Sci-Fi Indonesia discussion
Lounge Area
>
All about awards
Sedikit komentar:
1. Ancillary Justice, gue baca depannya dan boring. Belum selesai bacanya.
2. Gue lebih suka nominasinya Locus, ada MaddAddam-nya Margeret Atwood, sama Shaman-nya Kim Stanley Robinson.
3. Kayaknya Neptune's Brood lumayan nih.
4. Untuk yang fantasi, Neil Gaiman udah gak usah disebut lah. Banyak yang bilang kalau NOS4A2 bagus.
5. Untuk YA, ada dua nama pengarang yang bagus: Cory Doctorow dan Paolo Bacigalupi.
1. Ancillary Justice, gue baca depannya dan boring. Belum selesai bacanya.
2. Gue lebih suka nominasinya Locus, ada MaddAddam-nya Margeret Atwood, sama Shaman-nya Kim Stanley Robinson.
3. Kayaknya Neptune's Brood lumayan nih.
4. Untuk yang fantasi, Neil Gaiman udah gak usah disebut lah. Banyak yang bilang kalau NOS4A2 bagus.
5. Untuk YA, ada dua nama pengarang yang bagus: Cory Doctorow dan Paolo Bacigalupi.
Hm, ada saingan bapak-anak nih di Locus Award. Stephen King dengan Doctor Sleep dan Joe Hill dengan NOS4A2.
Nominasi Nebula Award:http://www.sfwa.org/2015/02/2014-nebu...
Ancillary series masuk lagi. Jadi penasaran pengen cepet baca.
Ancillary gak seru *minggat. Eh tapi saya baru baca seperempat, lalu bosan. Jangan dipercaya hihihi.
Sebenarnya aku suka konsepnya tentang AI mengontrol ancillaries. tapi entah kenapa bagian awalnya itu sungguh tidak menarik. Cara berceritanya kali ya. Mungkin harus sabar, soalnya buku ini sampai dapat awards.Kayak Mirror Empire, sampe 20%-an diriku gak ngerti ni buku ngomongin apaaaa, tapi sesudah lewat 20% jadi menarik. Ya tapi kalo dibandingin dengan Ancillary Justice, Mirror Empire lebih mampulah dilewati bagian awalnya.
Mirror Empire? Widih... itu bukannya dark banget ya?
saya masih blm berani baca setelah baca review2nya.
saya masih blm berani baca setelah baca review2nya.
Sudah ciri beliau ya, ending ga bagus.
yah, memang ada beberapa penulis fiksi yang skill-nya jomplang, terutama untuk ending. Tapi fans tetap ada karena memang karya mereka ada nilai bagusnya.
biar ga kapok, coba cari novella beliau: Beggars in Spain: The Original Hugo & Nebula Winning Novella. ending-nya masih belum kedodoran
(ide dan bikin kagetnya sih, teteup).
yah, memang ada beberapa penulis fiksi yang skill-nya jomplang, terutama untuk ending. Tapi fans tetap ada karena memang karya mereka ada nilai bagusnya.
biar ga kapok, coba cari novella beliau: Beggars in Spain: The Original Hugo & Nebula Winning Novella. ending-nya masih belum kedodoran
(ide dan bikin kagetnya sih, teteup).
Locus Award winners! http://www.tor.com/2015/06/27/announc...
Ancillary menang lagi hahaha
Apa gue mesti baca ini novel yak. Lebih tertarik sama Three Body Problem sebenernya.
Mungkin krn penulis dr RRT, jadi gaya ceritanya segar, tidak seperti standar caucasian male SF authors.
Semoga pertimbangan pemenangnya bukan krn politik, tetapi mmg isi novelnya dianggap bagus.
Semoga pertimbangan pemenangnya bukan krn politik, tetapi mmg isi novelnya dianggap bagus.
Nah itu juga yang gue pikir. Hugo tahun ini kan kontroversial banget, takutnya karena pada kesel sama sad puppies, jadinya TBP yang dimenangin for the sake of political correctness. Gue ga bisa komen untuk nominasi yang lain karena cuma baca satu lagi selain TBP but semoga jangan cuma karena novelnya 'beda' aja.
