“Jalan menuju Tuhan sama dengan jalan menuju Roma, Rahwana. Pada akhirnya semua jalan akan menuju Roma. Demikian pula jalan menuju Tuhan. Ada yang melalui jalur filosofis, ada yang melalui jalur cinta. Ada yang reflektif, ada yang afektif. Ada yang religius, ada yang altruis...”
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
“Ah, kau, rama, titisan dewa, Dewa bisa sempurna. Tapi, kau tak sempurna. Kau cuma manusia. Mengapa kau tak berbahagia menjadi manusia dengan segala ketidaksempurnaanmu seperti juga ketidaksempurnaanku..?”
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
“Rama, sebetulnya kau mencintaiku atau mencintai dirimu sendiri sehingga kau begitu hirau dengan gosip rakyatmu bahwa aku sudah tak suci lagi setelah hidup bersama Rahwana?”
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
“Jangan tanya besarnya seseorang dari anaknya sendiri. Di mata keluarganya seorang ayah pasti biasa-biasa saja. Mungkin malah kerdil...”
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
“Kesenian yang baik biasanya merupakan biografi senimannya, biografi yang disamar-samarkan di sana sini.”
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
Munir’s 2025 Year in Books
Take a look at Munir’s Year in Books, including some fun facts about their reading.
More friends…
Polls voted on by Munir
Lists liked by Munir











