aya > aya's Quotes

Showing 1-30 of 244
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9
sort by

  • #1
    Maya Angelou
    “Any book that helps a child to form a habit of reading, to make reading one of his deep and continuing needs, is good for him.”
    Maya Angelou

  • #2
    Khaled Hosseini
    “But better to get hurt by the truth than comforted with a lie.”
    Khaled Hosseini

  • #3
    Tere Liye
    “Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”
    Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

  • #4
    Tere Liye
    “Cinta bukan sekedar memaafkan. cinta bukan sekedar soal menerima apa adanya. cinta adalah harga diri. cinta adalah rasionalitas sempurna.

    Jika kau memahami cinta adalah perasaan irasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. kau dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut. tidak lebih, tidak kurang”
    Tere Liye, Sepotong Hati Yang Baru
    tags: love

  • #5
    Tere Liye
    “Untuk membuat hati kita lapang dan dalam, tidak cukup dengan membaca novel, membaca buku-buku, mendengar petuah, nasihat, atau ceramah. Para sufi dan orang-orang berbahagia di dunia harus bekerja keras, membangun benteng, menjauh dari dunia, melatih hati siang dan malam. Hidup sederhana, apa adanya, adalah jalan tercepat untuk melatih hati di tengah riuh rendah kehidupan hari ini. Percayalah, memiliki hati yang lapang dan dalam adalah konkret dan menyenangkan, ketika kita bisa berdiri dengan seluruh kebahagiaan hidup, menatap kesibukan sekitar, dan melewati kebahagiaan hidup, bersama keluarga tercinta.”
    Tere Liye

  • #6
    Tere Liye
    “Orang-orang yang memiliki tujuan hidup, tahu persis apa yg hendak dicapainya, maka baginya semua kesedihan yang dialaminya adalah tempaan, harga tujuan tersebut. Dan sebaliknya.”
    Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

  • #7
    Tere Liye
    “Jika kalian tidak bisa ikut golongan yang memperbaiki, maka setidaknya, janganlah ikut golongan yang merusak. Jika kalian tidak bisa berdiri di depan menyerukan kebaikan, maka berdirilah di belakang. Dukung orang orang yang mengajak pada kebaikan dengan segala keterbatasan. Itu lebih baik.”
    Tere Liye, Eliana

  • #8
    Maya Angelou
    “I've learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.”
    Maya Angelou

  • #9
    Maya Angelou
    “What you're supposed to do when you don't like a thing is change it. If you can't change it, change the way you think about it. Don't complain.”
    Maya Angelou, Wouldn't Take Nothing for My Journey Now

  • #10
    Maya Angelou
    “Success is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it.”
    Maya Angelou

  • #11
    Maya Angelou
    “If I am not good to myself, how can I expect anyone else to be good to me?”
    Maya Angelou

  • #12
    Maya Angelou
    “Never make someone a priority when all you are to them is an option.”
    Maya Angelou

  • #13
    Maya Angelou
    “You may shoot me with your words, you may cut me with your eyes, you may kill me with your hatefulness, but still, like air, I'll rise!”
    Maya Angelou

  • #14
    Maya Angelou
    “Life is pure adventure, and the sooner we realize that, the quicker we will be able to treat life as art.”
    Maya Angelou

  • #15
    Tere Liye
    “Apakah cinta sejati itu? Apakah ia sebentuk perasaan yang tidak bisa dibagi lagi? Apakah ia sejenis kata akhir sebuah perasaan? Tidak akan bercabang? Tidak akan membelah diri lagi? Titik? Penghabisan? Bukankah lazim seseorang jatuh cinta lagi padahal sebelumya sudah berjuta kali bilang ke pasangan - pasangan lamanya, "Ia adalah cinta sejatiku!”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #16
    Tere Liye
    “Orang yang memendam perasaan sering kli terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian disekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”
    Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

  • #17
    Tere Liye
    “Wanita adalah mahkluk kepastian. Sebagian besar dari mereka bisa menunggu dengan sabar datangnya kepastian tersebut; menunggu, menunggu dan terusss menunggu.

