Trinity's Blog
May 7, 2026
Trip ke Maroko bareng Trinity!
Meski sudah pernah ke 111 negara, saya belum pernah ke Maroko–negara di Afrika Utara! Padahal free visa untuk paspor WNI dengan alam dan budaya yang terkenal cakep! Alasannya? Saya ogah traveling ke Maroko sendiri!
Kenapa Saya Pengen ke Maroko?
Di Maroko bisa melihat kota tua yang chaotic, pegunungan, gurun pasir, pasar tradisional penuh rempah-rempah, sampai kota berwarna biru, dan konon, cowoknya ganteng. Eh. Yang paling bikin saya penasaran tentu saja Gurun Sahara, biar bisa membayangkan lagunya Anggun. Belum lagi kota biru Chefchaouen yang sering banget wara-wiri di media sosial. Saya benar-benar penasaran apakah aslinya memang secantik itu atau cuma angle kameranya saja yang bagus. Hehe!

Tapi Justru Karena Itulah Saya Nggak Mau ke Maroko Sendiri!
Semakin saya riset, semakin saya sadar kalau Maroko bukan negara yang paling gampang untuk solo traveling. Jarak antar kotanya jauh-jauh. Dari Fes ke Gurun Sahara saja bisa seharian di jalan. Belum lagi harus memikirkan transportasi, pindah hotel, geret koper, tawar-menawar, sampai scam turis yang cukup sering diceritakan traveler lain.
Bagi saya pribadi merasa akan jauh lebih nyaman kalau pertama kali ke Maroko bersama travel agent profesional yang sudah paham medan dengan guide lokal. Harga pun jauh lebih murah kalau berombongan dengan waktu yang lebih efektif. Karena itulah trip ini akhirnya terbentuk dengan kolaborasi trip ke Maroko bersama Whatravel!
Kapan Kita ke Maroko?
9-16 September 2026 (8 hari/7 malam).
Kita Akan ke Mana Saja?
Itinerary-nya dibuat cukup lengkap karena kita bakal road trip melintasi beberapa wilayah paling ikonik di Maroko.
Hari 1: Jakarta-Casablanca
Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Casablanca menggunakan Emirates transit Dubai. Begitu tiba di Casablanca, kita langsung city tour mengunjungi Hassan II Mosque yang terkenal berdiri megah di tepi laut. Kita juga akan melewati Mohammed V Square, United Nations Square, Corniche Ain Diab, dan Royal Palace dari luar sebelum makan malam dan check-in hotel.
Hari 2: Casablanca-Rabat-Chefchaouen
Setelah sarapan di hotel, kita menuju Rabat, ibu kota Maroko. Di sini kita akan mengunjungi Hassan Tower, Mausoleum Mohammed V, dan Royal Palace sebelum melanjutkan perjalanan menuju Chefchaouen. Nah ini salah satu kota yang paling saya tunggu-tunggu. Hampir semua orang yang pernah ke sana bilang kota ini memang magical. Sore hari kita akan jalan santai menikmati lorong-lorong biru, medina, Plaza Uta el-Hammam, dan area Ras El Ma sebelum makan malam dan beristirahat.
Hari 3: Chefchaouen-Fez
Pagi hari setelah sarapan, kita melanjutkan perjalanan menuju Fes, salah satu kota tertua dan paling bersejarah di Maroko. Kita akan mengunjungi Bou Inania Madrasa, Attarine Madrasa, Mausoleum Moulay Idriss, dan melihat University of al-Qarawiyyin dari luar yang dikenal sebagai universitas tertua di dunia. Malam harinya kita makan malam dan beristirahat sebelum perjalanan panjang menuju Sahara keesokan harinya.
Hari 4: Fez-Ifrane-Midelt-Erfoud-Merzouga
Ini mungkin akan jadi hari perjalanan paling panjang sekaligus paling epik selama trip! Kita mulai masuk area Pegunungan Atlas menuju Ifrane yang dijuluki “Swiss-nya Maroko”. Kita juga akan berhenti di cedar forest sebelum melanjutkan perjalanan melewati Midelt dan Erfoud. Dan akhirnya… Gurun Sahara. Salah satu alasan saya mau ke Maroko! Kita akan berganti kendaraan 4WD menuju area gurun Merzouga dan menikmati sunset di tengah lautan pasir. Malam harinya kita makan malam dan menginap di area desert camp.
Hari 5: Sahara-Todra Gorge-Ouarzazate
Pagi-pagi sekali kita bangun untuk naik unta menikmati sunrise di Gurun Sahara. Saya rasa ini bakal jadi salah satu momen paling memorable sepanjang perjalanan. Setelah sarapan, perjalanan dilanjutkan menuju Todra Gorge yang terkenal dengan tebing-tebing batu raksasanya. Setelah itu kita menuju Ouarzazate dan mengunjungi Aït Ben Haddou yang menjadi lokasi syuting Gladiator, Game of Thrones, The Mummy, dan Prince of Persia. Malam harinya kita makan malam dan beristirahat di hotel.

Hari 6: Ouarzazate-Pegunungan Atlas-Marrakech
Hari ini kita menuju Marrakech melewati Pegunungan Atlas dan jalur Tizi n’Tichka Pass yang terkenal dengan pemandangannya. Kita akan sampai juga di Marrakech, kota paling vibrant di Maroko. Kita akan mengunjungi Koutoubia Mosque, Bahia Palace, dan Jemaa el-Fnaa yang terkenal chaotic tapi seru banget saat malam hari. Malam harinya kita makan malam bersama sebelum kembali ke hotel.
Hari 7: Free Time di Marrakech
Saya sengaja meminta itinerary direvisi supaya ada satu hari santai di Marrakech. Hari ini bebas. Mau shopping di Souk, nongkrong di café, hammam, spa, foto-foto di medina, atau sekadar menikmati suasana kota, silakan. Malam harinya kita menikmati makan malam terakhir bersama sebelum pulang ke Indonesia keesokan harinya.
Hari 8: Marrakech-Casablanca-Jakarta
Setelah sarapan dan check-out hotel, kita menuju bandara di Casablanca untuk penerbangan kembali ke Jakarta via Dubai. Saya yakin perjalanan ini bakal penuh cerita!

Harga Trip Maroko Bareng Trinity
Rp44.900.000/pax all in!
Sudah termasuk tiket pesawat CGK-CMN-CGK naik Emirates, hotel bintang tiga (sekamar berdua), transportasi privat, guide lokal, makan sesuai itinerary, entrance fee sesuai itinerary, mobil 4WD Erfoud-Merzouga, camel ride di Sahara, minum 2 botol/hari/pax, tips untuk guide dan driver, serta travel insurance. Bener-bener tinggal duduk manis dan bawa duit buat jajan doang!
DP cuman Rp3 juta, sisanya bisa dicicil!
Langsung aja kontak ALANA 0877-7230-0344 untuk detail dan pendaftaran.
Buruan ya, karena ini grup kecil biar intimate, jadi tempat terbatas. Cus!
*nyanyi Snow on the Sahara-nya Anggun*
February 27, 2026
Cara Booking Hotel Lebih Hemat Tanpa Ribet
Merencanakan perjalanan itu kadang lebih ribet daripada perjalanan itu sendiri. Setuju nggak? Mulai dari cari tiket pesawat, booking hotel, cari transportasi ke berbagai destinasi, sampai bikin itinerary—semuanya harus disesuaikan dengan bujet.
Di antara semua persiapan itu, paling memakan waktu adalah booking hotel—padahal dari sinilah kita bisa paling banyak menghemat bujet perjalanan. Mencari hotel yang cocok di tempat yang belum pernah kita kunjungi itu rasanya seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Salah pilih hotel bukan cuma soal kamar kurang nyaman, tapi juga bisa bikin pengeluaran membengkak tanpa sadar. Tapi tenang, ini cara saya supaya booking hotel jadi lebih hemat tanpa ribet.