@Ds setahu saya kata "Cina" sudah diganti menjadi "Tiongkok"
http://news.liputan6.com/read/2025991...
http://news.liputan6.com/read/2025991...
Gue belum baca TBP, tapi ada kemungkinan translation problem ga? It always happens to Chinese novels. Nyokap sering baca buku Mandarin en dia bilang agak susah untuk di-translate. Empat characters bisa require satu paragraph, cuman ya to be fair, nyokap bacanya literature sih. Gue pernah coba baca bukunya Mo Yan dan Gao Xingjian, emang dry banget.Mengenai Sad Puppies, sigh, another group of self-entitled white guys with victim complex. Gue dah ga ngikutin berita2 gituan, tapi Vox Day itu kan jijay, apapun yg dia endorse, udah pasti jijay. Smh.
Gw belum baca TBP atau satupun buku yang dinominasikan di Hugo Award tahun ini.Tapi untuk award2 (literary, movie etc) ini, tujuannya mau menghargai apa? Apakah mau menghargai kalau bukunya ground breaking atau bukunya memang bagus (IMO, either way bakal subjektif). Neuromancer is dry as hell walau inovatif dan menang Hugo dan Nebula. Kalau Neuromancer masuk nominasi tahun ini apakah dia akan menang karena ground breaking atau karena bukunya memang bagus?
Menurutku, buku2 yang dikarang non-white male writer bagus untuk menambah sudut pandang terhadap hal-hal tertentu seperti ras atau orientasi seksual. Tapi kalau menang simply karena "beda", gw juga gak setuju. Di sisi lain, self entitled white guys with victim complex itu emang ada dan nyebelin banget.
@NendaTapi apa iya mereka menang cuman karena 'beda'? Sejauh ini gue belum melihat buktinya sih ya.
Gue lebih melihat para pathetic Sad Puppies itu sebagai sekelompok orang yang ga rela territory SF/F semakin diverse dan inclusive. Jadi bigot kok malah bangga dan dipamerkan. Aneh sekali mereka itu.
Hahaha dasar Oni. Coba deh kalian baca TBP. Memang sih gue subyektif tapi dari reviews yang gue baca ga ada yang bilang writingnya memang bagus (kayaknya terjemahan ga terlalu ngaruh). Karakter2nya omg super flat. Semua hype biasanya terpusat ke ide dan background cerita (cultural revolution).
Ada yg udah bacaChina Mountain Zhang. Menurutku bagus, latarnya Cina, pasca mereka jadi pemimpin dunia. The Windup Girl juga bagus, setting Thailand dan Cina Melayu. How to Live Safely in a Science Fictional Universe juga oke. Tapi world buildingnya gak gitu berasa oriental sih.
Gue coba baca Three Body Problem deh.
Gue coba baca Three Body Problem deh.
great reading list, hold on to your wallets/credit cards/what have you.http://www.locusmag.com/News/2016/02/...
Luna, Seveneves, Empire Ascendant, Lie Tree, Sorcerer to the Crown, Traitor Baru Cormorant, Binti, udah direncanakan untuk dibaca tahun ini. *ambisius
mina wrote: "Luna, Seveneves, Empire Ascendant, Lie Tree, Sorcerer to the Crown, Traitor Baru Cormorant, Binti, udah direncanakan untuk dibaca tahun ini. *ambisius"I see three titles I wanna read there: TBC, SttC and Empire Ascendant (berarti mesti mulai dari awal ya). Kasitau kalau dah mau mulai yak!
Untuk Hurley, aku mau baca ulang buku 1 dulu ya, baru lanjut ke 2. soalnya sudah awal tahun lalu bacanya sih, agak lupa. dirimu sudah buku 1-nya? Mau bareng baca buku 1 kalo belum?
Belum baca buku 1 soalnya lanjutan Bel Dame jg blm kelar - padahal beda seri ya hehe, well agak ocd aja, pengen kelar yg satu dulu
Nebula Awards 2015 nominees: http://www.sfwa.org/2016/02/2015-nebu...Ada yang sudah baca sci-fi nominees-nya?
Untuk film, gue berharap Ex-Machina yang menang.
belum ada sih. btw yg novella, kandidat nominasi ada dr penulis Usman T. Malik. tadinya gw kira Indo, tyt Pakistan.
