Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Usman Arrumy.
Showing 1-25 of 25
“Kopi yang baik adalah kopi yang dengannya sanggup membangkitkan penyeduhnya untuk bisa mengingat Kekasihnya.”
―
―
“Mencintai perempuan itu artinya juga mesti mencintai gudignya, batuknya, bau apeknya, ilernya, boroknya, dan setiap kekurangannya. Jika mencintai hanya pada bagian yang secara kasat nampak indah, itu cintanya perlu direkonstruksi ulang.
Sama halnya mencintai Indonesia, itu artinya juga mesti mencintai semua penghuninya, termasuk mereka yang koruptor, begenggek, bajingan, jahat dan siapapun yang sebenarnya patut dibenci.
Dengan kata lain, cinta bisa dinamakan cinta jika itu berlangsung dalam skala yang total.”
―
Sama halnya mencintai Indonesia, itu artinya juga mesti mencintai semua penghuninya, termasuk mereka yang koruptor, begenggek, bajingan, jahat dan siapapun yang sebenarnya patut dibenci.
Dengan kata lain, cinta bisa dinamakan cinta jika itu berlangsung dalam skala yang total.”
―
“Barangsiapa Ngopi, kesepiannya akan lekas diampuni.”
― Mantra Asmara
― Mantra Asmara
“Andai akulah lampu itu
akan kucahayai seluruh malammu
sebab, aku tahu, jika kau dikuasai gelap
tak sanggup aku memandangmu dengan lengkap
* Petikan dari puisi Amor Fati.”
―
akan kucahayai seluruh malammu
sebab, aku tahu, jika kau dikuasai gelap
tak sanggup aku memandangmu dengan lengkap
* Petikan dari puisi Amor Fati.”
―
“Cintaku ke kamu lebih dekat dari kopi ke pahitnya”
― Mantra Asmara
― Mantra Asmara
“Aku tak perlu memburu untuk merengkuhmu
Tak butuh cemburu demi membiktukan cintaku
Sebab tahu gerakku lantaran sentuhanmu dan diamku cuma untuk merindukanmu”
― Mantra Asmara
Tak butuh cemburu demi membiktukan cintaku
Sebab tahu gerakku lantaran sentuhanmu dan diamku cuma untuk merindukanmu”
― Mantra Asmara
“Tuhan, ampuni kekhilafanku untuk telah terlambat menunaikan ibadah Ngopi, setelah ini aku berjanji untuk bertekad tidak melakukan perbuatan tak senonoh itu lagi.
* Munajat Kopi”
―
* Munajat Kopi”
―
“Jika Tuhan saja mencintai keindahan, apakah salah jika aku mencintaimu.”
―
―
“Kebahagianku terbuat dari kesedihan yang telah merdeka, dengan kata lain; bersamamu saat itu--- ketika cangkir kopimu menadah cahaya yang ditumpahkan bulan, telah menjadi rasa syukur yang tak pernah selesai. Berilah kesempatan untuk temu sekali lagi dan ampuni kangenku yang cerewet ini. Dengan kata lain, kita mesti ngopi lagi.”
―
―
“Jangan sedih, aku belum lupa cara untuk bahagia, boleh kita beda benua, tapi bukankah kau tetap mukim dalam hatiku? Jika dari sekian banyak orang telah mencintaimu karena paras elokmu, justru itu tak berlaku dalam diriku, bahwa aku mencintaimu sebagai pelaksanaan takdirku. Mungkin itu sebabnya namamu tak akan pernah selesai berdenyut dalam doaku.”
―
―
“Kangen tak dapat dimulai dengan ingkar, kangen mesti berangkat dari dan dengan pengakuan. Seperti kangen terhadap sisa bau tanah sehabis hujan kali ini.”
―
―
“Bersekutu adalah bagian dari syarat sah untuk menjadi Manusia. Maka bersekutulah untuk memenangkan apa yang diyakini baik. Tapi politik itu akal, jadi jangan lupakan Waras.”
―
―
“Jika cintaku kepada Sita dianggap terlarang, itu artinya kau merendahkan takdir Tuhan. Kau sendiri tahu, aku tak akan pernah mampu menentukan kepada siapa aku dilahirkan, maka sekarang aku juga tak akan pernah bisa memilih kepada siapa aku jatuh cinta. Jika Tuhan saja mencintai keindahan, apakah salah jika kemudian aku mencintai Sita?”
