Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Teddy W. Kusuma.
Showing 1-6 of 6
“Kapan kita mesti menarik garis untuk segala sesuatunya? Bahwa sesuatu menjadi urusan kita, atau tidak lagi menjadi urusan kita? Bahwa yang kita lakukan sudah cukup, atau masih harud meneruskannya sedikit lagi?”
― Semasa
― Semasa
“Masa lalu, kupikir, sering tidak seperti yang dipikirkan diri kita yang dewasa. ...Kenangan tidak melulu sesuatu yang nyata di masa lalu, kerap ia hanya tentang bagaimana kita memilih untuk mengingatnya.”
― Semasa
― Semasa
“Burung-burung itu, berapa usia mereka, ya? Kalau rata-rata burung berusia tiga tahun, mungkin aku pernah bertemu buyut dari buyut mereka. Tiga tahun saja. Ah, betapa pendek. Bagaimana ingatan bekerja pada mereka? Belum hilang ingatan akan hal-hal yang kau jumpai di masa awal hidupmu, kau sudah mati. Belum cukup dekat kau dengan sesuatu, kau sudah meninggalkannya. Apakah itu menjadikan perpisahan tidak terlalu menyedihkan? Membuatmu lebih rela melepaskan? Atau sebaliknya, justru lebih menyakitkan?”
― Semasa
― Semasa
“Jika ada nasihat Bapak yang masih kupegang, itu adalah betapa pada akhirnya, kita akan menghadapi segala sesuatunya sendiri.”
― Semasa
― Semasa
“Bukankah kehadiranmu adalah hal paling sederhana yang bisa kau berikan untuk orang yang dihatimu?”
― Semasa
― Semasa
“Dan kami saling bertukar cerita. Tentang hal sehari-hari, tentang percakapan-percakapan. Beberapa percakapan yang sudah terlupakan, beberapa yang lain masih terpatri kuat. Mereka ada jauh di sana, di masa lalu, bertumpuk bersama kenangan-kenangan sesudahnya, saling berkelindan seperti gulungan benang warna-warni yang semrawut. Dan kami berusaha mengurainya, menatanya, menahannya dengan tertatih.”
― Semasa
― Semasa