Katanya NK Jemisin, Ken Liu, dan Fran Wilde itu bagus. (Fran Wilde punya podcast, btw, mewawancara penulis lain, nama podcastnya Cooking the Books: https://franwilde.wordpress.com/cooki...).Untuk Ray Bradbury Award, diriku berharap Mad Max yang menang. I love love love this movie.
Untuk Andre Norton Award, suka sekali karya-karya Frances Hardinge. Pertama bacanya terjemahan (diterjemahkan oleh one of Kubugil-ers yang kebetulan agak nyeleneh, jadi pas banget rasanya) yang judulnya Fly by Night. Kurang menjual, tapi ceritanya diriku suka. Mungkin karena bahasa berbunga-bunga khas Hardinge susah dibaca dalam bahasa Indonesia. Semua ide ceritanya original, dan tidak ada sama-samanya antar buku.
Karya-karyanya dikategorikan YA (btw diriku gak suka pengkategorian buku jadi YA dan tidak YA), hanya karena tokohnya biasanya young, tapi ceritanya rata-rata super dark.
Tapi yang Cuckoo Song memang gak seseru (walau tetap aneh) bukunya yang lain, jadi menurutku dia gak akan menang. Di UK, dia menang terus berbagai award, tahun ini aja dapat 2 untuk A Face Like Glass dan The Lie Tree. A Face Like Glass bagus, yang Lie Tree belum baca. Senang karena berhasil mendapatkan 2 bukuku ditandatangani oleh Frances pas dia ke Amsterdam :)
Untuk novella, saat ini diriku sedang membaca (via audobook) Binti. Sudah 4 dari 7 chapter, not impressed. Sampe chapter 4, dia masih gak ngapa-ngapain. Ngomong aja terus pada dirinya sendiri dan pada Meduse, alien yang menangkapnya (POVnya first person) tentang otjize dan rambutnya dan betapa kerennya suku Himba dibanding suku lain.
Dan masih bingung melihat Ann Leckie lagi-lagi dapat nominasi untuk seri ancillaries-nya. Premisnya bagus, diriku suka, tapi masih gak ngerti kenapa buku 1 aja diriku gak selesai. Perlu dijadiin buddy read kayaknya :D
Eh, slash that, diriku salah ingat antara Ken Liu dan Wesley Chu. Yang dibilang bagus itu Wesley Chu dengan Tao series-nya.
Grace of Kings by Ken Liu bloated and fragmented IMO. Lives of Tao mengingatkan gue sama Animorphs dan Yeerk, not interested. Gue malah tertarik sama NK Jemisin sih, tapi belum tahu sebaiknya mulai darimana.
Gak, kebetulan aja denger interview beliau kemarin, dan waktu dia jelasin soal novelnya itu tentang apa ga menarik sih menurutku.
Saya cuma sudah baca satu buku NK Jemisin The Hundred Thousand Kingdoms, kurang cocok utk saya . Awal sih bagus, bagus banget malah. Tapi lalu plotnya keseret2. Untungnya, ending-nya lumayan.
Awards lokal kayaknya tidak memperhatikn genre ya? *gak gitu mengikuti. Selain itu jumlah SF lokal-nya mungkin gak cukup banyak?
Ada kok award2an lokal untuk novel lokal, walau cuma voting saja dan baru sekali diadakan. Coba google PNFI award saja. Kalau tidak salah ada kategori khusus novel lokal.Edited: sorry, ternyata buat genre fantasi saja.
Bikin polling aja disini, toh sudah ada grupnya. Tapi masalahnya ya itu spt yg dibilang Mina, belum banyak yang baca scifi lokal. I can't even name one except Djokolelono's works.
Books mentioned in this topic
Vagabonds (other topics)Waldo (other topics)
Nightfall (other topics)
Beyond Redemption (other topics)
Cage of Souls (other topics)
More...
Authors mentioned in this topic
Cory Doctorow (other topics)Paolo Bacigalupi (other topics)






Hugo:
http://www.loncon3.org/2014hugos.php
Locus:
http://www.locusmag.com/News/2014/05/...