make compromises and be a hypocrite”
― Growing Pain: Five Stories, Five Lives
― Growing Pain: Five Stories, Five Lives
“Buku dapat menjadi teman yang baik yang selalu setia menemani kita, memberi kita persis yang kita butuhkan dalam suasana hati yang sedang kita rasakan. Buku tidak menuntut apapun, meluaskan batas pandangan dan membuka diri Anda menjadi manusia dunia, mengenalkan Anda pada opini dan cara pandang yang berbeda, sehingga Anda tidak mandek pada kesempitan pikiran tanpa pengetahuan dan informasi.”
―
―
“Indeed, we're more curious about other people than we are about discovering who we really are. As a matter of fact, we often treat ourselves far worse than we do our friends”
― Going Offline: Menemukan Jati Diri di Dunia Penuh Distraksi
― Going Offline: Menemukan Jati Diri di Dunia Penuh Distraksi
“Sekarang ini, setiap kali berhadapan dengan tugas yang menantang atau situasi yang mengharuskan saya melakukan dengan baik dan menampilkan yang terbaik, saya pastikan saya sudah menyiapkan diri untuk itu dan ketika saatnya tiba, saya biarkan diri menghadapi apa yang terjadi, menikmati pengalaman itu, berfokus pada apa yang ada di depan saya, daripada saya menghabiskan waktu untuk mencemaskan performa saya, sebaik atau seburuk apa, atau untuk menduga-duga penilaian orang lain.
Lagi pula, kalau kita menikmati apa yang kita kerjakan, kemungkinanannya adalah apa pun yang kita lakukan, akan kita lakukan dengan baik.”
―
Lagi pula, kalau kita menikmati apa yang kita kerjakan, kemungkinanannya adalah apa pun yang kita lakukan, akan kita lakukan dengan baik.”
―
“Lewat membaca kita bisa bersentuhan dengan seluruh pengalaman manusia: kegembiraan, tragedi, kemenangan, kekalahan, kepahlawanan, dan bahkan keberadaan manusia yang paling dasar, yang paling sepele, dan yang paling biasa-biasa saja.”
―
―
“... Saya telah belajar bahwa menikmati hidup secara penuh adalah dengan menjalaninya, bukan dengan terlalu memikirkannya. Begitu saya melepaskan kemungkinan terjadinya kekecewaan, hiduppun tak lagi bisa mengecewakan saya, malah menyodorkan berbagai peluang yang tiada habisnya.”
―
―
“Membaca itu kegiatan soliter tetapi sekaligus jauh dari kesepian. Kegiatan sederhana yang membuka pikiran kita ke kompleksitas dan kemungkinan tak terbatas; suatu keheningan yang membawa kita ke perjalanan-perjalanan di luar yang dapat kita bayangkan.”
―
―