Resor bintang lima di Nusa Dua, Bali.1. Cek Lokasi Hotel
Setelah tahu kota tujuan, tentukan dulu destinasi yang ingin dikunjungi. Dari situ, baru pilih hotel di area sekitarnya. Perhatikan juga apakah hotel tersebut dekat stasiun, halte, restoran, atau minimarket. Jangan sampai tergiur oleh harga hotel murah, tapi lokasinya jauh sehingga harus keluar biaya transportasi tambahan ke mana-mana. Ujung-ujungnya malah jadi lebih mahal.
2. Baca Review Terbaru
Selain melihat rating, baca juga review terbaru. Perhatikan kapan review dibuat. Kalau review terakhir sudah bertahun-tahun lalu, bisa jadi hotel kurang terawat atau bahkan sudah berubah kondisinya. Kalau saya malah suka baca review negatif dulu. Dari situ kita bisa tahu apakah kekurangan hotelnya masih bisa ditoleransi atau tidak. Kayak cari pasangan—apakah kamu bisa menerima kekurangannya? Hehe!
3. Lihat Video Hotel
Sebagian besar hotel menampilkan foto resmi dari fotografer profesional yang kadang terlihat terlalu “sempurna”. Karena itu, saya lebih suka melihat video hotelnya, apalagi kalau dibuat oleh tamu. Dari video, kita bisa membayangkan ukuran kamar, pencahayaan, suasana, dan fasilitas dengan lebih realistis.
Kalau sudah tahu hotelnya, langkah paling penting berikutnya adalah membandingkan harganya. Justru di tahap ini biasanya saya bisa menghemat cukup banyak. Untuk kamar dan tanggal yang sama, selisih harga antarplatform bisa ratusan ribu rupiah—terutama di destinasi populer di Asia Tenggara. Makanya saya hampir tidak pernah langsung booking di satu OTA (Online Travel Agent) tanpa cek perbandingan dulu.
Dulu saya harus buka banyak tab dan membandingkan satu per satu. Lumayan makan waktu. Sekarang saya cukup cek di satu portal yang sering kali menampilkan harga lebih rendah dibanding OTA lain yang biasa saya pakai—jadi lebih hemat tanpa ribet.
Apakah UOB × Unravel?Saya mulai menggunakan portal ini melalui link: https://uob.unravelapp.com/ Silakan gunakan link ini untuk mengakses portal resminya.
UOB × Unravel adalah portal booking hotel resmi dari UOB (United Overseas Bank), khusus untuk pemegang kartu kredit UOB. Platform ini menampilkan lebih dari 3,5 juta hotel di seluruh dunia dengan harga kompetitif, baik untuk destinasi domestik maupun internasional.
Berbeda dengan OTA biasa, platform ini berbasis video pendek yang mengubah inspirasi dari video menjadi hotel yang bisa langsung dipesan, dengan rekomendasi berbasis AI. Biasanya kita mencari hotel dengan mengetik nama kota lalu menyaring berdasarkan harga. Di Unravel, hotel ditampilkan dalam bentuk video pendek (mirip Reel), jadi kita bisa langsung merasakan vibe tempatnya. Buat saya yang sering booking hotel berdasarkan “feeling”, format ini jauh lebih membantu.
Setelah memilih hotel, ada juga bagian Why we think you’ll love it yang menjelaskan lokasi, fitur terbaik, atau amenities. Kalau butuh informasi tambahan soal lingkungan sekitar atau aktivitas di kota tersebut, kita bisa bertanya langsung ke Aide yang berbasis AI.
Biasanya saya harus membuka banyak tab untuk membandingkan harga hotel terbaik. Sekarang semuanya bisa dilakukan lebih cepat dalam satu portal!
Keuntungan Booking Hotel untuk Pemegang Kartu Kredit UOBBeruntunglah Anda yang memiliki kartu kredit UOB! Baru kali ini saya tahu ada bank yang punya OTA khusus untuk nasabahnya.
Di portal ini terdapat jaminan harga paling rendah (lowest price guarantee) di antara platform booking hotel di Asia Tenggara. Sudah ada diskon hingga 60%; masih ditambah ekstra 20% untuk pengguna kartu kredit UOB. Kalau dihitung-hitung, selisihnya bisa terasa sekali, apalagi untuk hotel bintang empat atau lima. Beberapa hotel luxury bahkan bisa muncul dengan harga yang sangat kompetitif dibandingkan dengan OTA lain.
Perbandingan Harga HotelMasih ragu? Menjelang liburan Lebaran, saya membandingkan harga hotel di beberapa destinasi populer melalui portal UOB × Unravel dengan tiga OTA lain pada tanggal yang sama (pertengahan April 2026).
Yogyakarta: Saya menemukan hotel bintang lima di kawasan Malioboro dengan harga di Unravel nggak sampai Rp 600 ribu!

Setelah dibandingkan dengan tiga OTA lain, harga di Unravel tetap paling rendah. Lumayan banget untuk hotel bintang lima dengan lokasi strategis.

Bali: Resor bintang lima di tepi Pantai Nusa Dua (twin bed, termasuk sarapan):
Unravel: Rp 2.006.428OTA lokal 1: Rp 2.066.999OTA lokal 2: Rp 2.231.257OTA luar: Rp 2.322.540Kalau selisihnya hanya puluhan ribu, mungkin tidak terlalu terasa. Tapi ketika beda bisa ratusan ribu rupiah seperti saya booking di OTA lain November lalu, rasanya menyesal!
Tokyo: Hotel jaringan bintang tiga hanya 1 menit jalan kaki dari stasiun Asakusa, dekat Tokyo SkyTree:
Unravel: Rp 1.287.692OTA lokal 1: Rp 1.343.268OTA lokal 2: Rp 1.375.190OTA luar: Rp 1.527.295Untuk kota seperti Tokyo yang harga hotelnya cenderung tinggi, selisih seperti ini jelas membantu menghemat biaya perjalanan.
Tokyo SkyTree dilihat dari Asakusa.Jakarta: Staycation di hotel bintang lima favorit saya di Jakarta Selatan (2-bedroom apartment untuk 4 orang):
Unravel: Rp 5.629.020OTA lokal1: Rp 6.105.001OTA luar: Rp 6.105.000Selisihnya hampir Rp 500 ribu! Kalau menginap beberapa malam bersama keluarga, tentu penghematannya makin terasa.
Cara Booking Hotel di UOB × UnravelJika Anda pemegang kartu kredit UOB, langkahnya mudah:
Buka portal melalui link ini: https://uob.unravelapp.com/Klik kotak “Find deals”.Ketik nama kota atau hotel.Masukkan tanggal.Masukkan jumlah kamar dan tamu.Klik “Search”.Gunakan tombol “Sort & Filter” jika ingin lebih spesifik.Pilih kamar, isi data tamu, lalu lanjut ke pembayaran.Selesai.
Sekarang setiap kali merencanakan perjalanan, saya selalu cek harga hotel di UOB x Unravel dulu sebelum booking hotel di OTA lain. Kalau Anda pemegang kartu kredit UOB, buka link di atas dan bandingkan dulu harganya sebelum booking di platform lain. Daripada menyesal karena tahu ada harga lebih murah setelah pembayaran, lebih baik cek sekarang deh!
Selamat berlibur!
Disclaimer: Tulisan ini adalah bagian dari kerja sama berbayar dengan Unravel, namun semua opini tetap berdasarkan pengalaman dan penilaian pribadi saya. Pastikan untuk membaca syarat dan ketentuan sebelum melakukan pemesanan.