    Maka, biar momen menunggu itu tetap berkualitas, mari di-isi dengan hal2 yang positif. Sibukkan diri dengan aktivitas2 bermanfaat. Terus memperbaiki diri. Nah, kalau ternyata si mister x itu nggak nyadar2 juga ditungguin, malah nyantol ke tempat lain, setidaknya momen menunggunya tidak sia-sia.”
    Tere Liye

  • #18
    Tere Liye
    “Ketika satu kota dipenuhi orang miskin, kejahatan yang terjadi hanya level rendah, perampokan, mabuk-mabukan, atau tawuran. Kaum proletar seperti ini mudah diatasi, tidak sistematis dan jelas tidak memiliki visi misi, tinggal digertak, beres. Bayangkan ketika kota dipenuhi orang yang terlalu kaya, dan terus rakus menelan sumber daya di sekitarnya. Mereka sistematis, bisa membayar siapa saja untuk menjadi kepanjangan tangan, tidak takut dengan apapun. Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka.”
    Tere Liye, Negeri Para Bedebah

  • #19
    Tere Liye
    “Ibu, usiaku dua puluh dua, selama ini tidak ada yang mengajariku tentang perasaan-perasaan, tentang salah paham, tentang kecemasan, tentang bercakap dengan seorang yang diam-diam kau kagumi. Tapi soer ini, meski dengan menyisakan banyak pertanyaan, aku tahu, ada momen penting dalam hidup kita ketika kau benar-benar merasa ada sesuatu yang terjadi di hati. Sesuatu yang tidak pernah bisa dijelaskan. Sayangnya, sore itu juga menjadi sore perpisahanku, persis ketika perasaan itu mulai muncul kecambahnya.”
    Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah
    tags: cinta

  • #20
    Tere Liye
    “Dan kau tahu, hukum itu sejatinya adalah akal sehat, bukan debat kusir, bukan mulut pintar bicara.”
    Tere Liye

  • #21
    Albert Einstein
    “There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.”
    Albert Einstein

  • #22
    Dr. Seuss
    “Today you are You, that is truer than true. There is no one alive who is Youer than You.”
    Dr. Seuss, Happy Birthday to You!

  • #23
    Markus Zusak
    “Sometimes people are beautiful.
    Not in looks.
    Not in what they say.
    Just in what they are.”
    Markus Zusak, I Am the Messenger

  • #24
    Tere Liye
    “Dalam banyak situasi, menunggu adalah kebijaksanaan tiada tara.

    Dalam banyak kondisi, menunggu adalah solusi terbaik tanpa tanding.

    Saya tidak bergurau. Meski diluar sana banyak sekali orang yang justeru menyuruh bergegas, siapa cepat dia dapat. Dalam banyak keadaan, justeru menunggu adalah yang terbaik.

    Jangan lupa, lengkapi menunggu tersebut dengan dua syarat pentingnya: bersabar dan berdoa. Maka kita tidak akan pernah merugi atas setiap urusan.”
    Tere Liye

  • #25
    Tere Liye
    “Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah 'terpilih' di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa.”
    Tere Liye, Bidadari Bidadari Surga

  • #26
    Tere Liye
    “Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...
    Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
    Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.
    Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. ”
    Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa

  • #27
    Tere Liye
    “Bagi manusia, hidup itu juga sebab-akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu.... Saling mempengaruhi, saling berinteraksi.... Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit.”
    Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

  • #28
    Tere Liye
    “Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong.”
    Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

  • #29
    Tere Liye
    “masa lalu selamanya tidak akan pernah menang karena ia selalu ada di belakang....”
    tere-liye

  • #30
    Tasaro G.K.
    “Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu.”
    Tasaro, Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?



Rss
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9