Wiji Thukul

Wiji Thukul’s Followers (130)

member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo

Wiji Thukul


Born
in Solo, Indonesia
August 24, 1963

Genre


Wiji Thukul Wijaya lahir di Sala 24 Agustus 1963 sebagai anak tukang becak dari keluarga Katolik. Selepas SMP, selama kurang dari dua tahun dia belajar di sekolah Menengah Karawitan Indonesia, sampai putus sekolah pada 1980.

Di Solo, Thukul dibesarkan di kampung miskin yang sebagian besar penghuninya hidup dari menarik becak. Ketika itu bis kota mulai menguasai jalanan, mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan bagi para tukang becak yang penghasilannya semakin merosot. Rentenirpun telah menjadi pengunjung tetap yang kedatanganya selalu menggelisahkan para penghuni kampung.

Semenjak putus sekolah, Thukul mencari nafkah sendiri melalui berbagai pekerjaan tidak tetap. Dia pernah menjadi tukang koran, tukang semir mebel, maupun buruh harian.
...more

Average rating: 4.24 · 1,629 ratings · 239 reviews · 7 distinct worksSimilar authors
Aku Ingin Jadi Peluru

4.24 avg rating — 727 ratings — published 2000 — 4 editions
Rate this book
Clear rating
Nyanyian Akar Rumput: Kumpu...

4.22 avg rating — 719 ratings — published 2003 — 2 editions
Rate this book
Clear rating
Para Jenderal Marah-Marah

by
4.37 avg rating — 68 ratings — published 2013
Rate this book
Clear rating
Kebenaran akan Terus Hidup

4.20 avg rating — 59 ratings — published 2007
Rate this book
Clear rating
Istirahatlah Kata-Kata

4.48 avg rating — 40 ratings — published 2017
Rate this book
Clear rating
Mencari Tanah Lapang : Puisi

by
4.07 avg rating — 15 ratings
Rate this book
Clear rating
Balada ng Bala

by
it was amazing 5.00 avg rating — 1 rating
Rate this book
Clear rating
More books by Wiji Thukul…
Quotes by Wiji Thukul  (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)

“Apa gunanya banyak baca buku
Kalau mulut kau bungkam melulu”
Wiji Thukul, Aku Ingin Jadi Peluru

“Kamu calon konglomerat ya, Kamu harus rajin belajar dan membaca, jangan ditelan sendiri. Berbagilah dengan teman-teman yang tak mendapat pendidikan.”
Wiji Thukul

“Jika aku menulis dilarang, aku akan menulis dengan tetes darah!”
Wiji Thukul, Aku Ingin Jadi Peluru



Is this you? Let us know. If not, help out and invite Wiji to Goodreads.