Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Ayu Utami.

Ayu Utami Ayu Utami > Quotes

 

 (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)
Showing 1-30 of 88
“Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, seorang ilmuwan akan mencari pola, dan seorang beriman akan mencari Tuhan”
Ayu Utami
“untuk negriku Indonesia yang dengan sedih aku cinta”
Ayu Utami
“Modernisme adalah alat untuk memperalat. Takhayul adalah alat untuk diperalat”
Ayu Utami, Bilangan Fu
“manusia mungkin tidak punya kapasitas untuk mengampuni (barangkali hanya Tuhan yang bisa mengampuni), maka yang bisa kita lakukan adalah berdamai. Berdamai dengan sisi gelap yang tak bisa kita kuasai”
Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa
“Banyak hal dengan mudah terlupakan, seperti kita sama sekali lupa kenapa kita tidak bisa mengingatnya lagi. Sesuatu bisa begitu saja hilang dari ingatan, seperti arwah, seperti mimpi. Kita cuma bisa merasakan jejaknya pada diri kita tanpa bisa mengenalinya lagi. Kita tinggal benci, kita tinggal marah, tinggal takut, tinggal cinta. Kita tak tahu kenapa.”
Ayu Utami, Saman
“Dunia ini penuh dengan orang jahat yang tidak dihukum. Mereka berkeliaran. Sebagian karena tidak tertangkap, sebagian lagi memang dilindungi, tak tersentuh hukum, atau aparat.”
Ayu Utami, Saman
“Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, apakah kamu percaya bahwa itu tidak bermakna?”
Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa
“Tapi mencari suami memang seperti melihat toko perabot untuk setelan meja makan yang pas buat ruangan dan keuangan. Kita datang dengan sejumlah syarat geometri dan bujet. Sedangkan kekasih muncul seperti sebuah lukisan yang tiba-tiba membuat kita jatuh hati. Kita ingin mendapatkannya, dan mengubah seluruh desain kamar agar turut padanya. Laila selalu jatuh cinta pada lukisan, bukan meja makan.”
Ayu Utami, Saman
“Tak pernah ada yang salah dengan cinta. Ia mengisi sesuatu yang tidak kosong. Tapi yang terjadi di sini adalah asmara, yang mengosongkan sesuatu yang semula ceper. Dengan rindu. Belum tentu nafsu.”
Ayu Utami, Saman
“Adakah keindahan perlu dinamai?”
Ayu Utami, Saman
“Segala hal memiliki lawannya. Bukan musuh. Melainkan pasangan yang berkebalikan ... Dia yang tidak melihat bayang-bayangnya sendiri, dia tidak akan mendapatkan pembebasan.”
Ayu Utami, Lalita
“Ada di dunia ini yang merupakan teka-teki, ada yang merupakan misteri. Dan beda keduanya adalah ini: teka-teki adalah rahasia yang jawabannya tetap dan pasti. Tetapi misteri adalah rahasia yang jawabannya tak pernah kita tahu adakah ia tetap dan pasti. Sesuatu samar-samar menampakkan diri, tapi kita tak akan pernah bisa memegangnya. Misteri menjelmakan suasana kepedihan dan harapan. Dan suasana itu, anehnya, indah.”
Ayu Utami, Bilangan Fu
“Mereka tak punya kemampuan menghapus cinta dan birahi. Mereka hanya bisa mencoba berdamai dengan perasaan itu dalam diri masing-masing”
Ayu Utami
“Dalam hati kecilku aku tahu bahwa manusia tidak pantas diterapkan dalam skala nilai. Manusia tidak akan bahagia dibegitukan. Skala penilaian akan menghasilkan manusia super dan manusia pecundang.”
Ayu Utami, Pengakuan: Eks Parasit Lajang
“sebab, hanya jika kita menemukan maka kita tahu sesuatu itu ada. Tapi jika kita tidak menemukan, kita tak bisa mengatakan bahwa sesuatu adalah tidak ada.
.118.”
Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa
“Dan Timur dan Barat pastilah konsep yang amat ganjil, sebab kita berbicara tentang kesopanan sambil telanjang.”
Ayu Utami, Saman
