Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Desi Puspitasari.

Desi Puspitasari Desi Puspitasari > Quotes

 

 (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)
Showing 1-30 of 51
“Tidak ada yang tahu bagaimana kenangan bekerja. Keluar masuk ingatan seenaknya sendiri.”
Desi Puspitasari, The Strawberry Surprise
“no one could ever push you to write or become a writer, except yourself.”
Desi Puspitasari
“Fiction is a great combination between experience and imagination.”
Desi Puspitasari
“Melakukan kebodohan seperti ini hingga tidak bertemu. Ini cara baru memelihara rindu.”
Desi Puspitasari, The Strawberry Surprise
“I kill my loneliness by reading and (then) writing, damn.”
Desi Puspitasari
“Kau menggunakan penilaian manusia, Bung. Matamu tidak sedalam mata Tuhan. Ia bisa melihat apa yang tertutup. Apa yang terlihat baik belum tentu sepenuhnya baik. Apa yang terlihat buruk, bisa jadi ia baik.”
Desi Puspitasari, Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku
“Apa itu rindu?

Jarak yang membentang tanpa alat komunikasi. Itu artinya susah payah. Aku harus mencari telepon umum yang sulitnya setengah ampun. Telepon umum pertama, kabelnya putus. Telepon umum kedua, gagang teleponnya lengket. Telepon umum ketiga, tombol angkanya soak (angka 5 dan 9-nya bolong). Telepon umum keempat, jaraknya puluhan ribu kilometer barulah bisa digunakan dengan baik. Bisa saja aku menggunakan fasilitas telepon di minimarket di pangkalan bensin, tetapi aku selalu lupa mampir ke sana. Tidak ada yang buka 24 jam dan aku selalu ingat saat telah tengah malam.

Aku jadi berpikir mengenai kemungkinan lain. Aku akan menulis surat panjang. Panjang sekali karena aku akan bercerita mengenai segala hal. Dan, sekali dalam sepekan, atau sekali dalam sebulan, aku akan mendorong masuk surat tebal tersebut ke dalam kotak surat (atau aku akan mengirimkannya langsung melalui kantor pos). Selanjutnya, aku akan mengayuh sepeda, pergi melanjutkan perjalanan tanpa mengharap balasan. Aku sedang tidak memiliki alamat pasti, bukan?”
Desi Puspitasari, On a Journey
“Aku hanya jatuh cinta.” Aku berusaha menjawab dalam nada biasa. “Tapi, begitulah.”
Desi Puspitasari, On a Journey
“Aku patah hati lalu minggat naik sepeda rongsok. Aku terdengar begitu menyedihkan ya, Pak?”
Desi Puspitasari, On a Journey
“Kamu tidak tahu bagaimana sulitnya perempuan menjaga hati.”
Desi Puspitasari, Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku
“Seorang laki-laki budiman demi mengalihkan rasa sedih tidak akan sampai mengabaikan perempuan yang disayanginya.”
Desi Puspitasari, Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku
“Aggi berjalan pulang sendiri menuju tempat parkir. Saat melaju, kendaraannya
terasa lebih ringan. Satu helmnya menggantung kesepian di setang motor.”
Desi Puspitasari, The Strawberry Surprise
“Bagaimana itu hidup?

Seperti sebuah perempatan jalan. Tempat untuk bilang “hai” dan “da-dah”.”
Desi Puspitasari, On a Journey
“Foto pelarian ini akan tampak bagus dalam hitam-putih.” Timur menurunkan kamera yang menutupi sebagian wajah.”
Desi Puspitasari, The Strawberry Surprise
“Lalu, hubungan stroberi dengan cinta?”

“Ada kaitannya dengan masa lalu.”
Desi Puspitasari, The Strawberry Surprise
“Kamu galak sekali waktu itu.”
“Kamu gombal sekali waktu itu.”
“Biasanya perempuan suka.”
“Aku bukan jenis perempuan biasanya.”
Desi Puspitasari, The Strawberry Surprise
“I was thinking: to write and being a writer are two kind of diferrences things.

To write is a please.

Being a writer is about taking it as a job, as a consequency, as a responsibility. And being a writer is about ENDLESSLY passion.

If you don’t like it, just don’t do it.

If you can’t do it, just take it as a please.”
Desi Puspitasari
“Waktu itu Minggu malam. Aku tersentak bangun pada pukul satu dini hari. Sayup-sayup terdengar dari jauh peluit kereta. Nguuuoooong. Dalam kondisi kesepian dan merasa seperti ada yang hilang, aku yang tetap tidur telentang tanpa bergerak-gerak mengeja puisi ‘Saddest Poem’ milik Pablo Neruda dalam patahan-patahan bait yang tidak berlompatan.”
Desi Puspitasari, The Strawberry Surprise
“Lelaki sejati tidak berbicara mengenai laki-laki lain.”
Desi Puspitasari, Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku
“Semoga rindu dan kesedihanmu segera berganti dengan rasa bahagia.”
Desi Puspitasari, On a Journey
“Aku belum selesai bicara. Paris itu, baiklah, Paris sering dijuluki Kota Cinta. Sedangkan, Yogyakarta adalah kota tempat jatuh cinta dan patah hati. Lalu, jatuh cinta kembali.”
Desi Puspitasari, The Strawberry Surprise
“Stine bahkan tidak perlu menunduk membaca halaman buku. Dia menatapku sambil mengucapkan kalimat kesukaannya. “Koboi, angkat teleponmu. Rubi Tuesday sedang berbicara di jalur satu; aku merindukanmu.”

Stine terus saja menatapku.

“Aku juga merindukanmu, Rubi. Terima kasih. Itu saja, Pak Wili.” Dia kembali duduk.”
Desi Puspitasari, On a Journey
“Minta Tuhan jangan terlalu suka memberi beban masalah kepada umat-Nya! Bisa tidak Ia melakukan itu?”
Desi Puspitasari, Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku
“Kita hidup dalam ajaran Islam. Ada kewajiban memuliakan orangtua.”
Desi Puspitasari, Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku
“Koboi, angkat teleponmu. Rubi Tuesday sedang berbicara di jalur satu; aku merindukanmu.”
Desi Puspitasari, On a Journey
“Laki-laki itu yang penting mantap hati, Gus. Berani. Terserah berani itu diartikan dalam bentuk apa; agama, keputusan hidup, cinta, atau tetek bengek lain.”
Desi Puspitasari, Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku
“Ah-eh-ah-eh!”
Desi Puspitasari, Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku
“Perasaanku tidak lebih penting daripada perasaanmu.”
Desi Puspitasari, Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku
“He, Stroberi Masam! Berhenti merengut!”
Desi Puspitasari, The Strawberry Surprise
“Kalau saya sujud tanpa alasan apa-apa, tidak pakai salat dulu, apa boleh?”
Desi Puspitasari, Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku

« previous 1
All Quotes | Add A Quote
Desi Puspitasari
73 followers
Jogja Jelang Senja Jogja Jelang Senja
111 ratings
Mimpi Kecil Tita Mimpi Kecil Tita
50 ratings