December 7, 2025
Perjuangan Nonton Konser Oasis Live’25
“You came all the way from Indonesia to Ireland to watch Oasis concert?” komentar orang yang bingung melihat saya cewek tua sendirian ke Irlandia.
“Yes. I’m a big fan!” jawab saya tersenyum. Bangga.
Oasis adalah band rock asal Inggris yang dibentuk pada 1991, seiring dengan dimulainya era Britpop dengan lagu-lagu alternative rock. Sebenarnya saya baru suka lagu mereka setelah album keduanya pada 1995 dengan lagu andalan Morning Glory, Wonderwall, Champagne Supernova, dan Don’t Look Back in Anger. Kala itu dengarnya dari radio dan kaset yang menemani masa come of age dalam hidup saya. Sayangnya, pada 2009 band itu bubar karena konflik antarsaudara Liam dan Noel Gallagher. Meskipun demikian, lagu-lagunya masih saya dengar sampai sekarang, bahkan sering jadi lagu andalan saat karaoke atau nyanyi di panggung reunian.
Setelah 15 tahun bubar, Oasis mengumumkan bahwa mereka bersatu kembali dan mengadakan konser Live’25 di Inggris dan Irlandia! Pada Agustus 2024, saya pun ikutan ticket war, plus titip ke teman-teman yang nge-war juga. Saya sengaja pilih konser di Irlandia karena belum pernah ke negara itu dan (berharap) kemungkinan dapat tiket lebih besar daripada di Inggris. Sialnya, situs eror dan tahu-tahu saja tiket habis! Saya gagal dapat tiket!
Beberapa bulan kemudian, tiba-tiba saja saya dapat kabar dari teman saya Ken di Jepang bahwa dia berhasil membeli 2 tiket Oasis di Dublin hasil dari bidding. Tiket itu langsung saya sambar, meski harganya sangat mahal! Gilanya, tiket itu front standing alias festival yang berdiri di lapangan bawah panggung!
Pengalaman nonton Linkin’ Park di lapangan Ancol pada 2004 membuat saya agak trauma karena berdesakan rusuh sampai saya mau pingsan. Sejak itu, saya hanya berani nonton konser di luar negeri demi keamanan, mulai dari Duran-Duran, Madonna, U2, Cold Play di Singapura, sampai Queen di Italia—itu pun di stadion indoor. Tapi ini Oasis. Di lapangan stadion terbuka! “Tenang, kan bareng gue!” kata Ken.
Plot twist: seminggu sebelum Hari-H, Ken mengabari kalau dia tidak jadi datang karena tidak dapat cuti dari kantornya! Jiaaah, saya bakal sendirian banget nih! Saya langsung mules membayangkan tergencet sendiri di antara ribuan penonton cowok yang rusuh!
Lebih mules lagi mikirin: gimana kalau saya mau pipis saat konser berjam-jam? Kalau duduk di tribun stadion, akses toilet lebih mudah, tinggal belok. Kalau di lapangan? Toilet umum portable adanya di luar stadion! Jalannya bakal susah mengarungi desakan ribuan orang, dan belum tentu bisa balik lagi ke titik yang sama. Sebagai orang tua yang beseran, saya harus punya strategi pipis.
Solusinya: pakai pamper! Saya sampai tanya-tanya ke geng lansia, lalu membeli pamper dewasa merek termahal di supermarket. Ternyata bentuknya kayak celana dalam kertas, dengan lapisan tebal di bagian selangkangan kayak pembalut, tapi bulky. Untuk tes kelayakan, saya sengaja memakainya di rumah sambil kerja di komputer. Dan… brol! Ambrol! Entah pipis saya yang banyak atau posisi yang salah, pamper bocor! Huaaaa!
Hari-H: 16 Agustus 2025, saya bangun siang setelah mendarat di Dublin malamnya. Satu kota penuh orang memakai kaos dan merchandise Oasis membuat saya FOMO ingin beli, tapi pop-up store antreannya mengular! Dari info warlok, saya pun membeli kaos yang tinggal sisa beberapa di record store. Buru-buru saya makan nasi di restoran China demi tenaga dan minim minum demi nggak beser, lalu pulang sebentar untuk ganti baju, dan pakai pamper di dalam celana panjang gombrong biar nggak menonjol.
Stadion Croke Park rame banget!Jam 17.00 saya sudah mengantre di gerbang stadion Croke Park. Tiket berupa QR code acak di aplikasi atas nama Ken akhirnya berhasil di-scan. Saya pipis dulu di toilet portable. Masuk ke lapangan, saya berjibaku memilih spot sekitar 5 meter di depan panggung bagian tengah. Di antara ratusan cowok berdiri, tahu-tahu ada dua cewek yang lagi duduk di lantai (lapangan rumput ditutup lempengan aluminium). Saya langsung duduk di sebelah mereka. Kami ngobrol santai, ternyata satu cewek Jerman yang nonton sendiri dan satu cewek lagi orang Italia yang nonton sama suaminya. Saya merasa aman!
Penonton di front standing mayoritas bapack-bapack bule muda dengan perut sedikit buncit. Gayanya ala 90-an: kaos Oasis, celana pendek cargo, topi bucket, kacamata hitam, sepatu Samba. Gilanya, baru kali ini saya nonton konser di mana para penontonnya minum bir nggak berhenti (kok bisa ya mereka nggak beser?), bebas merokok, bahkan mengisap ganja dan kokain!
Jam 18.00 dimulai dengan band pembuka Cast, band indie rock Inggris. Lalu, surprise, band keduanya adalah Richard Ashcroft dari The Verve! Aaak, band-band era Britpop keluar reunian! Begitu dia nyanyi Bitter Sweet Symphony, bergemuruhlah satu stadion berkapasitas 80.000 orang!
Jam 20.15 masih terang benderang saat summer di Irlandia, tahu-tahu suara cabikan gitar Fuckin’ in the Bushes terdengar menggelegar bersamaan dengan keluarnya visual effect di tiga layar LED superbesar. Masuklah Liam Gallagher, Noel Gallagher, Paul “Bonehead” Arthurs, Gem Archer, Andy Bell, dan drummer baru Joey Waronker. Meski rambut sudah beruban, muka berkerut, badan membesar, dan gaya Liam yang masih songong… mereka tetap keren! Suara mereka pun masih sama kayak di kaset! Kami sudah kayak karaoke bareng sambil lompat-lompat dan joget-joget selama dua jam lebih!
Bisa sedekat ini sama band idola!Ini setlist-nya: Hello, Acquiesce, Morning Glory, Some Might Say, Bring It On Down, Cigarettes & Alcohol (sambil joget Poznan bareng!), Fade Away, Supersonic, Roll With It, Talk Tonight, Half the World Away, Little by Little (yang bikin mewek), D’You Know What I Mean?, Stand by Me, Cast No Shadow, Slide Away, Whatever, Live Forever, Rock ‘n’ Roll Star. Lalu encore: The Masterplan, Don’t Look Back in Anger, Wonderwall, dan dengan manisnya ditutup oleh Champagne Supernova! AAAK…. SUPERPUAS!!! Tonton di sini deh!
Kelar konser, puluhan ribu penonton berjalan ke luar stadion dengan tertib. Ternyata konser Oasis di Dublin ini sangat aman—tidak ada satu orang pun yang menyentuh saya, kecuali pas poznan yang sengaja saling memegang bahu. Saya pun baru sadar, selama itu ternyata saya nggak merasa pengin pipis sama sekali! Yang ada hanya rasa lapar luar biasa karena belum makan malam dan haus karena tidak minum. Tambah sialnya, bus ke pusat kota tidak ada yang beroperasi karena stuck di jalan yang macet. Mau mampir makan di pub, semua full! Terpaksa tengah malam saya pulang berjalan kaki sambil kelaparan selama sejam!
