“Tapi apa sempat kau beranjak keluar kamar, mengintip kamar putrimu, lalu terbesit dalam pikiranmu untuk memberi ampun? Putrimu terlelap, dadanya turun naik. Nafas halus itu—kau punya pilihan untuk tidak merampasnya.”
this is gutwrenching
— Oct 06, 2025 06:44AM
Add a comment