―
―
“Manusia letak kesalahan.
Dan bila mencintaimu merupakan kesalahan
Itu semata untuk menyempurnakan kemanusiaanku.”
― Anjangsana
Dan bila mencintaimu merupakan kesalahan
Itu semata untuk menyempurnakan kemanusiaanku.”
― Anjangsana
“Kalau tidak karena namamu
Sungguh aku sudah putus asa
sebelum kutulis huruf pertama
Jika bukan sebab namamu
sungguh semua suara akan sarat-sengkarut
sebelum huruf pertama kusebut
Huruf Cinta--- Mantra Asmara”
―
Sungguh aku sudah putus asa
sebelum kutulis huruf pertama
Jika bukan sebab namamu
sungguh semua suara akan sarat-sengkarut
sebelum huruf pertama kusebut
Huruf Cinta--- Mantra Asmara”
―
“Kebenaran dalam puisi itu tak bisa ditentukan oleh seberapa terukur kata-kata yang digunakan, tak bisa itu barang misalnya apakah puisi itu relevan dengan suasana atau gampang tergeser oleh kata-kata lain yang lebih berpengaruh terhadap makna atau kesehatan pembaca. Seluruh puisi yang masih bisa diucapkan atau ditulis maupun dinyanyikan bukan aksioma dalam pengertian yang purna, ia masih terus berlangsung dalam gugatan dan pengusutan pembaca yang tak atau enggan menjangkau hakekatnya. Kebenarannya hanya bisa nampak pada kedalaman sonya-rori.”
―
―
“Mantra Asmara adalah sebuah ikhtiar untuk menyelamatkan kenangan dari karunia yang tak diakui. Sebagaimana mencintaimu, Mantra Asmara terbentuk sebagai pelaksanaan takdirku. Sebagaimana kangenku padamu, Mantra Asmara adalah cara untuk menyampaikan rasa syukurku.”
― Mantra Asmara
― Mantra Asmara
“Sita, sejauh kau belum dengan tulus mencintaiku, sejauh itu pula aku tak akan pernah berani menyentuh tubuhmu”
―
―
“Jangan pamer! Kesedihanmu masih tak ada apa-apanya dibanding luasnya samudra itu, dukamu masih tak seberapa ketimbang dalamnya laut itu. Jangan pamer! tinimbang kelamnya kenanganmu, kopiku jauh lebih pekat.”
―
―
“Jangan Kecewa.
Tuhan menciptakan cela
Pada sesuatu yang sangat
Kita cintai
Semata agar kita tak terjerumus
Pada pemberhalaan”
― Anjangsana
Tuhan menciptakan cela
Pada sesuatu yang sangat
Kita cintai
Semata agar kita tak terjerumus
Pada pemberhalaan”
― Anjangsana
“Mencintai adalah seni memahami keindahan Tuhan”
― Anjangsana
― Anjangsana
“Bila Tuhan Maha Indah
Dan mencintai keindahan
Apakah merupakan aib
Bila aku mencintaimu?”
― Anjangsana
Dan mencintai keindahan
Apakah merupakan aib
Bila aku mencintaimu?”
― Anjangsana
“Bahwa mencintaimu adalah caraku untuk mengungkapkan rasa syukurku. Bagaimana kau bisa jauh, sementara darahmu mengarus di urat nadiku, airmatamu meleleh dari pelupuk mataku, suaramu keluar dari bibirku, kau mendengarkan melalui telingaku, dan cintamu berdegup di jantungku, sakitmu sumber lukaku, senyummu benih bahagiaku? Jika akhirnya terjadi, sebenarnya hanya jasad kita yang berjauhan; nyatanya ruhmu tersangkar dalam sukmaku, dan sukmaku terkurung dalam ruhmu.”
―
―
“Cinta baru dinamakan cinta bila kamu menerima kebaikan dan keburukannya dalam waktu bersamaaan. Cintamu hanya menjadi bulshit bila kamu tidak menerima gudignya, umbelnya, kopoknya, dobolnya—sebagai fakta. Kamu harus mengaktivkan kesadaranmu bahwa yang kamu cintai adalah manusia, bukan malaikat.”
― Anjangsana
― Anjangsana






