Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Eva Sri Rahayu.

Eva Sri Rahayu Eva Sri Rahayu > Quotes

 

 (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)
Showing 1-24 of 24
“Dan dengan bodohnya, aku sudah menghabiskan bertahun-tahun, membuang waktu untuk mencintai dan mengenangnya. Waktu mungkin bisa mengaburkan ingatan, tapi tidak rasa. Aku mencintainya, sebesar aku ingin melupakannya, dan sebanyak penyesalan yang datang.”
Eva Sri Rahayu, Before The Last Day
“Pernah kan ketika bertemu seseorang, kamu merasa yakin seyakin-yakinnya kalau dia adalah belahan jiwamu. Kalian cocok satu sama lain. Ada sebuah chemistry yang teramat kuat di antara kalian berdua. Tapi, dia bukanlah orang yang kamu cintai. Kemudian kamu berusaha sekuat tenaga agar bisa mencintainya, tapi gagal.”
Eva Sri Rahayu, Dunia Trisa
“Berjuta kali aku merindukannya, berjuta kali aku ingin menghubunginya, berjuta kali aku ingin memeluknya, dan berjuta kali aku ingin mengatakan cinta padanya. Tapi setiap kali pikiran itu datang padaku, aku selalu meyakinkan diri sendiri, bahwa aku tidak berhak menganggunya, karena aku memang tidak memilihnya. Aku tidak pernah mengejarnya, tidak pernah mencarinya. Hanya membiarkan diriku semakin keropos karena menginginkannya.”
Eva Sri Rahayu, Dunia Trisa
“Kepribadian kita buat hidup kita. Bukan buat memikat siapa-siapa. Saat kita nyaman dengan diri kita apa adanya, itu sexy dan keren.”
Eva Sri Rahayu
“Kenangan, kadang terasa lebih nyata dari kenyataan. Seberapa besar pun perjuangan membuat kenangan itu jadi nyata, kenangan hanya hidup dalam ingatan.”
Eva Sri Rahayu, Love Puzzle
“Saya selalu yakin bahwa KESEMPATAN itu bukan cuman dua atau tiga kali, apalagi sekali. Tapi kesempatan selalu datang sebanyak hari yg kita jalani. Semesta sudah menyediakan kesempatan begitu banyak dengan cara yang luar biasa. Tiggal bagaiaman caranya kita memenuhi panggilan kesempatan itu. Apa akan dibiarkan atau diambil. Ingat saja, kalau satu kesempatan hilang karena satu hal di luar usaha kita, nggak usah khawatir. Karena masih banyak kesempatan lain.”
Eva Sri Rahayu
“Rumah ini tidak terasa lagi seperti tempat tinggal. Rumah bukan lagi tempat untuk pulang. Dia hanya sebentuk dinding-dinding beku yang membawaku masuk dalam kesedihan panjang.”
Eva Sri Rahayu, Dunia Trisa
“Hidup itu seperti circle. Ya, bulat, berputar. Kadang kita mengalami kembali kejadian-kejadian yang dulu pernah kita rasakan. Seperti bulatan yang berawal dari satu titik dan kembali bertemu dengan titik awal untuk menyempurnakan bentuknya. Begitulah circle dalam hidupku.”
Eva Sri Rahayu, Dunia Trisa
“Impian dan cinta, adalah dua hal yang memiliki efek yang luar biasa, sama-sama bisa membawa kita terbang, dan jatuh hingga mati. Tapi, kita tidak bisa hidup tanpa keduanya.”
Eva Sri Rahayu, Dunia Trisa
“Cinta bukan ‘tidak harus memiliki’, tetapi memang ‘tidak semua cinta bisa dimiliki'.”
Eva Sri Rahayu, Love Puzzle
“Begini rasanya kehilangan, bahkan ketika tidak pernah memiliki.”
Eva Sri Rahayu, Love Puzzle
“Kenangan, kadang lebih nyata dari kenyataan. Sayangnya pada kenangan kita hanya bisa menyambangi. Seberapa pun besarnya perjuangan membuat kenangan itu jadi nyata, kenangan tetap saja hanya hidup dalam ingatan.”
Eva Sri Rahayu
“Aku benar-benar ingin bermanfaat bagi banyak orang, bukan hanya sekadar untuk diriku sendiri, karena itu aku gak boleh patah semangat. Menyerah bukanlah sebuah pilihan. Berjuang adalah satu-satunya cara yang harus kulakukan. Dari awal aku tidak pernah berpikir menjalani profesi ini dengan mudah, karena itu… I will survive. I will, if I believe!”
Eva Sri Rahayu, Dunia Trisa
“Tidak ada cara lebih efektif untuk mengikat seseorang selain dengan utang budi.”
Eva Sri Rahayu, Playing Victim
“Ada ruang-ruang kelam dalam hati manusia, salah satunya ditempati rasa bersalah.”
Eva Sri Rahayu, Playing Victim
“Akulah yang memilih menjadi apa dan siapa. Aku juga yang harus mengendalikan hidupku sendiri. Bukan mereka, atau siapapun yang hanya suka menghakimi dari kulit luarnya.”
Eva Sri Rahayu, Parade Para Monster
“Media sosial mana pun suatu hari bakalan hilang, tapi manusia selalu butuh bertemu, saling bicara dari hati ke hati.”
Eva Sri Rahayu, Playing Victim
“Orang-orang sering menganggap cara terbaik mengendalikan seseorang adalah lewat kekuasaan, menjadi dominan. Namun, ada satu cara lain yang sangat sederhana: menjadi pendengar yang baik. Siapa yang tidak butuh pendengar? Itulah mengapa manusia diberi dua telinga dan hanya satu mulut.”
Eva Sri Rahayu, Playing Victim
“Orang-orang seringkali berlomba-lomba ingin menunjukkan kepeduliannya, bukan? Entah itu imitasi atau panggilan nurani.”
Eva Sri Rahayu, Playing Victim
“Akulah yang memilih menjadi apa dan siapa. Aku juga yang harus mengendalikan hidupku sendiri. Bukan mereka, atau siapa pun yang hanya suka menghakimi dari kulit luarnya.”
Eva Sri Rahayu, Parade Para Monster
“Tidak ada buruknya menjadi monster. Monster bukan perkara 'rupa', bukan juga masalah terlahir 'berbeda'. Tidak masalah menjadi monster atau pahlawan, itu hanyalah sebutan. Tapi yang penting adalah bagaimana menerima diri apa adanya. Menerima yang ada pada diri seutuhnya. Menjadikannya anugerah.”
Eva Sri Rahayu, Parade Para Monster
“Membandingkan seseorang dengan lainnya dan mengatakan secara terang-terangan siapa yang lebih unggul, sama seperti mengajari untuk berbangga dan berbahagia di atas penderitaan orang lain.”
Eva Sri Rahayu
“Emangnya nggak capek, ya, terus-terusan jadi victim? Se-desperate itu buat cari perhatian?”
Eva Sri Rahayu, Playing Victim
“Kalau monster memang jahat, lalu kenapa kami yang dianggap monster ini malah jadi objek penindasan? Sebenarnya yang monster itu siapa?”
Eva Sri Rahayu, Parade Para Monster

All Quotes | Add A Quote
Playing Victim Playing Victim
240 ratings
Love Puzzle Love Puzzle
197 ratings
TwiRies: The Freaky Twins Diaries TwiRies
143 ratings
Parade Para Monster Parade Para Monster
87 ratings