Alivia Sasa > Alivia's Quotes

Showing 1-30 of 37
« previous 1
sort by

  • #1
    Pramoedya Ananta Toer
    “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #2
    Pramoedya Ananta Toer
    “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?”
    pramoedya ananta toer

  • #3
    “tuhan tidak memberikan jalan yang sama pada setiap umatnya, untuk itu Dia memberikan penglihatan, pendengaran, penyerapan yang berbeda di setiap kapasitasnya”
    Alivia Sasa

  • #4
    “kita tidak perlu sedarah untuk bersaudara, juga tak harus sama. cukup mau untuk mampu. mau menerima, memahami, dan mengerti lalu... berganti.”
    Alivia Sasa

  • #5
    “cuma orang-orang kesepian yang tahu rasanya kesepian. dan sayangnya, tiap kesepian tak mampu menyelamatkan kesepian lainnya.”
    Alivia Sasa

  • #6
    “perjalanan kita adalah sejarah, yang selalu dilalui kisah-kisah untuk kembali menjadi sejarah.”
    Alivia Sasa

  • #7
    Soe Hok Gie
    “Nobody can see the trouble I see, nobody knows my sorrow.”
    Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran

  • #8
    Soe Hok Gie
    “Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”
    Soe Hok Gie

  • #9
    Soe Hok Gie
    “Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: 'dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan'. Tanpa itu semua maka kita tidak lebih dari benda. Berbahagialah orang yang masih mempunyai rasa cinta, yang belum sampai kehilangan benda yang paling bernilai itu. Kalau kita telah kehilangan itu maka absurdlah hidup kita”
    Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran

  • #10
    Soe Hok Gie
    “Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi .”
    Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran

  • #11
    Soe Hok Gie
    “Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
    Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran

  • #12
    Soe Hok Gie
    “Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia. ”
    Soe Hok Gie

  • #13
    Soe Hok Gie
    “Karena aku cinta pada keberanian hidup”
    Soe Hok Gie

  • #14
    Soe Hok Gie
    “The eagle flies alone”
    Soe Hok Gie, Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya

  • #15
    “kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. tapi dengan menulis, seolah kita telah memiliki takdir kita sendiri.”
    Alivia Sasa

  • #16
    “tingkat kenyamanan seseorang itu berbeda-beda. untuk itu kita tidak boleh memaksa.”
    Alivia Sasa

  • #17
    “karena menangis adalah kekuatan”
    Alivia Sasa

  • #18
    “dalam keadaan-keadaan tertentu, akan ada ketentuan yang ga berlaku”
    Alivia Sasa

  • #19
    “pulang itu bukan soal berkemas dan kembali ke rumah, sayang. pulang berarti merevisi keputusan dan menata ulang”
    Alivia Sasa

  • #20
    “kelak, kita akan berbahagia dengan mimpi-mimpi kita Sa”
    Alivia Sasa

  • #21
    “entahlah, kelak aku akan melunak dan beranak-pinak. atau mati dengan hati dan otak batu”
    Alivia Sasa

  • #22
    “haruskah kesedihan beralasan dan air mata bersebab?”
    Alivia Sasa

  • #23
    “seperti halnya pelukis yang pandai menggambar, penulis pun pandai mendiskripsikan”
    Alivia Sasa

  • #24
    “janji adalah palsu, yang paling benar adalah tindakan”
    Alivia Sasa

  • #25
    “segalanya beredar, segalanya berputar, segalanya berpendar”
    Alivia Sasa

  • #26
    “pada suatu titik ketidaknyamanan, akan ada hal yang lebih tidak aman. dan jika kamu mampu melaluinya, kamu menang”
    Alivia Sasa

  • #27
    Kahlil Gibran
    “Beauty is not in the face; beauty is a light in the heart.”
    Kahlil Gibran

  • #28
    “segala yang berawal, pasti berakhir”
    Alivia Sasa

  • #29
    Habiburrahman El-Shirazy
    “Biarkan orang lain menjalani kehidupan yang kecil, tetapi kamu jangan!
    Biarkan orang lain memperdebatkan soal-soal kecil, tetapi kamu jangan!
    Biarkan orang lain menangisik kepedihan-kepedihan kecil, tetapi kamu jangan!
    Biarkan orang lain menyerahkan masa depan mereka kepada orang lain, tetapi kamu jangan!”
    Habiburrahman El Shirazy

  • #30
    Andrea Hirata
    “Jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih nihil, maka sebenarnya kita telah menemukan yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi sepahit apapun keadaanya.”
    Andrea Hirata



Rss
« previous 1