,
Ida Fitri

Ida Fitri’s Followers (15)

member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
Gilang ...
863 books | 97 friends

Teguh
1,127 books | 683 friends

Seno Gu...
174 books | 113 friends

Jenny M...
2,752 books | 473 friends

Sejutaluka
259 books | 79 friends

Ratnani...
552 books | 666 friends

Artie A...
62 books | 554 friends

Fathi B...
77 books | 228 friends

More friends…

Ida Fitri

Goodreads Author


Member Since
February 2015


Average rating: 3.98 · 392 ratings · 99 reviews · 12 distinct worksSimilar authors
Paya Nie

really liked it 4.00 avg rating — 164 ratings — published 2024 — 2 editions
Rate this book
Clear rating
Berita Kehilangan

by
4.25 avg rating — 118 ratings — published 2021
Rate this book
Clear rating
Neraka yang Turun ke Kebun ...

3.55 avg rating — 73 ratings
Rate this book
Clear rating
Cemong: Kumpulan Cerpen

3.92 avg rating — 12 ratings — published 2017
Rate this book
Clear rating
Subuh yang Paling Sunyi

by
3.71 avg rating — 7 ratings — published 2015
Rate this book
Clear rating
Melukis Ka'bah

by
4.20 avg rating — 5 ratings — published 2014
Rate this book
Clear rating
Jarak Cinta

by
3.80 avg rating — 5 ratings — published 2015
Rate this book
Clear rating
Lelaki Pelangi

4.50 avg rating — 2 ratings — published 2015 — 2 editions
Rate this book
Clear rating
Air Mata Shakespeare

liked it 3.00 avg rating — 1 rating
Rate this book
Clear rating
Air Mata Shakespeare

0.00 avg rating — 0 ratings
Rate this book
Clear rating
More books by Ida Fitri…
Cinta Semanis Rac...
Rate this book
Clear rating

 
Psikologi Perkemb...
Rate this book
Clear rating

 
Khotbah Hari Minggu
Ida Fitri is currently reading
by Saut Situmorang (Goodreads Author)
bookshelves: currently-reading
Rate this book
Clear rating

 

Ida’s Recent Updates

Ida Fitri and 5 other people liked Ms.TDA's review of Paya Nie:
Paya Nie by Ida Fitri
"Kisah 4 perempuan yang terjebak diantara konflik gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan TNI dibawah perintah Ibu Presiden yg merupakan putri dari seorang Bapak Presiden negara induk, memberikan aku banyak gambaran di PAYA NIE, sebuah rawa. Ya! " Read more of this review »
Ida Fitri and 7 other people liked Faiz • فائز's review of Paya Nie:
Paya Nie by Ida Fitri
"Menurut carian saya di Internet, Paya Nie terletak di Bireuen, Aceh, Indonesia. Dalam novel ini, ia menjadi medan pertempuran antara orang GAM (Gerakan Aceh Merdeka; sebuah gerakan Aceh dari tahun 1976 hingga 2005 (selepas Aceh dilanda tsunami yang d" Read more of this review »
Ida Fitri and 1 other person liked Kezia Nadira's review of Paya Nie:
Paya Nie by Ida Fitri
"" ...perempuan seperti tidak punya ruang untuk memiliki rasa takut. Itu harus dilakukan untuk melindungi keselamatan para suami, ayah anak-anak mereka. "

Saya selalu menyukai fiksi sejarah, dan akan selalu membeli buku fiksi sejarah manapun yang hi" Read more of this review »
Ida Fitri and 1 other person liked Salrizk's review of Paya Nie:
Paya Nie by Ida Fitri
"Ketika terjadi "pemberontakan" di sebuah daerah, sebenarnya siapa yang paling terdampak?
Pihak pemerintah?
Pemberontak?
atau... warga desa yang tidak ada kaitannya sama sekali?
Ini menjadi amat menyesakan ketika ternyata hal ini benar-benar terjadi dan" Read more of this review »
Ida Fitri wants to read
Rahasia Salinem by Brilliant Yotenaga
Rate this book
Clear rating
Ida Fitri wants to read
Hikayat Kadiroen by Semaoen
Rate this book
Clear rating
Ida Fitri rated a book really liked it
Madilog by Tan Malaka
Rate this book
Clear rating
Ida Fitri rated a book really liked it
The Vegetarian by Han Kang
Rate this book
Clear rating
Ida Fitri rated a book really liked it
Revolusi di Titik Nol by Silvia Federici
Rate this book
Clear rating
More of Ida's books…
Helvy Tiana Rosa
“Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi”
Helvy Tiana Rosa

Pramoedya Ananta Toer
“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ?
Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin,
akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”
Pramoedya Ananta Toer

Seno Gumira Ajidarma
“Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.”
Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara

No comments have been added yet.