Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Dwitasari.
Showing 1-9 of 9
“Apa yang lebih sakit daripada ditinggalkan seseorang yang paling kau sayangi? Tentu saja ada. Ada yang lebih sakit daripada itu. Mencintai seseorang yang begitu dekat, tapi cinta yang selalu bertumbuh itu tak pernah menyentuh dan menjamah.”
― Jatuh Cinta Diam-Diam
― Jatuh Cinta Diam-Diam
“Pertanyaan "Kapan pulang?" sebenarnya adalah isyarat kekhawatiran yang tersimpan di sudut hati seseorang. "Kapan pulang?" adalah pertanyaan sederhana untuk mengetahui kapan sebuah pertemuan akan mengakhiri jurang perpisahan. "Kapan pulang?" merupakan kepastian, bahwa perpisahan yang terjadi hanyalah sementara, bukan berlama-lama ataupun berabad-abad. -Mama kepada Bianca-”
― Raksasa dari Jogja
― Raksasa dari Jogja
“Jatuh cinta diam-diam. Saling merasakan, tapi belum ada yang mau mengungkapkan. Meski keduanya saling tahu bahwa bagi satu sama yang lain, keduanya bukan sekedar teman.
Tak ada ucapan dan panggilan sayang. Mereka hanya bertahan pada tindakan nyata.”
― Jatuh Cinta Diam-Diam
Tak ada ucapan dan panggilan sayang. Mereka hanya bertahan pada tindakan nyata.”
― Jatuh Cinta Diam-Diam
“Perpisahan yang sebenarnya adalah ketika seseorang tidak pernah saling ingat lagi.”
― Raksasa dari Jogja
― Raksasa dari Jogja
“It's okay, yang pertama selalu full of shit, kok. Itulah makanya lebih baik kita menikah dengan cinta terakhir daripada cinta pertama.”
― Jatuh Cinta Diam-Diam
― Jatuh Cinta Diam-Diam
“Pernah gak kamu lelah bermimpi?" | "Pernah. Mungkin bukan lelah bermimpi, hanya kelelahan memperjuangkan mimpi agar segera jadi nyata.”
― Jatuh Cinta Diam-Diam
― Jatuh Cinta Diam-Diam
“Perasaan ini harusnya tak perlu ada. Tapi kamu tiba tiba datang, dengan laku dan kata, seolah kamu tidak sedang menyakiti siapa siapa. Seolah kamu yakin tidak akan pernah membuatku terluka.”
―
―
“Jika semua arah terlihat salah, mungkin akan lebih baik kalau kita nggak sekadar berjalan ke depa, tapi juga melihat ke atas. Melihat ke arah Dia yang selalu sibuk mengawasi kita.”
― Jatuh Cinta Diam-Diam
― Jatuh Cinta Diam-Diam
“Kamu hanya perlu memercayai kata hatimu, kadang yang terlihat belum tentu yang sesungguhnya terjadi.”
― Jatuh Cinta Diam-Diam
― Jatuh Cinta Diam-Diam





