,
Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Budi Darma.

Budi Darma Budi Darma > Quotes

 

 (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)
Showing 1-30 of 39
“Begitu seorang pengarang mati, tugasnya sebagai pengarang tidak dapat diambil alih orang lain. Sebaliknya, kalau dekan, camat, atau mantri polisi mati, dalam waktu singkat akan ada orang yang dapat dan mampu menggantikannya.”
Budi Darma, Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang
“Yang dulu ada, sekarang tidak ada. Dan yang sekarang ada, kelak tidak ada. Yang sekarang belum ada, kelak akan ada.”
Budi Darma, Ny. Talis: Kisah Mengenai Madras
“Dengan suara tidak sembarangan dia berkata, bahwa setiap orang yang malang harus ditolong.”
Budi Darma, Rafilus
“Memang kadang-kadang saya merasa tidak ada gunanya menantang arus umum karena toh saya bukan apa-apa. Mungkin andaikata saya berkuasa atau berwibawa besar, kata-kata saya dapat membawa pengaruh”
Budi Darma, Orang-Orang Bloomington
“Seluruh hidup saya adalah serangkaian proses memikir.”
Budi Darma, Olenka
“Setiap pengalaman hanya menambah nafsu untuk menambah pengalaman lain.”
Budi Darma, Olenka
“Saya sering memusuhi diri saya sendiri, dan apabila permusuhan ini terjadi, saya berusaha untuk melesat keluar dari diri saya sendiri. Dalam keadaan demikian saya ingin memperlakukan diri saya sendiri sebagai objek pengamatan diri saya sendiri.”
Budi Darma, Olenka
“Ketergantungannya bukannya sebagai anak terhadap ayah atau binatang terhadap pawang, tetapi anak buta terhadap tongkatnya.”
Budi Darma, Olenka
“... Atas nama moral yang seharusnya dijunjung tinggi oleh orang-orang beradab, dengan ini saya mengutuk perbuatan Harrison jahanam, atas izin yang diberikan kepada Kenneth secara gampangan, untuk membawa anaknya pelesiran sebelum mereka resmi bertunangan.”
Budi Darma, Orang-Orang Bloomington
“Saya senang masih bisa bermimpi. Kalau saya tidak dapat bermimpi, artinya hidup saya sudah sama sekali kering.”
Budi Darma, Olenka
“Stasiun bus mirip benar dengan dunia saya sehari-hari, berjalan ke sana ke sini, iseng, tanpa tujuan. Di luar sana, di dunia saya sehari-hari, saya juga demikian, terus mengalir, entah ke mana, entah dengan tujuan apa.”
Budi Darma, Olenka
“Perjalanan saya seperti gerak mobil di jalan raya, ada lampu merah saya berhenti, ada lampu hijau saya berjalan, dan pada waktu mendekati penyeberangan saya mengurangi kecepatan.”
Budi Darma, Olenka
“Hanya setelah saya melibatkan emosi dalam hubungan saya dengan Olenka, saya mulai menyadari adanya keinginan untuk menyambung keturunan, menengok kembali masa anak-anak saya, dan melihat kekosongan masa lalu saya.”
Budi Darma, Olenka
“Saya mengharapkan gerimis mempercepat kelam, supaya saya tenggelam dalam kegelapan.”
Budi Darma, Olenka
“Manusia sudah berusaha untuk mengatur segala sesuatu dengan baik, sementara apa yang akan terjadi sepenuhnya terserah kepada Tuhan Seru Sekalian Alam.”
budi darma, Rafilus
“Saya merasa bahwa saya hanyalah sebuah gejala. Tanpa yang lain saya tidak mempunyai arti, tidak mempunyai fungsi, dan tidak ada.”
Budi Darma, Olenka
“Saya tidak pernah merasakan perlunya bertanggung jawab. Sekali saya mempunyai istri dan anak nanti, saya akan sadar bahwa tindakan saya selalu membawa pengaruh terhadap mereka dan inilah yang akan menggembleng saya untuk tidak menuruti hawa nafsu sendiri.”
Budi Darma, Olenka
“Saya tahu apa yang saya inginkan. Saya ingin capai, untuk kemudian menjadi kuat.”
Budi Darma, Olenka
“Tapi takdir pun, selama takdir itu berjalan sesuai dengan hukum alam, pasti dapat ditelusur. Ex nihilo nihil fit. Tidak ada sesuatu yang berasal dari sesuatu yang tidak ada. Kalau ada ini pasti ada itu, kalau ada itu pasti ada ini.”
