,
Discover new books on Goodreads
See if your friends have read any of Armijn Pane's books
Armijn Pane

Armijn Pane’s Followers (29)

member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo

Armijn Pane


Born
in Muara Sipongi, Sumatera Utara, Indonesia
August 18, 1908

Died
February 16, 1970

Genre


Armijn Pane adalah seorang Sastrawan Indonesia. Pada tahun 1933 bersama Sutan Takdir Alisjahbana dan Amir Hamzah mendirikan majalah Pujangga Baru yang mampu mengumpulkan penulis-penulis dan pendukung lainnya dari seluruh penjuru Hindia Belanda untuk memulai sebuah pergerakan modernisme sastra. Salah satu karya sastranya yang paling terkenal ialah novel Belenggu.

Tahun 1969 Armijn Pane menerima Anugerah Seni dari pemerintah Republik Indonesia karena karya dan jasanya dalam bidang sastra. Pada bulan Februari 1970, beberapa bulan setelah menerima penghargaan tersebut, ia meninggal.
...more

Average rating: 3.92 · 2,393 ratings · 236 reviews · 8 distinct works • Similar authors
Habis Gelap Terbitlah Terang

4.10 avg rating — 1,638 ratings — 67 editions
Rate this book
Clear rating
Belenggu

3.64 avg rating — 949 ratings — published 1940 — 7 editions
Rate this book
Clear rating
Kisah Antara Manusia

3.93 avg rating — 46 ratings — published 1953
Rate this book
Clear rating
Gamelan Djiwa

3.75 avg rating — 28 ratings — published 1960
Rate this book
Clear rating
Djalan Sedjarah Dunia

4.20 avg rating — 15 ratings — published 1951
Rate this book
Clear rating
Mentjari Sendi Baru Tata Ba...

0.00 avg rating — 0 ratings
Rate this book
Clear rating
In Fesseln: Roman

by
0.00 avg rating — 0 ratings — 2 editions
Rate this book
Clear rating
The production of playfilms...

0.00 avg rating — 0 ratings
Rate this book
Clear rating
More books by Armijn Pane…
Quotes by Armijn Pane  (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)

“Kalau hendak membuat api, dengan dua potong kayu, janganlah diperpukulkan, karena maksudmu tidak akan kesampaian. Jangan potong-potong, tapi pergosok-gosokkan dengan perlahan-lahan… Jangan dengan angkara murka, hendaklah dengan sabar juga. Sabar, bukan tanda kalah, melainkan tanda seimbang, tanda sama tengah yang sejati, pangkal mula kehidupan yang benar.”
― Armijn Pane, Belenggu

“Engkau tiada tahu, siapa aku, Tono, siapa aku dahulu."
"Apa perlunya aku tahu siapa engkau dahulu?"
Dia terhenti. Benarkah katanya itu? Benarkah tiada suka mengetahui siapa dia dahulu?
"Tono, engkau bimbang. Zaman dahulu hendak kau ketahui juga. Tono, tidak semua zaman dahulu merusuhkan hati, tidak semua tiada baik diingat, tapi ada jua yang seolah-olah bintang pagi bersinar-sinar dalam hati.”
― Armijn Pane, Belenggu

“Kamu anak-anak muda zaman sekarang tidak mengenal sabar. Hendak buru-buru saja. Hendak dynamisch, katamu. Manakah bedanya dynamisch dan statisch? Statisch ialah dynamisch yang sebenar-benarnya, yang sejati. Intellect katamu, itulah yang paling tinggi, kamu lupa, banyak perkara yang tiada dapat dipahamkan dengan intellect, dapatnya dengan intuitie semata-mata. Ilmu, wetenschap, logica, kamu sembah-sembah, kamu pandang tinggi dan semangat. Apakah ilmu yang kamu pelajari, ilmu kedokteran itu, tidak menghubungkan rahasia alam manusia, sebagai pangkal ilmu pengobatan. Kamu hendak memakai barang apa yang terlihat oleh mata, lainnya kamu pandang bohong belaka, yang hanya dapat dipandang oleh semangat, kamu hinakan.”
― Armijn Pane, Belenggu