Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Valiant Budi.
Showing 1-16 of 16
“Di negara miskin saya itu, saya lebih banyak tersenyum. Tak terbeli dengan ribuan riyal. Lagi pula, semua kebusukan negara saya, Indonesia, ada di negara lain, kok. Tapi keindahan Indonesia belum tentu dimiliki negara lain”
― Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
― Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
“Tapi satu pelajaran yang gue dapet. Kita bisa mencari iman di mana saja, termasuk di negara yang sering ‘dibilang kafir’ sekalipun.”
― Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
― Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
“Semoga akan ada seribu bahagia untuk satu derita”
― Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
― Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
“Kenapa juga (ada) yang rajin menggembar-gemborkan dirinya sebagai orang yang open minded, justru sering ngatain goblog orang yang gak sependapat?”
―
―
“Sepertinya kita memang terlalu sibuk belajar mencintai, sampai lupa bagaimana caranya mengatasi kehilangan"-Bintang Bunting”
―
―
“Kita ini konon pahlawan devisa. Tapi kalau mati ya sudah-dianggap binatang saja. -Yuti-”
― Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
― Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
“Keyakinan bagi saya...seperti wewangian. Kita benar-benar bisa merasakannya, mencium aromanya, tapi susah untuk mendefinisikannya terutama kepada orang yang belum pernah, belum bisa atau memang tidak mau mencium aroma wewangian tersebut.”
― The Journeys
― The Journeys
“Bunuh diri kan tidak seperti rekreasi ke suatu pulau misterius, di mana bila ternyata pulau tersebut 'basi', kita bisa pulang atau pergi ke tempat lain?”
―
―
“Keimanan itu kayak wewangian, Lel. Kamu bisa mencium aromanya, tapi gak bisa mendefinisikan baunya. Dan biasanya, bakal makin gampang buat ngebahas wangi parfum tersebut dengan yang sama-sama udah nyium aromanya.”
― Bintang Bunting
― Bintang Bunting
“Karena saat bangun tidur adalah momentum riskan dalam mengingat si mantan. Aku butuh pelarian.”
― Tukar Takdir
― Tukar Takdir
“Kami tak selamanya akan menggentayangi tempat gelap dan sepi. Bisa jadi, saat ini kami ada di belakangmu.”
― Tukar Takdir
― Tukar Takdir
“Bali adalah pulau pelarian. Banyak yang berimigrasi ke sini karena ingin menenangkan diri atau menemukan cinta. Selama di sini, saya sering menyaksikan mereka yang datang berharap-harap romansa, pulang-pulang hati babak belur.”
― Tukar Takdir
― Tukar Takdir
“Seindah-indahnya kenangan, kalau diingat dalam keadaan buruk, bisa berbalik menyengsarakan.”
― Tukar Takdir
― Tukar Takdir
“Selalu dengarkan hiruk pikuk dalam dada karena kejujuran itu membebaskan!”
― Tukar Takdir
― Tukar Takdir
“Seumur hidup, aku bisa mengetahui apa yang akan terjadi pada orang lain. Namun, tidak pada diriku sendiri.”
― Tukar Takdir
― Tukar Takdir