Sampai apartemen, sekujur tubuh saya basah oleh keringat dan bir (yang dilempar-lempar penonton), suara serak, hidung mampet, badan remuk… dan saya pun jatuh sakit! Duh, jiwa boleh Oasis, tapi ternyata badan malah Queen!
Perjalanan dan konser ini atas biaya saya sendiri. Jika Anda menikmati tulisan saya di blog yang sudah berusia 20 tahun ini, bolehlah menyumbang jajan di sini. Terima kasih.
November 26, 2025
Serbu Buku Terbaru: Di Luar Radar!
Setelah hampir dua dekade menulis seri The Naked Traveler, Trinity kembali dengan karya yang lebih reflektif dan personal. Di Luar Radar: Kisah Keberagaman dari Kuburan Jakarta sampai Hutan Amazon menghadirkan kisah nyata dari sisi kehidupan yang sering luput dari perhatian banyak orang.
Trinity menelusuri batas-batas budaya dan keyakinan untuk menyingkap keberagaman manusia dari sisi yang tak terduga—mulai dari ibu-ibu yang nongkrong di kuburan Jakarta, pengalaman mondok di pesantren, seluk-beluk proses kremasi, hingga realitas imigran di negara Barat dan perjuangan misionaris Indonesia di hutan Amazon Bolivia.
Ditulis dengan gaya khas Trinity yang jujur, tajam, dan apa adanya, 22 kisah dalam buku ini menantang prasangka dan mengajak kita melihat perbedaan dengan lebih berempati. Buku ini mungkin tak akan mengubah dunia, tetapi pasti akan mengubah cara Anda memandangnya.
Buku dapat dibeli mulai 28 November 2025 pukul 00.00 WIB melalui:
Platform penjualan buku online resmi Bentang Pustaka dan mitra e-commerce lainnya di: https://linktr.ee/diluarradarSeluruh jaringan toko buku Gramedia di Indonesia.Bonus:
Pembatas buku.Accordion card (kartu lipat berisi foto-foto perjalanan Trinity) untuk 500 pembeli pertama secara online.
Accordion card
Untuk mendapatkan tanda tangan saya, silakan datang di acara launching atau meet & greet yang akan dikabarkan lokasi dan waktunya. Ikuti saja infonya di Instagram @TrinityTraveler.
Jadilah yang pertama membaca buku Di Luar Radar! Serbuuu!
Judul Buku: Di Luar Radar: Kisah Keberagaman dari Kuburan Jakarta sampai Hutan Amazon
Penulis: Trinity
Harga: Rp109.000,00
Ukuran buku: 14 x 20,8 cm
Jumlah halaman: 308 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka
Jenis buku: Pengembangan Diri (Nonfiksi)
November 16, 2025
Optimalkan Perjalanan ke Jepang: Layanan “Dokter Traveling” Sebagai Solusi Praktis
Jepang tetap jadi destinasi favorit traveler Indonesia. Dari pesona Gunung Fuji hingga gemerlap Shibuya, daya tariknya tak pernah hilang. Namun banyak wisatawan masih bingung menyusun itinerary karena pilihan kota dan transportasi yang rumit. Kini hadir tren baru seperti konsultasi “dokter travelling” dan panduan wisata digital yang membuat liburan ke Jepang lebih praktis.
Dokter Traveling: Your Professional Travel Consultant
Istilah “dokter travelling” kini makin populer di kalangan traveler Indonesia. Meski terdengar seperti profesi medis, sebenarnya ini adalah travel consultant yang membantu menyusun itinerary Jepang secara detail. Mulai dari estimasi biaya, rekomendasi destinasi, hingga waktu terbaik membeli tiket ke Jepang. Salah satu platform yang menawarkan layanan ini adalah Japantrips, dengan konsultasi perjalanan yang personal dan efisien.
Perencanaan Digital oleh Professional Travel Consultant untuk Pengalaman Traveling yang Lebih Nyaman
Kini semakin banyak wisatawan yang merancang perjalanan ke Jepang dengan lebih terencana berkat bantuan travel consultant. Segala hal, mulai dari pemilihan kota tujuan, perkiraan biaya, hingga saran transportasi, dipersiapkan sebelum keberangkatan agar perjalanan lebih efisien. Jika muncul kendala saat di Jepang, traveler pun bisa melakukan konsultasi ringan secara online tanpa perlu didampingi langsung di lokasi.
Perjalanan Lebih Praktis dan MenyenangkanKini semakin banyak wisatawan yang memilih cara cerdas untuk berlibur ke Jepang tanpa ribet. Mereka terlebih dahulu berkonsultasi dengan “dokter traveling” agar itinerary tersusun rapi, efisien, dan sesuai dengan minat pribadi.
Sesampainya di Jepang, traveler hanya perlu mengikuti itinerary yang telah disusun, sementara tim siap siaga membantu jika terjadi kendala. Berkat perencanaan matang dan dukungan teknologi, perjalanan lintas kota bersama Japantrips jadi lebih lancar. Ditambah dengan layanan eSIM Travel Global Komunika, koneksi internet tetap stabil tanpa repot mengganti kartu lokal atau mencari Wi-Fi portable.
Jepang, Selalu Layak untuk DikunjungiDaya tarik Jepang memang sulit disaingi. Setiap musimnya punya cerita berbeda: bunga sakura di musim semi, festival musim panas, daun merah di musim gugur, hingga salju putih di Hokkaido saat musim dingin. Dengan perencanaan matang lewat konsultasi dan panduan Dokter Travelling, liburan ke Jepang kini tak lagi terasa rumit. Baik bersama teman, pasangan, maupun solo trip, pengalaman traveling ke Jepang bisa jadi jauh lebih praktis dan berkesan.
Disclaimer: Artikel ini adalah konten berbayar. Pendapat, klaim, dan informasi yang disajikan dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penuh pihak pengiklan.
October 20, 2025
Cewek single ke Maldives bareng yuk!
Tidak perlu tunggu honeymoon untuk Maldives kalau kita bisa pergi bareng awesome sisters. Buktinya, trip Maldives bareng saya dan perempuan single 35+ pada Agustus 2025 sukses banget! Sampai sekarang aja kami masih kumpul-kumpul saking serunya ketemu teman-teman sefrekuensi!
Jomblowati bahagia!Karena kesuksesan itulah, saya mau mengadakan trip ke Maldives lagi untuk 2 batch dengan dua paket yang berbeda yang masih bekerja sama dengan @MaldivesHemat. Jika paket Maldives Deluxe adalah paket reguler kami, maka kali ada paket Maldives Premium yang termasuk menginap 1 malam di resort mewah di pulau sendiri dengan tipe kamar Sunrise Beach Villa with private pool termasuk makan dan aktivitas. FYI, harga tipe kamar ini aslinya saja sudah puluhan juta per malam dan menginap di resort harus minimal 3 malam, tapi #TNTsisterstrip bisa!
Syaratnya masih sama: khusus perempuan single usia minimal 35 tahun (termasuk divorcee/widow/single mom) yang tidak takut matahari. Formasi begini terbukti bisa mengumpulkan cewek-cewek seru, obrolan nyambung, dan bebas menjadi diri sendiri tanpa judging! Visa Maldives gratis, cuman modal paspor yang berlaku 6 bulan dari tanggal kedatangan.
Bayangin dirimu difoto dengan latar belakang begini!Paketnya pilih salah satu, atau dua-duanya juga boleh biar puas!
Maldives Deluxe
10-13 April 2026 (4D/3N), Rp 8.500.000,-/orang.
Day 1 – Arrival in Paradise, free time, Sharing Session.
Day 2 – Snorkeling di 2 spot, piknik di Sandbank, BBQ dinner.
