Rizky Mashitoh > Rizky's Quotes

Showing 1-11 of 11
sort by

  • #1
    Leila S. Chudori
    “Tunangannya tak akan mampu memahami arti sebuah benteng. Dia tak akan bisa melihat seperangkat daging bisa tetap segar, tak membusuk, dan mampu melalui 16 kali pergantian musim”
    Leila S. Chudori, Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen

  • #2
    Leila S. Chudori
    “Jangan sekali-kali meminta maaf untuk mempertahankan prinsip!”
    Leila S. Chudori, Pulang

  • #3
    Leila S. Chudori
    “Setiap huruf berloncatan mencari jodoh membentuk kata; setiap kata meliuk, melesat, dan mungkin saling bertabrakan dan rebutan mendapatkan jodoh untuk membentuk daya puitik. Setiap huruf mempunyai ruh, mempunyai nyawa, dan memilih kehidupannya sendiri.”
    Leila S. Chudori, Pulang

  • #4
    Leila S. Chudori
    “Aku tak ingin berakhir seperti mereka, saling mencintai. Lantas kehilangan dan kini mereka hanya mengenang dan merenung dari jauh.”
    Leila S. Chudori, Pulang

  • #5
    Leila S. Chudori
    “Kau tak boleh menyeret-nyeret nasib dan perasaan orang hingga hati orang itu tercecer ke mana-mana. Kau harus berani memilih dengan segala risikonya.”
    Leila S. Chudori, Pulang

  • #6
    Leila S. Chudori
    “Ibu mana pun, yang baik atau buruk, tetap terluka ketika anaknya dicela. Meski celaan itu tidak salah, dan juga bukan fitnah. Tetapi tali pusar anak dari ibunya hanya diputus oleh sebilah gunting dunia. Di antara mereka berdua ada pertalian abadi, yang bahkan oleh seorang ayah pun tak bisa dipahami”
    Leila S. Chudori, Pulang

  • #7
    Leila S. Chudori
    “Mengapa benda mati disebut sesuatu yang mati? Terkadang mereka lebih 'hidup' dan lebih jujur memberikan saksi.”
    Leila S. Chudori, Pulang

  • #8
    Leila S. Chudori
    “Dan bibirnya adalah sepotong puisi yang belum selesai. Aku yakin, hanya bibirku yang bisa menyelesaikannya menjadi sebuah puisi yang lengkap.”
    Leila S. Chudori, Pulang

  • #9
    Leila S. Chudori
    “Rumah adalah tempat di mana aku merasa bisa pulang. (Dimas Suryo)”
    Leila S. Chudori, Pulang

  • #10
    Leila S. Chudori
    “Lebih mudah untuk tidak memilih, seolah tak ada konsekuensi. Tetapi seperti katamu, memilih adalah jalan hidup yang berani.”
    Leila S. Chudori

  • #11
    Leila S. Chudori
    “Menurut Maman, apakah Ayah seorang Ekalaya?"
    Aku menuang anggue ke dalam gelas. Anggur merah.
    "Non."
    "Kenapa tidak?"
    "Dia seorang Bima, yang selalu ingin melindungi perempuan yang dicintainya.”
    Leila S. Chudori, Pulang



Rss