Ramal

Kadang kubayangkan diriku menjadi pasir
Kau injak, terseret air di bibir laut tanpa tafsir

Pada tiap ucap kata-kata mesra keluar dari bibir
Menggelambir jadi takbir pada tiap butir

Tiap rindu padamu, tiap juga pasir mencibir
Dari afkir cintaku, padamu kirana jadi kibir

Suaraku digulung ombak, dikaburkan senja lingsir
Tak sudi kau tebak, dari awal sampai akhir

Di tiap kerak pada telapak yang getarnya menjadi getir
Ada kenangan yang bikin air mata mengalir banjir
Juga tiap kali angin hendak mengusir jarak yang tak tertaksir
Rinduku terserak jadi luh, disapu kenangan ;jadi desir
 •  0 comments  •  flag
Share on Twitter
Published on October 10, 2016 02:15
No comments have been added yet.