Day 3 – Free time atau add-on activity (chill di resort atau Shark Bay trip), BBQ dinner.
Day 4 – City tour di Male (ibu kota), departure.
Maldives Premium
17-20 April 2026 (4D/3N), Rp 18.500.000,-/orang
Day 1 – Arrival in Paradise, free time, Sharing Session.
Day 2 – Snorkeling with Nurse Sharks, piknik di Stingray Island, BBQ dinner.
Day 3 – City Tour di Male (ibu kota), menginap di beach villa with private pool di resort mewah sambil nyantai, buffet dinner.
Day 4 – Free time aktivitas di resort, departure.
Semuanya sudah termasuk:
Menginap di 4-star beachfront hotel (2 pax/room) di Maafushi dengan rooftop pool yang asyik. Khusus paket Maldives Premium termasuk menginap 1 malam di Malahini Kuda Bandos Resort tipe kamar Sunrise Beach Pool Villa all-inclusive (atau resort setara, mengikuti ketersediaan).Speedboat transportation (dari/ke bandara Male).Sarapan setiap pagi dan makan sesuai yang tertulis di itinerary.Water & tour activities.Sharing session with Trinity (boleh tanya apa aja, tanda tangan buku juga boleh!).Maldives Green Tax (pajak konservasi alam yang wajib untuk setiap turis asing).Tips untuk guide lokal.
Resort mewah langsung nyebur ke pantai!Tidak termasuk:
Tiket pesawat ke/dari MLE (Velana International Airport), bisa naik Malaysia Airlines, Singapore Airlines, Batik Air, atau Air Asia dengan harga pulang-pergi sekitar Rp 8 juta/orang. Tiket pesawat bisa dibeli via Admin atau beli sendiri. FYI, acara pertama adalah sharing session bersama saya pada hari pertama jam 19.30 waktu setempat. Add on trip (opsional) untuk paket Maldives Deluxe: ikut day trip ke resor mewah di Olhuveli atau Vadoo yang termasuk menikmati segala fasilitas resor, makan siang, minum, dan speedboat transfer seharga Rp 2.550.000,-/orang. Bisa juga ikut day trip untuk snorkeling bareng hiu di Shark Bay seharga Rp 1.150.000/orang.Pengeluaran pribadi.Down Payment (DP) sebesar Rp 2.000.000,-/orang saja!
Informasi dan pendaftaran: WA Admin @maldiveshemat: 0877-7710-5327 (jam 10.00-17.00 WIB).
Yuk, lah, kita cuss! Nggak usah ribet cari teman, nanti kamu bakal dapat teman baru yang asyik kok. Lagipula, tempat sangat terbatas, jadi buruan daftar, ya!
See you on the sunny side of life, sisters!
Syarat dan Ketentuan
Pembatalan oleh peserta maka DP dan seluruh pembayaran yang sudah dibayarkan bersifat non-refundable (tidak dapat dikembalikan).Force majeure selama trip dari pihak maskapai seperti pembatalan/keterlambatan/bagasi/hambatan lain dan juga hambatan transportasi lokal, kerusuhan, wabah penyakit, bencana alam, dan lain sebagainya, maka pihak @maldiveshemat tidak bertanggung jawab untuk pengembalian biaya atas jasa yang sudah dibayarkan dan tidak digunakan. Pihak @maldiveshemat tidak dapat dituntut dan segala biaya akan ditanggung oleh peserta.Demi kelancaran tur, acara perjalanan dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.Dengan melakukan pembayaran ke akun bank PT. Jelajah Semesta Berkah Nusantara, peserta sudah paham dan dianggap menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku.FAQ (Pertanyaan Umum)
Aku cowok bisa ikut? Tidak.Aku berusia 50 tahun, apakah bisa ikut? Usia 35+ artinya mulai dari 35 tahun ke atas, jadi usia 36, 47, 50, 60 tahun juga masuk selama sehat.Aku single mom, apakah bisa ikut? Single artinya yang belum pernah menikah dan janda, jadi bisa banget!Aku single mom boleh bawa anak kecil? Tidak. Ingat, ini trip 35 tahun ke atas!Aku 33 tahun bisa ikut? Boleh dong! Tapi kalau 20-an, maaf tidak bisa ikut.Aku berstatus menikah bisa ikut? Ini bukan prioritas kami. Waiting list dulu ya!Apakah makanannya halal? Maldives itu negara 100% Muslim jadi aman, apalagi kita akan berada di pulau lokal.September 18, 2025
Irlandia seseru itu!
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar negara Irlandia? Kalau Anda setua segenerasi saya, banyak yang mengatakan U2, The Corrs, Sinéad O’Connor, The Cranberries, bahkan Westlife—grup musik terkenal sedunia yang berasal dari Irlandia. Tapi saya ke sana Agustus lalu justru karena nonton konser Oasis, band kesayangan asal Inggris yang berdarah Irlandia juga!
Saya sendiri pengin ke Irlandia karena brand asal Irlandia yang mendunia, seperti Guinness (bir) dan Jameson (whiskey), sampai Ryanair (budget airline) dan Primark (budget fashion retailer). Ditambah lagi Irish Coffee, Irish Pub, perayaan St. Patrick’s Day, dan para penulis Irlandia seperti James Joyce, Oscar Wilde, dan Bram Stroker. Juga karena pengin ke Trinity College, tentu karena nama saya!
Republik Irlandia (ibu kotanya Dublin) terletak di Pulau Irlandia yang berbagi wilayah dengan Irlandia Utara (ibu kotanya Belfast) yang masuk Inggris. Jadi, Irlandia dan Inggris adalah dua negara yang berbeda. Mata uang Irlandia menggunakan Euro. Semua orang berbahasa Inggris, hanya 30% warga yang berbahasa Irish. Penduduknya hanya 4 juta.
Deretan Pub di Galway.Irlandia sangat aman bagi solo female traveler seperti saya. Sendirian berdiri nonton konser Oasis di stadion bola saja, tidak ada satu orang pun yang menyentuh! Jalan tengah malam juga santai sendirian. Menariknya, baru kali ini saya traveling di Eropa yang sangat jarang turis Asia, jadi rombongan turis Tiongkok pun tidak ada! Mayoritas turis datang dari AS karena nenek moyang mereka banyak berasal dari Irlandia (kalau nama keluarganya ada Mc, Mac, atau O’ itu asalnya dari Irlandia).
Selama dua minggu pada Agustus 2025, saya menginap di tiga kota, yaitu Dublin, Cork, dan Galway (lagunya Ed Sheeran!). Di tiap kota itu, saya ikut free walking tour (jadi bisa tahu tempat-tempat bersejarah di tiap kota) dan day tour ke luar kota. Vibe kota-kotanya asyik dan seru, sedangkan di luar kotanya serba hijau dengan gerombolan domba dan sapi.
Domba di KerryBeberapa destinasi lain yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi:
Guinness Storehouse — Pabrik bir paling ikonik di Dublin. Di sini kita bisa belajar sejarah Guinness, cara membuat bir hitam legendaris, sampai mencicipinya langsung sambil menikmati panorama kota dari Gravity Bar. Saya sempat ikut Guinness Academy untuk belajar cara menyajikan bir dan ke Stoutie untuk mendapatkan bir dengan foam gambar muka sendiri!Trinity College Dublin & Book of Kells — Universitas tertua di Irlandia dengan perpustakaan megah yang mirip adegan Harry Potter. Koleksinya ada 7 juta buku, utamanya adalah Book of Kells, manuskrip iluminasi berusia lebih dari 1.200 tahun.EPIC The Irish Emigration Museum — Museum interaktif di Dublin yang menceritakan kisah diaspora Irlandia ke seluruh dunia, lengkap dengan teknologi canggih dan storytelling yang bikin betah. Rupanya budaya Irlandia semakin mendunia justru berasal dari imigran Irlandia di AS.Blarney Castle & Gardens — Kastil abad pertengahan di Cork tempat “Blarney Stone” berada. Konon, siapa pun yang menciumnya akan diberkati kemampuan berbicara dengan penuh pesona. Tamannya luas dan indah, termasuk Poison Garden yang unik.
