Di Jakarta, Suharto menggantikan Soekarno, dan pemimpin baru ini tidak akan bersikap lembek terhadap penyimpangan - penyimpangan politik yang terjadi seperti pendahulunya. Terutama, Suharto memburu orang - orang yang komunis , dianggap komunis, disangka komunis, kemungkinan komunis, sangat tidak mungkin komunis, dan orang tak bersalah lain.
— Oct 22, 2014 02:18AM
Add a comment