“Tapi semua itu saya kira hanya bisa kita pakai untuk mengenali cintakasih. Jika kita menggunakannya sebagai pedoman, maka yang terjadi adalah sebuah hukum baru yang datang dari luar tubuh manusia, yang tidak dialami melainkan diterapkan. Kesucian, bahkan kesederhanaan, yang dipaksakan sering kali malah menghasilkan inkuisitor yang menindas dan meninggalkan sejarah hitam. Karena itu saya percaya bahwa Tuhan tidak bekerja dengan memberi kita loh batu berisi ide-ide tentang dirinya dan manusia. Tuhan bekerja dengan memberi kita kapasitas untuk mencintai, dan itu menjadi tenaga yang kreatif dari dalam diri kita.”
Ayu Utami, Saman
“Jika sebush hubungan telah dalam, terkadang manusia menjadi peka untuk merasakan perubahan hati pasangannya, sekalipun berada di tempat jauh (48)”
Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa
“... Segala yang rupa ini membantu kita mencapai yang tanpa rupa.”
Ayu Utami, Lalita
“Namun, kasih adalah suatu pengalaman yang tidak bisa diringkus dalam kata-kata. Ia tidak tercakup dalam penjelasan apapun. Juga penjelasan saya. Bahkan Paulus hanya berhasil menutur ciri-cirinya. Tapi semua itu saya kira hanya bisa kita pakai untuk mengenal cintakasih. Jika kita menggunakannya sebagai pedoman, maka yang terjadi adalah sebuah hukum baru yang datang dari luar tubuh manusia, yang tidak dialami melainkan diterapkan. Kesucian, bahkan kesederhanaan, yang dipaksakan seringkali malah menghasilkan inkuisitor yang menindas dan meninggalkan sejarah hitam. Karena itu saya percaya bahwa Tuhan tidak bekerja dengan memberi kita loh batu berisi ide-ide tentang dirinya dan manusia. Tuhan bekerja dengan memberi kita kapasitas untuk mencintai, dan itu menjadi tenaga yang kreatif dari dalam diri kita.”
Ayu Utami, Saman
“Orang Jawa sekarang sudah menjadi orang Indonesia yang kering!" - Jacques Cherer”
Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa
“Waktu adalah hal yang aneh sekali. Bagaimana dia bisa memisahkan kita dari kita di masa lalu?”
Ayu Utami, Saman
“Mungkin kita tidak punya kemampuan untuk mengampuni. Yang bisa kita lakukan adalah berdamai dengan sisi lain manusia yang tak kita mengerti. Setidaknya itu membuat kita tidak mengutuk atau membalas dia.”
Ayu Utami, Lalita
“Tapi, apakah hilang itu? Ada yang lebih mengerikan pada kehilangan bahkan dibanding kematian. Kehilangan adalah kekosongan tanpa dasar. Kekosongan tanpa kepastian apapun. Kau tak punya pegangan. Dan harapan menganiaya dirimu. Kau menduga-duga.”
Ayu Utami, Maya
“Duhai. Ternyata, pada setiap mata ada kejernihan. Di sana kau bisa melihat jiwa. Jiwa yang mulia. Tak bisa melihatkah kau? Itu lantaran manusia tersandung pada segala yang membingkai mata. Orang sibuk melihat apa yang di seputar mata, dan tak bisa mencapai yang utama.”
Ayu Utami, Maya
“Orang menyebutnya ILHAM. Tapi bisa saja itu datang dari suatu proses, setelah kita membiarkan diri mengalami yang lain”
Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa
“Banyak orang jahat di dunia ini, tapi juga selalu banyak orang baik yang memperhatikan aku di sekelilingku.”
Ayu Utami, Saman
“Adakah waktu yang tepat bagi kejujuran?”
Ayu Utami, Maya
“Kadang sesuatu hadir begitu sederhana, sehingga kita enggan mengakuinya.”
Ayu Utami, Simple Miracles: Doa dan Arwah
“Orang lebih suka bicara daripada mendengarkan."
"Iya. Meskipun itu artinya orang suka memberi daripada menerima.. khusus dalam hal kata-kata. Hehe. Itu juga berarti orang lebih suka menerima daripada memberi... dalam hal perhatian.”
Ayu Utami, Maya

« previous 1 3
All Quotes | Add A Quote
Bilangan Fu Bilangan Fu
3,050 ratings
Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita Si Parasit Lajang
2,083 ratings
Manjali dan Cakrabirawa Manjali dan Cakrabirawa
1,485 ratings
Cerita Cinta Enrico Cerita Cinta Enrico
1,264 ratings