Blarney Castle.Midleton Distillery — Pabrik dari Irish whiskey ternama, termasuk Jameson, yang beroperasi sejak abad ke-18. Tur di Cork ini memperlihatkan proses penyulingan tradisional dan menawarkan sesi mencicipi berbagai varian whiskey.Ring of Kerry & Killarney National Park — Day tour melewati pegunungan, danau, lembah hijau, hingga garis pantai Samudra Atlantik benar-benar memukau. Planet Ahch-To di film Star Wars syuting di salah satu pulau di Kerry, dan Charlie Chaplin punya rumah musim panas di sana juga.Aran Islands — Tiga pulau kecil dengan suasana pedesaan, tembok batu kuno, peternakan domba, perajut wol, kastil, pantai pasir putih, dan budaya Gaelik yang masih lestari. Cliffs of Moher — Tebing laut setinggi 214 meter yang menjulang dramatis di atas Samudra Atlantik. Termasuk UNESCO Global Geopark, lokasi ini pernah muncul di film Harry Potter and the Half-Blood Prince dan video musik My Love dari Westlife.
Tebing di Samudra Atlantik.Panduan traveling di Irlandia:
Visa: pemegang paspor Indonesia bisa apply visa GRATIS di sini, lalu aplikasinya dibawa ke Kedutaan Irlandia di Jakarta. Opsi lainnya, bila sudah memiliki visa turis UK yang sudah dipakai di UK dan masih berlaku, bisa gratis masuk Irlandia.Pesawat: dari Jakarta terbang ke Dublin paling cepat naik Etihad, Qatar, Emirates, atau Turkish dengan 1 kali transit. Menginap: saya sendiri kombinasi menginap di hotel, hostel, dan Airbnb. Kalau menginap di Cork, rekomendasi saya adalah Hotel Blarney Woolen Mills yang bersejarah dan terletak di samping Blarney Castle.Transportasi: antarkota menggunakan kereta api Irish Rail dan bus Citylink, beli tiketnya via website. Di dalam kota, ke mana-mana gampang jalan kaki atau bisa naik bus. Khusus di Dublin, bisa juga naik tram dan kereta. Pembayaran menggunakan kartu TFI Leap Card yang bisa dibeli di bandara, tinggal isi ulang pakai aplikasi di ponsel yang ada NFC, dan tap ke mesin sopirnya.
Sunset in Dublin.Makanan: wajib cobain Irish beef dan dairy products (butter, susu, keju) Irlandia karena itu enak banget! Irlandia merupakan pusat perusahaan IT di Eropa (Meta, Apple, Google, Amazon), maka cukup banyak imigran sehingga ada restoran dari segala macam bangsa, termasuk Asia (maklum, saya pencari nasi!) dengan rasa yang tidak pernah gagal. Coba juga makan di pub. Berbeda dengan bar yang khusus di minuman, pub sejatinya tempat orang nongkrong dengan pilihan makanan yang lebih bervariasi.Belanja: Primark di Irlandia bernama Penneys yang tokonya ada di mana-mana. Harga bajunya murah-murah, bahkan lebih murah daripada makanan!Informasi lengkap pariwisata Irlandia bisa cek di sini. Nah, tunggu apa lagi? Visa gratis, pemandangan cantik, vibe seru, dan aman. Berangkat!
Perjalanan ini atas biaya sendiri. Jika Anda menikmati tulisan saya di blog yang sudah berusia 20 tahun ini, bolehlah menyumbang di sini untuk modal perjalanan selanjutnya. Terima kasih.
August 8, 2025
Ke Maldives nggak perlu menunggu honeymoon!
Maldives identik dengan destinasi honeymoon saking cakep dan romantisnya. Tapi kalau sampai sekarang jodoh belum ada juga, bukan berarti kita nggak ke Maldives!
Sebagai jomlo akut yang doyan traveling, minggu lalu saya bikin trip khusus untuk perempuan Indonesia usia 35+ yang sama-sama lajang ke Maldives!
Ide ini muncul setelah Instagram saya tahun lalu sempat dirujak netizen yang mencela cewek single jalan-jalan sementara orang lain menikah, punya anak, atau beli rumah. Rujakannya mulai dari “Lo ga tau enaknya jalan-jalan sama anak!” sampai “Kasian banget sih lo di hotel sendirian main timun!” Ebuset!
Saya memilih Maldives pun karena ingin going extreme di mana tempat yang identik dengan pergi berpasangan, tapi bisa kok ke sana sendirian. Lagi pula, saya penggemar pantai dan Maldives merupakan salah satu lokasi syuting film Trinity, The Nekad Traveler dan Trinity Traveler (iya, yang jadi saya itu Maudy Ayunda! Hehe!).
Akhirnya, saya bikin trip #TNTsisterstrip ini, bekerja sama dengan @MaldivesHemat yang saya puas pakai jasanya berkali-kali sebelumnya. Selama 4 hari/3 malam di Maldives seru banget! Hasil dari feedback form, 100% peserta mengatakan puas dengan #TNTsisterstrip ini. Saya tidak akan membahas trip ini, tapi yang lebih menarik adalah menceritakan para peserta.
Tiada hari tanpa nyebur!Pesertanya 25 orang perempuan lajang, mayoritas berusia 40-an tahun. Mereka daftar sendiri, bayar sendiri, datang sendiri. Baru aja kumpul di bandara CGK (pada on time, bahkan before time lho!), semua sudah asyik ngobrol satu sama lain padahal baru kenal.
Pada malam pertama, saya mengadakan sharing session tentang kehidupan lajang dengan bintang tamu Ibu Eileen Rachman, pakar psikologi. Ia mengajukan pertanyaan, “Apa yang kamu banggakan dari dirimu sendiri?” Jawabannya benar-benar mind blowing! Kami semua bertepuk tangan riuh setelah setiap orang selesai berbicara saking kerennya. Mereka semua adalah perempuan mandiri yang sukses secara pribadi dan karier, dan yang tahu apa yang mereka mau. Bisa ketemu komunitas yang sefrekuensi begini rasanya kayak dipeluk rame-rame!
Sejak itu, kami jadi bonding banget. Island hopping, snorkeling, piknik, makan, nongkrong, belanja… nggak ada yang bikin nggak ketawa! Karena isinya semua perempuan, kami cuek dengan gaya masing-masing: pakai bikini vs pakai burkini, dandan menor vs nggak dandan, bertato vs kulit mulus, minum alkohol vs minum jus… bodo amat! Tonton deh videonya di sini.
Hari pertama moto kami “we don’t judge, we listen” pun berubah di hari kedua menjadi “we judge, we don’t listen!” Hehe! Maklum, mereka semua perempuan yang percaya diri untuk speak up tentang hal apa pun, bahkan menantang argumen orang lain. Namun, mereka memiliki EQ yang tinggi sehingga nggak baperan meski dicela, juga santai menertawai kekurangan diri sendiri.
Yang membanggakan, semuanya traveler tangguh yang memang sudah sering traveling sendiri. Disiplin tinggi, on time luar biasa (bahkan saling mengingatkan soal waktu), tech savvy, dan nggak merepotkan orang lain. Kami juga nggak terlalu pegang hape dan foto-foto bak influencer karena kami asyik ngobrol dan berenang. Lucunya, kadang control freak sampai foto selfie banyak yang mengatur soal posisi! Hahaha!
