Rinto.andriono

Add friend
Sign in to Goodreads to learn more about Rinto.andriono.


Loading...
Joko Pinurbo
“Mengapa bulan di jendela makin lama
makin redup sinarnya?
Karena kehabisan minyak dan energi.
Mimpi semakin mahal,
hari esok semakin tak terbeli.

Di bawah jendela bocah itu sedang suntuk
belajar matematika. Ia menangis tanpa suara:
butiran bensin meleleh dari kelopak matanya.
Bapaknya belum dapat duit buat bayar sekolah.
Ibunya terbaring sakit di rumah.

Malu pada guru dan teman-temannya,
coba ia serahkan tubuhnya ke tali gantungan.
Dadah Ayah, dadah Ibu..

Ibucinta terlonjak bangkit dari sakitnya.
Diraihnya tubuh kecil itu dan didekapnya.
Berilah kami rejeki pada hari ini
dan ampunilah kemiskinan kami.”
Joko Pinurbo, Kepada Cium

year in books
Markaba...
892 books | 507 friends

Sholich...
0 books | 50 friends

Retno D...
4 books | 35 friends

Tri Rah...
3 books | 188 friends

Hasanud...
3 books | 706 friends

Taufiq ...
2 books | 305 friends

Rudi So...
3 books | 260 friends

Utche Basa
3 books | 224 friends

More friends…



Polls voted on by Rinto.andriono

Lists liked by Rinto.andriono