Budi Darma, Ny. Talis: Kisah Mengenai Madras
“Akan tetapi, akhirnya saya harus menemukan. Tidak mungkin keadaan menjadikan saya objek kebetulan untuk selamanya. Pada suatu hari nanti, pasti keadaan akan memberi kelonggaran kepada saya untuk menjadi subjek.”
Budi Darma, Olenka
“Dalam kebodohan saya dan dalam tindakan-tindakan saya yang tidak menentu, saya masih dapat menikmati segala sesuatu.”
Budi Darma, Olenka
“Entah mengapa, saya merasa yang saya lakukan masih kurang. Saya ingin pasrah dan menyerahkan diri, tetapi saya merasa ada sesuatu dalam diri saya yang belum siap untuk saya ajak. Rasanya berlutut dan menengadah belum cukup. Terdorong oleh keinginan untuk menunjukkan kekecilan saya, untuk pasrah dan menyerahkan diri, setelah berlutut saya membongkok dan menempelkan kening saya di rerumputan. Ada perasaan segar menyelinap di lubuk hati saya. Meskipun demikian ada juga perasaan serbasalah. Ada sesuatu yang rasanya kurang mengena. Bagaikan mengemudikan mobil, saya tidak dapat memadukan kerja sama antara gas dan kopling pada waktu memindah persneling. Dengan demikian, ada juga perasaan menyendal-nyendal dalam lubuk hati saya. Andaikata mobil saya terus begini, salah-salah gigi-gigi mesin saya bisa rompal dan rontok.”
Budi Darma, Olenka
“Di antara kebobrokan-kebobrokan saya, saya masih mempunyai ciri-ciri yang cemerlang. Saya selalu mempunyai harapan, selalu mempunyai hari esok, kendati pun hari esok saya tidak lain dan tidak bukan adalah luntang-lantung juga.”
Budi Darma, Olenka
“Saya masih sempat luntang-lantung, yang tidak lain dan tidak bukan merupakan perlawanan saya terhadap keadaan, saya tidak dapat diikat oleh apapun karena keadaan tidak mempunyai kekuasaan penuh untuk menundukkan saya.”
Budi Darma, Olenka
“Saya bukannya hanya menyerobot Olenka dari Wayne, tetapi juga meneropong tubuh Wayne sebagai bahan tertawaan. Saya mencapai kepuasan dalam kedua kejahatan ini. Karena sikap saya demikian, adalah tidak mustahil apabila Olenka juga memperlakukan saya seperti memperlakukan Wayne di hadapan saya. Adalah dapat diterima akal, apabila Wayne juga mempunyai hak untuk meneropong tubuh saya dan menjadikan tubuh saya sebagai bahan ejekan.”
Budi Darma, Olenka
“Tiba-tiba sekarang saya merasa, atau menyadari, atau mengakui, bahwa hati nurani tidak cukup. Ada sesuatu yang lebih tinggi, agung, dan murni. Saya tidak tahu di mana letaknya yang saya cari. Akan tetapi, lebih mudah bagi saya mencarinya dengan jalan berlutut dan menengadah. Inilah gerak refleks saya dalam menyerahkan diri, memohon pengampunan, dan memohon pertolongan. Saya merasa kecil, tidak berarti, dan tidak berdaya.”
Budi Darma, Olenka
“Di satu pihak saya ingin menyempurnakan hasil kerja saya, dan di lain pihak saya ingin menggarap soal lain yang memang tidak dapat saya elakkan. Misalnya saja, dapatkah saya mengabaikan kuliah-kuliah saya untuk mencapai gelar sarjana, sementara saya menyempurnakan skripsi sarjana muda saya supaya skripsi ini dapat saya terbitkan sebagai buku? Saya harus memilih. Dan, pilihan yang gampang adalah: apa adanya, asal selesai. (Charles Lebourne)”
Budi Darma, Orang-Orang Bloomington
“Mirip benar masa anak-anak saya dengan lalu lintas di jalan raya; semua diikat oleh kaidah formal, serba teratur, dan tanpa ikatan emosi.”
Budi Darma, Olenka
“Saya menyadari kekurangan saya, entah apa namanya. Dan untuk menutup apa yang tidak saya ketahui, saya hidup seenaknya.”
Budi Darma, Olenka
“Siapapun tidak dapat menilai sesuatu tanpa terlibat dan mengalami sendiri.”
Budi Darma, Olenka

« previous 1
All Quotes | Add A Quote
Olenka Olenka
1,180 ratings
Rafilus Rafilus
289 ratings
Solilokui: Kumpulan Esei Sastra Solilokui
188 ratings