Dasar perempuan mandiri, kembali mendarat di CGK… kami tidak ada yang menjemput! Kami pun sama-sama berjalan kaki ke pangkalan taksi untuk pulang naik taksi sendiri-sendiri. Ternyata bukan cuma saya doang kayak begitu! 
Kalau bilang “pergi sebagai stranger, pulang jadi sahabat” terdengar klise, tapi trip ini memang begitu keadaannya. Baru ketemu aja sudah berasa kenal lama saking familiernya, lama-lama makin familier karena sefrekuensi dengan vibe dan referensi yang sama. Sudah pulang pun WhatsApp Group masih ramai dengan celotehan bikin ngakak, bahkan sudah berencana untuk reunian!
Jadi, buat kalian jomlowati 35+ yang pengin ikutan #TNTsisterstrip juga, tunggu aja tanggal mainnya, ya!
TNT sisters: single & happy!Kalau Anda menikmati tulisan-tulisan perjalanan saya di blog yang sudah berumur 20 tahun ini, bolehlah traktir saya uang jajan. Terima kasih banyak!
June 21, 2025
Mengapa Bertahan Tinggal di Jakarta?
Sebagai warga ber-KTP Jakarta dan tinggal di ibu kota nyaris seumur hidup, saya betah-betah aja tinggal di Jakarta. Apalagi di Jakarta Selatan—ya, gue anak Jaksel banget! Hehe!
Memang, sih, Jakarta sering dicap sebagai kota yang kejam: macet, mahal, penuh polusi, dan bikin stres. Tapi kenyataannya, saya masih di sini, dan belum kepikiran pindah. Mungkin karena sejak 2007 saya jadi freelancer, jadi nggak perlu ikut ritual macet pagi-sore seperti jutaan orang lainnya. Keluar rumah paling buat meeting atau nongkrong, dan itu pun bisa pilih jam sepi. Pulang larut malam, ojol dan taksol selalu tersedia dan aman—meskipun saya tinggal di kuburan dan sering kali driver-nya yang malah ketakutan.
Jakarta memang mahal, no debat. Menurut survei, untuk hidup layak di Jakarta dibutuhkan Rp 14,88 juta per bulan. Sementara UMR-nya cuma Rp 5,39 juta. Bayangin, selisihnya 64%! Tapi untungnya saya single, childless, spouseless, dan car-less jadi bisa hemat banyak. Nggak perlu bayar sekolah anak, cicil rumah, atau isi bensin. Rumah warisan orang tua juga sangat membantu—tinggal bayar PBB yang bikin dompet meringis. Harga makanan di Jakarta memang lebih mahal, tapi pilihan kulinernya gila sih lengkapnya. Intinya, semua balik lagi ke cara kita ngatur keuangan.
Soal polusi? Saya sih nggak terlalu ngerasain karena rumah saya di kuburan yang banyak pepohonan jadi adem dan sepi. Nggak ada pabrik, lalu lintas juga minim, jadi udara relatif bersih. Polusi baru terasa saat balik ke Jakarta naik pesawat, karena dari atas langitnya abu-abu dibanding kota atau negara yang baru saya kunjungi.
Terlepas dari semua “dosa”-nya, menurut saya Jakarta tetap punya banyak nilai plus. Ini beberapa alasannya:
1. Mobilitas Mudah
Saya nggak punya kendaraan pribadi dan nggak merasa perlu karena transportasi umum Jakarta terbaik se-Indonesia. TransJakarta, MRT, LRT, KRL Komuter, sampai mikrotrans tersedia dengan jaringan luas dan jadwal cukup bisa diandalkan. Di jam sibuk pun sering lebih cepat karena ada jalur khusus.Trotoar Jakarta sudah makin layak buat pejalan kaki. Banyak yang lebar, nyambung ke halte, stasiun, mal, sampai perkantoran. Jalanan di Jakarta terang benderang, bahkan gang kecil pun biasanya ada lampu jalan. Di Bandung aja jalanannya masih poek!Bandara punya banyak pilihan maskapai dan rute, jadi tiket pesawat biasanya lebih murah karena banyak saingan. Apalagi kalau mau ke luar negeri, berangkat dari Jakarta lebih hemat dibanding kota lain.Fasilitas untuk disabilitas makin kelihatan: trotoar dengan jalur tunanetra, lift, toilet khusus, sampai akses kursi roda.2. Pusat Segalanya
Jakarta is where the money’s at. Mayoritas kantor pusat perusahaan besar ada di sini, dan peluang kerja lebih banyak.Cuma di Jakarta bisa ngerasain sensasi jadi “semut” di antara gedung pencakar langit. Setiap lewat SCBD sampai Thamrin, saya masih kagum!Fasilitas kesehatan terbaik? Ya di Jakarta. Dari RS pusat kanker, syaraf, sampai otak ada.Jakarta merupakan pusat hiburan dan gaya hidup, mulai dari nonton konser internasional, pameran seni, festival film, teater, sampai event kuliner. Belanja online? Pusat seller banyak dari Jakarta, jadi ongkir lebih murah dan barang lebih cepat sampai. Penting!
Air mancur menari di Lapangan Banteng.3. Fasilitas Terbaik
Taman kota banyak dan tertata. Ada playground, jogging track, skate park, sampai parkour. Banyak yang buka 24 jam dan gratis!Fasilitas olahraga lengkap banget. Dari kolam renang, gym, studio yoga, lapangan basket dan tenis, sampai tren terbaru kayak paddle—semuanya ada. Internet cepat dan stabil. Wi-Fi gratisan di kafe pun layak pakai, belum lagi jaringan 5G yang sudah menyebar.Listrik jarang mati. Nggak seperti di Medan, misalnya, yang sering byar-pet.Toilet jongkok nyaris punah di Jakarta! Ini penting buat kaum jompo dan gendut! Di luar kota, bahkan restoran bagus pun masih banyak toilet jongkok. Butuh vitamin sea? Tinggal nyebrang ke Kepulauan Seribu! Mau snorkeling, diving, atau cuma rebahan di pasir putih—semua bisa.4. Hidup Modern
Cuma Jakarta yang punya aplikasi khusus untuk melapor masalah lingkungan ke Pemprov DKI, dan diselesaikan dengan cepat. Saya pernah menggunakannya untuk komplen saat ada warung yang karaoke kencang tengah malam!Aplikasi apapun ada di Jakarta. Mau pesan makanan, jasa bersih-bersih, laundry, tukang pijat—tinggal pencet-pencet di hape. Saya sendiri penggemar belanja grocery online, barang apapun sampai dalam 30 menit, buka 24 jam.Etos kerja orang Jakarta lebih cepat, tanggap, dan nggak banyak basa-basi. Saya sampai culture shock pas tinggal di Semarang yang orangnya slow.Peluang side hustle terbuka lebar. Mau nyambi taksol, part-time barista, dropshipper, sampai jadi content creator—semuanya bisa. Banyak orang Jakarta kerja Senin–Jumat tapi tetap punya passion project atau tambahan income.Networking gampang. Komunitas apapun ada di Jakarta. Mau gabung ke komunitas lari, fotografi, start up, penulis, sampai crazy rich club juga ada.Jadi, nggak pengen pindah ke Bali atau #kaburajadulu ke luar negeri? Nggak! Masa-masa ingin kabur sudah lewat. Di usia segini, ogah mulai hidup dari nol lagi. Bisa makan enak dan tidur nyenyak aja udah bersyukur. Lagi pula, support system saya semua ada di sini.
Selamat ulang tahun ke-498, Jakarta! Meski sering dimaki, Anda tetap layak dicintai.
Kalau Anda, mengapa (masih) tinggal di Jakarta?
Kalau Anda menikmati tulisan-tulisan perjalanan saya di blog yang sudah berumur 20 tahun ini, bolehlah traktir saya uang jajan. Terima kasih banyak!
May 18, 2025
Liburan di Situs UNESCO: Tanjung Kelayang Reserve, Belitung
Kalau mendengar “Belitung”, yang terbayang mungkin cuma Laskar Pelangi dan pantai berbatu granit. Tapi ternyata, pulau kecil ini punya status bergengsi: sejak 2021, Belitung resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark! Salah satu situsnya adalah Tanjung Kelayang Reserve (TKR) di utara pulau. Penasaran, saya dan sepupu pun memutuskan untuk liburan ke sana pada Mei 2025—setelah sekian lama nggak ke Belitung lagi.
Dari bandara Tanjung Pandan, mobil kami menempuh sekitar 45 menit. Begitu belok ke jalan kecil, suasana langsung berubah: hutan hijau menyambut dengan kicauan burung dari segala arah. Di sinilah lokasi Tanjung Kelayang Reserve, kawasan konservasi seluas 350 hektare yang jadi rumah bagi spesies langka seperti tarsius Billiton, trenggiling Sunda, elang ekor putih, dan pohon Pelepak.
Di ujung jalan, berdiri Hotel Sheraton Belitung, satu-satunya hotel bintang lima jaringan internasional di pulau ini. Jangan bayangkan bangunan menjulang dengan interior mewah yang nggak nyambung dengan lingkungan sekitar. Hotel ini justru tampil minimalis, menyatu dengan alam, dan mengusung konsep keberlanjutan.
Lobi yang ramah lingkungan.Lobinya berbentuk piramida segitiga, membingkai langit biru dan pantai lepas. Bahan bangunan hotel 80% lokal agar mengurangi jejak karbon, mulai dari atap sirap kayu, plafon batang Renggadai (nelayan lokal menggunakannya untuk menjemur ikan), dinding batu bata putih daur ulang, cat dari kaolin, sampai lantai granit Belitung. Tiga danau kaolin berwarna hijau pupus yang tersebar di kawasan hotel menambah adem suasana. Taman pun tidak ditata “rapi”—dibiarkan saja pasir, tanah, daun gugur, dan pepohonan pesisir hidup sebagaimana mestinya, sampai kadang tupai dan biawak (salah satunya bernama Kevin!) santai saja melintas.
Hotel ini punya 123 kamar yang ramah lingkungan. Selama tiga malam, kami menginap di kamar tipe Ocean View seluas 53 m² yang nyaman. Furniturnya serba kayu yang dibuat oleh pengrajin Belitung berpadu dengan dan anyaman bambu, bathtub dari batu, dekorasi dinding berupa bubu penangkap ikan, dan tidak ada plastik sama sekali—air minum isi ulang di dalam botol beling. Balkonnya luas menghadap danau dan laut biru, dan yang paling ajaib: nggak ada nyamuk!
Kamar Ocean View dan gaya andalan di kolam renang 
Fasilitas favorit saya adalah kolam renang infinity-nya yang besar dan panjang banget! Pas berenang sambil lihat sunset, rasanya nggak pengin keluar dari air! Selain itu, ada Fitness Center dengan peralatan gym lengkap, Kids Club yang interiornya lucu, butik produk lokal, dan Shine Spa by Sheraton yang pijatannya bikin merem-melek (pilih terapisnya Kak Murni deh!).
Mie Belitung, Bubur Sumsum, Bhan Mi, resto.Restoran utamanya di tepi pantai, Island Restaurant, menyajikan menu berbahan lokal. Mulai dari Mie Belitung berkuah udang, Sup Gangan berkuah kunyit, sampai Ayam Ketumbar khas Belitung. Sarapannya juga selalu ada sudut makanan Indonesia yang berganti tiap hari: nasi liwet, nasi gudeg, nasi uduk komplit. Makan siang dan malam memiliki menu yang variatif: ada Asia, Barat, dan tentu Indonesia dengan rasa yang melebihi standar hotel. Paling juara adalah dessert-nya: Klapertaart dan Bubur Sumsum yang dimodifikasi cantik dan rasa manis yang pas!
Hotel juga punya aktivitas harian gratis. Saya ikut program Whistle Trail, yaitu trekking di hutan Tanjung Kelayang Reserve. Bang Akbar, peneliti biologi TKR menerangkan tentang Ghost Orchid (anggrek langka), pohon Pelawan (penghasil arang tanpa abu), dan pohon Pelepak (pembuat kapal dan junjungan lada putih). Bahkan saya diberi kesempatan untuk menanam bibit Pelepak dengan plang nama di sebelah Miss Universe 2024! Uhuy!
Lalu kami mengunjungi Honey Farm, peternakan lebah tanpa sengat (Heterotrigona itama) dan menyeruput madu langsung dari honeypot-nya. Mampir juga ke danau kaolin biru seluas 200 hektare—sumber air utama hotel yang ditampung dari air hujan, difilter, dan dialirkan sesuai jumlah tamu. Semua prosesnya dijalankan dengan tenaga panel surya, tanpa sumur dalam. Ekowisata bukan slogan kosong di sini.
Whistle Trail, danau kaolin, Pulau Lengkuas, Goa Kelayang.Tentu ke Belitung tidak lengkap tanpa island hopping. Kami pesan lewat BlueMind Experience, dan berangkat naik kapal privat langsung dari pantai depan hotel. Handuk, air minum dingin, alat snorkeling, life vest, sampai sunscreen sudah disediakan. Pertama, ke Pulau Lengkuas yang terkenal dengan mercu suar putih yang dibangun Belanda pada 1882. Tak jauh, kami snorkeling di air laut yang jernih dengan terumbu karang yang sehat dan ikan yang banyak.
Di Pulau Kelayang, kami makan siang aneka seafood sampai tandas dan masuk Goa Kelayang. Kami pun mampir ke beberapa tempat, yaitu Batu Garuda, pulau pasir yang asyik buat foto-foto, dan keramba ikan kerapu yang merupakan supplier restoran di Sheraton. Terakhir, kami bersantai di pulau pribadi milik TKR dengan pantai pasir putih yang sepi. Saya sempat mencoba Stand Up Paddle sambil menunggu matahari terbenam, lalu minum air kelapa yang dipetik langsung dari pohon di situ.
Saat ingin suasana kota, kami ikut tur ke Tanjung Pandan. Di sana saya ikut workshop membatik di Sepiak Belitung di mana produknya dijual di butik hotel. Meski Belitung tak punya tradisi batik, mereka mengembangkan motif khas lokal seperti daun simpor, bunga keremunting, sampai lada. Tekniknya unik: daun Kerinyu digetok ke kain pakai martil khusus. Hasilnya? Keren! Kami juga mencicipi Gangan kakap merah dan Ikan Belubus di restoran Gangan Sari, lalu ngopi di Kong Djie, warung kopi legendaris sejak 1940. Tur ditutup di Tanjung Tinggi, lokasi syuting Laskar Pelangi. Kami duduk di atas batu granit besar, memandangi matahari perlahan tenggelam ke laut.
Malam terakhir di balkon hotel, saya menengadah ke langit. Gelapnya sempurna, bintang bertaburan, suara jangkrik, kodok, dan tonggeret bersahut-sahutan. Di dunia yang makin bising dan terang, suasana seperti ini makin langka. Tanjung Kelayang Reserve menenangkan—bukan hanya karena cantiknya alam, tapi karena cara ia menjaganya. Di tempat yang jadi bagian dari Geopark Global UNESCO ini, saya merasa seperti tamu yang dihormati oleh bumi.
Dukung blog saya yang sudah berusia 20 tahun ini dengan berdonasi di sini. Terima kasih.
Trinity's Blog
- Trinity's profile
- 237 followers

